
SAAT BERSAMAMU DULU MERUPAKAN HARI HARI YANG INDAH
KAU ORANG BAIK YANG PERNAH KUTEMUI
TAPI MAAFKAN HATIKU INI
YANG TAK BISA MEMBUKA UNTUK KAU ISI
DENGAN CINTAMU
SEKALI LAGI MAAFKAN AKU YANG TAK BISA MEMBALAS CINTAMU..... (MIA)
*************
Mia mematikan mesin mobilnya ketika sampai diparkiran kampus. Ketika akan berjalan,dia melihat Raga yang brrjalan ama Dewi.
Mia ragu buat menegurnya, tapi kalau dipikir pikir kak Raga nggak ada salah mengapa aku harus menghindarinya juga batin Mia.
Sebenarnya Mia rindu ama Raga. Mia mencoba menata hatinya sebelum memanggil nama Raga...
"Kak Raga.... "teriak Mia memanggil nama Raga...
Raga menghentikan langkahnya dan membalikan badan, kaget melihat siapa yang memanggilnya...
"Mia....... "Raga menjawab gugup.
Mia menghampiri Raga dan langsung memeluknya. Rasa rindunya udah tak tertahan lagi. Mia menangis di dalam pelukan Raga.
"Mia.... kangen ama kak Raga"gumam Mia, tapi cukup didengar Raga dan Dewi
"Kakak juga kangen Mia"tutur Raga.
Dewi yang melihat itu tak dapat membohongi hatinya, dia cemburu melihat Mia yang berpelukan dengan Raga. Dewi meninggalkan Raga dan Mia secara diam diam.
"Kakak marah ya ama Mia karena nggak pamit pergi"Mia melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Kakak nggak marah, cuma kakak kuatir ama Mia, karena Mia pergi dengan membawa sakit dan luka hati Mia"
"Mia nggak apa apa kak".....
"Eh kak Dewi...mana kak, tadi kakak ama kak Dewikan"Tanya Mia ketika menyadari mereka hanya tinggal berdua.
"Mungkin langsung kekelas... "
"Yuk kak, Mia juga mau ke kelas takut telat karena dah mau mulai pelajaran nya nih"Ajak Mia meninggal kan parkiran...
Mia sengaja mengajak Raga cepat cepat kekampus karena Mia nggak mau Raga membahas masa lalunya. Mia tak ingin membuat Raga terluka karena harus mengingat Mia yang tak pernah membalas cintanya.
Di sudut parkiran Langit melihat semuanya.
"Wah... hebat juga tuh bocah baru di kampus
ini dah banyak cowok kampus yang dekat dia. Cowok yang termasuk idola idola kampus pula yang dekat ama tuh bocah"Langit bergumam sendiri
####
Langit memasuki ruang seni buat istirahat melepaskan lelah. Langit ingin bermain musik sejenak pikirnya.
Diam diam langit duduk disebelah Mia, Langit memperhatikan Mia yang lagi asik melukis tanpa menyadari kehadiran seaeorang...
"Lumayan juga lukisan lo... "suara Langit mengagetkan Mia yang tengah larut dengan kuasnya....
"Kamu...... selain hobbi ngagetin orang apa sih hobbimu yang lain. Untung jantungku masih kuat, kalau nggak dah copot nih jantung"Mia menjawab dengan gusar karena kaget akan kehadiran Langit...
"Kok gue yang salah, lo tuh yang melamun, sampai nggak sadar ada orang. Untung yang datang cowok ganteng,baik,pintar dan tidak sombong"ujar Langit..
"Lo... narsis banget..kegeeran.. . "
"Bagus dong daripada minder"tutur Langit...
"Kok nggak kekantin lo cil, nggak ada yang traktir ya"tanya Langit...
__ADS_1
"Lo panggil gue apa tadi... cil... apa tuh cil"Mia balik bertanya ama Langit
"Cil.... Bocil maksud gue, kan lo nggak mau kenalan dan nyebut nama lo"Langit menjawab sambil cengengesan...
"Enak aja lo manggil gue bocil... Gue udah gede nggak bocah lagi, buat bocah aja gue dah bisa"
"Wuih... wuih.. lo ngajakin gue mesum, buat bocah... jangan disini dong"Langit bersuara sambil menaik turunkan alisnya..
"Ih... otak lo tuh yang mesum, siapa juga yang ngajak buat anak"Mia mengemas peralatan melukisnya bermaksud meninggalkan ruang seni.
"Eh... tunggu,gue belum tau nama lo, ntar gue panggil bocil lo nya marah... Langit... "Langit mengulurkan tangannya meminta berkenalan
"Mia.....ingat ya nama gue.. awas kalau masih gue dengar lu manggil bocil"jawab mia sambil menerima jabatan tangan Langit.
"Karena kita udah kenalan, gimana kalau kita kekantin, gue yang traktir sebagai salam perkenalan"ajak Langit.
"Baiklah... sebagai salam perkenalan. Gue nggak mau ntar dibilang sok jual mahal dan sombong kalau menolak lu. "
"Modus... bilang saja lu pengin gue traktir"
"Apaa... nggak jadi nih ke kantinnya"
"Lah lu baperan amat"
"Lu sih... gue mau salah.. ntar gue tolak tambah salah"
"Iya... maaf.. gue becanda. Puas lu"
"Hhmmm.... "
Langit dan Mia keluar dari ruang seni,berjalan beriringan di lorong lorong kampus menuju kantin.
Banyak mata di kiri kanan lorong memperhatikan langkah mereka. Mia menyadari itu tapi dia pura pura nggak tau.
Apa nih cowok banyak penggemar nya ya dikampus ini, ngapain aku kayak diawasi gini ya jalan ama cowok nih, batin Mia...
__ADS_1
*************
Terima kasih buat yang telah membaca dan memberi dukungan