Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
Extra Part


__ADS_3

Sudah dua minggu Mia melahirkan bayi mungil mereka. Langit merasa hudupnya telah sempurna, mempunyai istri dan anak yang cantik.


Langit selalu membantu Mia sebelum pergi kerja. Menyiapkan sarapan dan membantunya mandi. Langit sangat memanjakan Mia, karena ia menyaksikan sendiri bagaimana perjuangan Mia melahirkan buah hati mereka.


"Kak.... Mia mau mandi... kakak tolong jagain Rachel ya takut kebangun... "Mia


"Kakak bantu Mia mandi ya.... "Langit


"Nggak usah kak... Mia bisa sendiri"Mia


"Kakak mau mandiin Mia... baru kakak mandi. Kakak senang bisa bantuin kamu... sayang"Langit


"Kakak yakin bisa bantuin Mia mandi.... "tanya Mia sambil tersenyum


"Ya... kali ini kakak usahain bisa bantu Mia mandi sampai selesai"ucap Langit cengengesan


Mia bertanya begitu karena terakhir Langit membantu Mia mandi, ia tak tahan dan meminta Mia meneruskan mandinya sendiri. Kepalanya pusing... keluh Langit karena tak tahan menahan nafsunya melihat tubuh polos Mia.


Langit masuk kamar mandi dan membantu Mia menyabuni badannya. Langit menarik nafas kasar setiap menyentuh tubuh Mia.


"Kenapa kak... kalau nggak biar Mia mandi sendiri aja"ucap Mia melihat Langit yang sering menarik nafas kasar dan memegang kepalanya.


"Nggak apa apa.... sedikit lagi selesai kan mandinya"Langit


"Kakak pusing lagi.... "tanya Mia


"Setiap malam kepala kakak pusing.... karena membayangkan kamu sayang"lirih Langit.


Mia mempercepat mandinya. Ia nggak tega melihat raut wajah Langit yang seperti menahan sesuatu.


"Kak.... Terima Kasih.... "Mia


"Buat apa sayang..... Huh... dah wangi banget sih istri kakak"ucap Langit sambil menyisir rambut Mia


"Terima kasih buat semua yang kakak lakuin buat Mia... "Mia


"Semua yang kakak lakuin tidak seberapa dengan pengorbananmu ketika hamil dan melahirkan si cantik Rachel"ujar Langit menangkup wajah istrinya dan menghujani dengan ciuman.

__ADS_1


Mia pun mengecup bibir Langit. Ia merasa sangat bahagia karena merasa sangat dicintai Langit.


"Jangan mengecup bibir kakak lama lama sayang.... kakak bisa nggak tahan."Langit


Mia tersenyum melihat wajah Langit yang masam karena menahan dirinya untuk tidak berbuat lebih kepada Mia.


"Sayang.... kita udah ada Nico dan Rachel jadi udah ya... jangan hamil lagi"Langit


"Kenapa kak.... kan kalau punya anak lagi ramai rumah ini dengan suara canda dan tawa anak anak kita nanti. "Mia


"Kakak kasihan lihat kamu hamil dan melahirkan"Langit membawa Mia duduk di pangkuannya sambil mengecup leher Mia


"Mia senang kok kak karena bisa memberi keturunan buat kakak.... "Mia


"Tapi kalau kamu hamil dan melahirkan berarti kakak juga ikut menderita sayang... "Langit


"Menderita karena apa... "tanya Mia heran


"Menderita karena ketika kamu hamil muda dan habis melahirkan ia tak bisa menyentuh kamu.... nggak bisa minta buat olah raga malam"ucap mama yang muncul dengan membawa nampan berisi sarapan.


"Mama... kok jujur banget sih.... "ucap Langit sambil nyengir


"Ih... kakak.. pikirannya mesum aja.. "ucap Mia malu dan akan turun dari pangkuan Langit


"Sini aja duduknya. Biar gini sebentar lagi. Kakak ingin memeluk kamu.... sayang"Langit


"Malu ah kak... ama mama"Mia


"Biar aja... mama dulu lebih dari ini sama papa"Langit


"Kok kamu tahu... "Mama


"Langit sering ngintip mama di kamar kalau pintunya agak terbuka"Langit


"Pantasan pikiranmu mesum aja"ucap mama sambil menoyor kepala Langit


"Ye... kan Langit belajar dari papa dan mama"Langit

__ADS_1


"Mia... sarapannya di habisin ya. Mama mau keluar.. mungkin sore baru pulang. Mama mau ngumpul ama teman teman mama. Apa Mia bisa ditinggalin. "Mama


"Bisa ma. Pergi aja... lagipula ada suster yang bantuin kan"Mia


"Langit juga nanti ke kantor agak siangan, sebentar aja. Mau lihat kerjaan dikit. Mama pergi aja"Langit


"Ya... kalau gitu mama pamit dulu. Hei kamu Lang... jangan lama lama memangku Mia... nanti junior mu bangun, sakit kepala pula"ledek mama sambil tertawa


"Mama..... "ucap Langit dan Mia serempak... kaget dengan ucapan vulgar mama.


"Kak... Mia mau sarapan... takut Rachel keburu bangun"Mia


"Mmuahh......"Langit mengecup tengkuk... leher dan seluruh bagian wajah Mia.


"Mia... "ucap Langit sendu


'Napa kak..... "ujar Mia kuatir melihat Langit seperti menahan sakit.


"Mama benar... si junior... adek kecil kakak bangun... kakak bisa mati tersiksa kalau lama lama gini. Berapa lama lagi sih Mia... bisa gituan"Langit


"Dua bulan lagi... "ucap Mia ngerjain Langit


"Ya ampun Mia.... benar benar penyiksaan,kalau sampai dua bulan lagi bisa karatan nih junior. Kakak harus nelpon Chandra tanyain cara biar kamu bisa ngelayani kakak"Langit


"Ha... ha..... "Mia tertawa melihat tingkah Langit yang mengusap wajahnya dengan kasar.


"Terpaksa harus mandi buat tenangin si adek kecil yang terlanjur bangun"ucap Langit sambil masuk ke kamar mandi.




*********************


Jangan lupa tinggalkan jejak


Like... koment dan vote

__ADS_1


Terima Kasih


__ADS_2