
Perasaan paling busuk di dunia adalah ketika aku telah berusaha melakukan yang terbaik buatmu, tapi itu masih belum cukup baik bagimu.
Dan perasaan paling terpuruk yang pernah kurasakan adalah ketika aku yang dengan setulus hati mencintaimu tapi tak pernah kau pandang sedikitpun.... (Jino)
*****************
"Kenapa baru pulang selarut ini"tanya Jino ketika Mia baru memasuki apartemen.
"Kak Jino, udah pulang. Katanya kakak mau nginap 3 hari"Mia balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Jino.
"Duduklah.... biar kakak buatkan teh hangat, apa kamu lembur sampai jam segini baru pulang kerja"Jino masih bertanya.
"Ya... kak. Ini kan akhir bulan,banyak laporan yang harus diselesaikan"Mia berbohong. Karena dia tak mungkin mengatakan kalau ia habis makan malam bersama Langit dan sahabatnya.
"Berhenti aja bekerja, jangan dipaksakan. Nanti kamu bisa sakit. Aku akan memberi mu uang yang lebih dari gaji yang kamu dapat sekarang"ujar Jino
"Kak.... sebelum kita menikah, kakak udah janjikan tidak akan melarang jika Mia bekerja"
"Buat apa kamu cari uang, Kakak ini suamimu. Masih sanggup membiayai hidupmu dan juga beli semua keperluanmu"
"Kak..... hutang papa Mia masih ada ama papa kak Jino, dan hutang tetap harus di bayar"
"Kami tidak pernah meminta hutang itu di bayar. Jika kamu mau, biar kakak bayar pakai uang pribadi kak Jino ama papa, tapi kamu harus berhenti bekerja."
"Biar Mia bayar sendiri, jika kakak yang bayar sama aja Mia masih berhutang ama kakak"
"Aku ini suamimu Mia, apa kau lupa itu. Apa karena aku terlalu membebaskan mu sehingga kau mulai lupa kalau statusmu sekarang bukan gadis lagi tapi istri seorang Jino"Jino berkata dengan suara keras.
Mia tersentak kaget mendengar Jino yang udah mulai emosi. Air mata sudah mulai menggenang di kelopak matanya.
__ADS_1
"Kak..... Mia tau dan sadar kalau sekarang Mia udah punya suami. Tapi apa kakak juga lupa kalau pernikahan kita hanyalah sebuah status"
"Sampai kapan kau akan terus begini. Kau bukan saja lupa kalau kau kini telah bersuami, tapi juga kau tak pernah ingat menjalankan kewajiban mu,aku harus menunggu berapa lama sampai kau siap melayani ku. Aku juga lelaki normal yang punya nafsu"Jino kembali berkata dengan nada tinggi.
"Kak.... maaf... Mia tau,mia bukan istri yang yang baik, tidak dapat menjalankan kewajibannya. Tapi Mia benar benar belum siap melakukannya"Mia berkata sambil terisak.
"Jadi aku harus menunggu sampai kapan. Jika selamanya kamu tak siap berarti aku harus tetap bertahan.
Apa sampai Langit lelaki yang kamu cintai itu lenyap selamanya baru kamu siap.
Dan apa kau pikir Langit masih mencintaimu setelah kau pergi begitu saja meninggalkan nya. "
"Kak...... Mia rasa tak ada yang perlu kita omongin lagi. Mia lelah, mau istirahat."Mia beranjak dari sofa menuju ke kamarnya.
"Jangan pernah berharap kamu dapat kembali bersama Langit, karena sampai kapanpun aku tak akan pernah menceraikan mu"
Mia masih dapat mendengar ucapan Jino dari dalam kamarnya.
Mia nendengar suara pecahan kaca dari luar kamarnya. Entah apa yang Jino lempar.
"maaf kak, Mia udah berusaha mencintaimu lagi tapi tak bisa. Rasa sakit itu masih dapat Mia rasakan. Mia takut kejadian dulu terulang. Mia takut jika kamu hanya pura pura mencintai Mia seperti waktu itu"batin Mia.
Mia menangis di dalam kamarnya merenungi nasibnya. Dia takut Jino memang tak bisa melepaskannya. Mia bukannya tak tau kalau Jino di luar sana sudah mulai menjalin hubungan dengan wanita lain.
Mia tanpa sengaja menemukan ****** dan lipstik wanita di tas kerja Jino.
Tapi dia tak pernah meminta penjelasan karena dia sadar Jino lelaki dewasa normal yang harus menyalurkan kebutuhan seksual nya.
Mia tak pernah mau menyalahkan Jino. Karena dia emang tak pernah mencintai lelaki itu.
__ADS_1
##############
Pagi harinya ketika Mia akan berangkat kerja, dia melihat Jino telah duduk di meja makan menunggu nya sarapan.
Mia duduk diseberang meja Jino. Dia menyadari tatapan Jino yang masih marah.
Mia mengambil roti dan mengolesi selai kacang diatasnya. Dia menyantap sambil menunduk tak berani memandang depan kewajah Jino.
Jino menggebrak meja makan,membuat Mia kaget dan langsung menatap Jino.
"Aku memberimu waktu kerja sampai kontrak mu habis. Setelah itu kau bisa memilih... kerja diperusahaanku atau tinggal di Singapura. Aku telah memberimu banyak waktu, apa kau pikir setelah orang tuamu mengetahui bahwa anaknya tidak bisa jadi istri yang baik, mereka akan tinggal diam"Jino mengancam Mia.
"Kak.... Mia minta maaf. Jika selama ini membuat kakak kecewa. Kita bisa pisah dengan baik baik. Kakak bisa hidup bahagia dengan wanita yang kakak cintai"ucap Mia pelan.
Jino bangkit dan mendekati Mia, matanya merah menahan amarah. Dan dengan tiba tiba dia mengcengkeram rahang Mia dengan sangat keras.
"Apa kau pikir aku akan menceraikanmu.
Ingat Mia,aku tak pernah melepaskanmu. Jangan pernah berharap, karena aku selama ini telah bersabar dan tak akan aku rela membiarkanmu pergi"ucap Jino.
"Kak.... lepas... tangan kakak menyakiti ku"Mia berkata sambil menangis
Jino melepaskan tangannya dari rahang Mia dan meninggalkan apartemen.
Mia menangis tersedu setelah kepergian Jino.
********************
Jangan lupa like dan komentnya
__ADS_1
Terima kasih