Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps. 99


__ADS_3

Mia memeluk erat tubuh Langit. Seolah jika pelukannya terlepas, Langit akan pergi.


Ia dan Langit menginap di hotel tempat berlangsungnya pesta Rangga.


Setelah dari taman... Langit membawa Mia langsung ke kamar. Hotel ini punya orang tua Langit. Mereka menempati kamar yang di khususkan buat Langit dan keluarga sebagai pemilik.


"Kak.... kemana aja kak Langit selama ini"Mia bertanya sambil membenamkan kepalanya di dada Langit, menghirup bau badan suaminya yang sangat ia rindukan.


"Maaf sayang... kalau selama ini kakak membuatmu menangis karena selalu memikirkan kakak"Langit.


"Kak.... Mia rasanya ingin menyusul kak Langit meninggalkan dunia ini. Tapi entah mengapa ada sesuatu yang seolah berkata kalau kak Langit pasti kembali. Walau setiap Mia mengatakan kalau kak Langit akan kembali, orang tak ada yang percaya. Mia tahu mereka menganggap Mia mengada ada.


Jika kak Langit selamat tapi mengapa tak ada beritanya. "Mia menjeda ucapannya.


"Walau terkadang ada kalanya Mia ragu dengan perasaan Mia. Apa ini benar. Apa kak Langit benar benar akan kembali. Tapi Mia selalu menepis keraguan itu, Mia selalu meyakinkan hati Mia, kalau kak Langit tak mungkin meninggalkan Mia secepat ini."Mia


"Maaf sayang..... kakak tak pernah bermaksud membuatmu menderita. Kakak selama ini bersembunyi karena tak mau kehadiran kakak hanya akan menambah beban pikiranmu. Kak Langit tak mau dikasihani jika kamu melihat keadaan kakak"Langit


"Dimana kak Langit selama ini"tanya Mia


"Diapartemen Rangga sayang...... "Langit


"Jadi selama ini Rangga dan Daniel tahu kalau kakak selamat. Dan ia menyembunyikan dari Mia. Padahal mereka melihat betapa Mia menderita dan selalu menangis memikirkan kakak"Mia


"Mereka tak salah Mia. Kakak yang meminta merahasiakan ini. Mereka selalu bilang agar kakak kembali aja, tapi kak Langit nggak tega kalau nantinya kamu akan sedih melihat keadaan kakak"Langit


"Apa kakak pikir selama ini Mia tak sedih, kak.... apa kak Langit pikir Mia tak akan menerima kakak jika kak Langit cacat. Kakak.... Mia tak tahu apa yang ada dipikiran kakak. Berarti kak Langit tak memahami Mia. Kakak tak tahu berapa besarnya cinta Mia. Mia pasti akan menerima apapun keadaan kakak daripada Mia harus kehilangan kakak. Mia selalu tersiksa tiap malam memikirkan jika memang kak Langit telah meninggalkan Mia selamanya"Mia membalikan badannya membelakangi Langit. Ia kecewa karena Langit berpikir,ia tak mau menerima keadaan Langit yang cacat.

__ADS_1


"Mia.... bukan maksud kakak gitu sayang. Kakak tahu Mia sangat mencintai kakak tapi kakak nggak mau nanti keadaan kakak menjadi beban pikiranmu. Kakak sangat mencintaimu sayang... kakak tak ingin kamu sedih"Langit memeluk Mia dari belakang.


"Mia.... kamu mau dengar cerita kak Langit, sampai kak Langit bisa selamat dari kecelakaan itu"ucap Langit sambil menciumi tengkuk istrinya


Mia membalikan badannya. Ia menyembunyikan wajahnya di dada Langit.


Langit mengusap rambut istrinya...


"Kak Langit selamat dari kecelakaan itu karena di tolong ama warga setempat. Ketika kecelakaan terjadi yang pertama ada dalam pikiran kakak adalah kamu, kakak harus selamat. Aku tak boleh meninggal karena ada seseorang yang menungguku.


Kakak berusaha keluar dari pesawat. Beruntung sebelum pesawat mendarat darurat kakak udah memasang baju pelampung. Kakak mencoba berenang ketepi. Beberapa orang yang selamat juga melakukan hal yang sama. Kakak.... berenang terus dengan sisa tenaga. Kaki kakak yang patah tak kakak rasakan. Tapi rupanya kakak akhirnya kehabisan tenaga juga. Kakak pingsan didalam lautan. Kakak nggak tahu apa yang terjadi lagi."Langit menjeda ceritanya


Mia mengusap pipi suaminya dengan lembut. Ia dapat merasakan penderitaan Langit.


Langit mengecup bibir istrinya sebelum kembali bercerita. Ia menghapus air mata Mia yang mengalir karena mendengar ceritanya.


Kakak meminta mereka membawa kakak ke kota dan berapa biayanya nanti kakak yang ganti. Tapi rupanya transportasi disana susah. Sampai 2 minggu setelah kecelakaan baru kakak bisa di bawa ke kota"


"Dan dokter menyarankan kakak dirawat dirumah sakit yang lebih lengkap. Kakak menghubungi Rangga dan Daniel. Kakak bilang jangan beritahu siapapun dulu kalau kakak selamat. Mereka datang dan membawa kakak, dan memberi keluarga yang menolong kakak uang sebagai ucapan terima kasih"


"Kak Langit diperiksa ama dokter dan dinyatakan kaki kakak sementara tak bisa berfungsi seperti semula harus menggunakan kursi roda. Kakak tak mau membuat Mia menjadi sedih, makanya kak Langit bersembunyi dulu sampai kakak sembuh"Langit


"Mia selalu berpikir... bagaimana keadaan kakak. Tiap malam Mia menangisi kepergian kakak. Kakak jahat.... dengan kakak bersembunyi,Mia juga selalu sedih memikirkan dimana keberadaan kakak"Mia


"Sekali lagi maafin kakak ya.... apa yang harus kakak lakukan biar Mia tak marah lagi ama kakak"ucap Langit sambil mengeratkan pelukannya.


"Bagaimana kalau kita buat anak... biar kamu tak sedih lagi"goda Langit

__ADS_1


"Tak mau.... kakak.... baru aja ketemu pikirannya dah mesum aja"Mia


"Kakak udah puasa lama nih.... jangan buat adek kecil kakak berkarat"Langit


"Salah siapa sembunyi dari Mia"ucap Mia gusar.


"Ayolah sayang...... kakak pengen banget nih. Kamu yang diatas ya... kaki kakak masih sedikit sakit.... "ucap Langit memelas


"Nggak mau...... Mia masih marah nih ama kakak"ucap Mia dan membalikan badannya membelakangi Langit


"Dosa lho kalau nolak keinginan suami... "Langit mulai mengerayangi paha Mia. Ia mengusap paha Mia dan terus ke perutnya.


"Ih... geli kak.... "Mia


Langit terus aja bermain di tubuh istrinya. Karena Mia yang terus bertahan ia pun merobek gaun yang dipakai Mia.


"Kakak.... napa kakak merobek gaun Mia"ucap Mia menghadap Langit.


"Mia tak mau membukanya dengan sukarela, ya harus dipaksalah"ucap Langit dengan santai.


"Buka semuanya... tolong juga buka pakaian kakak"ucap Langit dengan suara yang udah berat menahan hasratnya.


Mia yang melihat wajah Langit dah mulai memerah menahan semua nafsunya, akhirnya membuka sisa gaunnya yang masih utuh. Dan membantu Langit membuka seluruh pakaiannya. Malam itu mereka menyatukan tubuhnya. Melakukannya beberapa kali karena sama sama merindukan. Mereka tertidur setelah begitu lelahnya atas penyatuan yang beberapa kali itu.


**********************


Jangan lupa like.... koment dan vote nya

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2