
Hampir satu jam Mia didalam kamar mandi. Jino mulai cemas, apa yang terjadi ama Mia.
Jino mengedor ngedor pintu tapi tak ada sahutan dari Mia.
"Mia... buka pintunya. Kamu ngapain lama lama dikamar mandi. ......"teriak Jino sambil mengedor pintu.
"Mia... Mia.... kalau kamu nggak buka juga pintunya,aku akan membuka paksa... akan aku dobrak pintunya"ancam Jino
Jino menunggu beberapa saat, sampai kesabaran nya habis, Jino akhirnya mendobrak pintu itu.
"Mia.... apa yang kamu lakukan"Jino panik melihat tubuh Mia yang mengapung di bathtup dalam keadaan pingsan.
Jino segera mengangkat tubuh Mia ketempat tidur. Dan segera menelpon dokter keluarganya.
"mengapa kamu begitu bodohnya, apa kamu segitu bencinya sama aku, Mia. Kamu rela mati dari pada ku sentuh."batin Jino
#############
Mia membuka matanya yang silau terkena sinar matahari siang yang masuk melalui celah jendela.
Mia merasakan ada tangan yang memeluk tubuhnya. Dia memandang kesampingnya, melihat Jino yang tidur sambil memeluknya.
"Maafin Mia kak......Mia sudah mencoba mencintaimu tapi Mia nggak bisa.. "ucap Mia sambil mengusap pelan wajah Jino takut membangunkan lelaki itu.
"Semua emang salah Mia.... "gumam Mia.
Jino yang hanya pura pura tidur mendengar setiap ucapan Mia.
"Mia.... kamu udah sadar... "Jino duduk menyandarkan badannya di ranjang.
"Maafin kakak...... kakak menyakitimu tadi malam. Kakak akui itu salah, sekali lagi maafin aku... "ucap Jino memandang wajah Mia...
"Udahlah kak... Mia juga salah. Mia juga mau minta maaf"
"Mia.... jangan tinggalin kakak, kita bisa mencoba memulainya lagikan. Kakak janji tidak akan memaksa Mia, tapi beri kakak kesempatan,kakak akan berusaha membuatmu jatuh cinta lagi ama kakak"lirih Jino..
"Kak..... Baiklah... Kita coba memulainya dari awal lagi, selama 3 bulan ini Mia beri kak Jino waktu, jika selama itu masih belum ada cinta,apa kakak mau melepaskan Mia dengan ikhlas"ujar Mia.
"Kakak setuju... tapi dengan satu syarat.... kamu harus resign dari kantor Langit dan jangan pernah jumpai lelaki itu. Jika dia benar benar mencintaimu, pasti dia akan menunggumu"ucap Jino.
"Tapi....... "
"Kalau kamu setuju dengan syarat kakak, maka kakak juga setuju melepaskanmu jika waktu 3 bulan kamu tidak juga mencintaiku"
__ADS_1
##########
Sudah seminggu Mia tak masuk kerja, Langit mencoba menghubungi ponsel wanita itu tapi tidak aktif....
"Permisi pak.... boleh saya masuk"ucap Farrel asistennya Langit.
"Silahkan..... "
"Pak ada e-mail masuk dari Bu Mia. Dia mengajukan surat pengunduran diri. Dan bersedia membayar denda karena keluar sebelum habis kontrak"ujar Farrel
"Sini saya lihat..... "Langit membacanya.
"Coba kamu cari tahu dimana alamat tinggalnya, karena di surat ini Mia
memakai alamat apartemen orang tuanya"
"Kamu dimana sayang, jangan tinggalin aku lagi. Apa yang terjadi sebenarnya denganmu,aku kangen"lirih Langit...
##########
"Kak.... makan. Dah masak nih"teriak Mia dari dapur.
"Kakak kan udah bilang, jangan masak, pesan aja makanan. Nanti kamu sakit lagi karena kecapekan"ujar Jino.
"Nggak lah kak, cuma masak dikit gini tak membuat Mia capek. "ucap Mia.
Tok... tok..
Terdengar suara ketokan di pintu.
"Siapa sih datang malam malam gini"ucap Jino
"Biar Mia yang bukain pintu ya kak"Mia berjalan kearah pintu
"Maaf.... mengganggu. Apa pak Jino ada"tanya wanita yang datang bertamu.
"Ada.. silahkan masuk.. "Mia membuka pintu mempersilahkan wanita itu masuk. Mia memandangi wajah wanita itu.
"Apa... kita pernah bertemu"tanya Mia, karena merasa tak asing dengan wanita tersebut.
"Mungkin bu... karena saya bekerja di perusahaan yang bapak Jino pimpin"ucap wanita cantik itu.
"Siapa yang datang bertamu Mia..... "teriak Jino.
__ADS_1
"Maaf siapa nama anda"tanya Mia.
"Dina bu... "
"Silahkan duduk... saya panggil kak Jino dulu"
"Kak ada wanita, yang bernama Dina mencari kakak"ucap Mia ketika sampai dihadapan Jino.
Mendengar nama Dina, Jino kaget dan langsung berdiri.
"Ada perlu apa kamu mencariku"ucap Jino ketus
"Maaf pak... ada yang perlu saya omongin berdua ama bapak"ucap Dina melirik ke Mia, seolah mengusirnya.
"Oh.... maaf,Mia mau ke kamar dulu"pamit Mia menyadari kehadiran nya mengganggu.
"Kita bicara di ruang kerjaku aja"Jino mengajak Dina menuju suatu ruangan.
"Katakan ada perlu apa kamu mencariku. Sudah ku bilang jangan ke apartemen mencariku"
"Aku sudah seminggu menunggu, tapi kamu nggak masuk kerja juga. Terpaksa aku kesini"
"Emang kamu mau ngomong apa"tanya Jino
"Aku hamil Jin, aku mau kamu bertanggung jawab dengan anak dalam kandunganku"
Jino kaget mendengarnya. Baru saja dia akan memulai hubungan baik ama Mia tapi Dina datang dengan masalah baru.
"Kamu yakin itu anakku"tanya Jino.
"Jin... apa maksudmu.. kamu tahukan kalau aku pertama kali melakukan hubungan badan denganmu"ujar Dina
"Tapi itu tidak bisa memastikan anak dalam rahimmu adalah anakku. Bisa saja kau menjebakku. Emang pertama kamu melakukan denganku, tapi setelah itu aku tak tau berapa banyak lelaki yang menidurimu"
Mia yang merasa haus dan bermaksud mengambil minum, berhenti di pintu ruang kerja Jino mendengar suara orang yang berdebat.
"Jino.... aku emang salah,berhubungan dengan suami orang, tapi aku bukan pelac*r yang tidur dengan banyak lelaki. Kalau kamu tidak percaya aku mengandung anakmu,kamu bisa melakukan tes DNA"
Mia yang mendengar itu berlari masuk ke kamar.
Dia mengurungkan niatnya yang mau minum.
***********
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like, koment dan vote
Terima kasih