Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps. 83


__ADS_3

Setelah istirahat sebentar,pesta dilanjutkan pada malam hari yang dikhususkan buat teman dan sahabatnya Langit juga Mia.


Dengan gaun biru muda model sabrina yang memperlihatkan bahu mulusnya, Mia dan Langit menyambut sahabatnya.


"Cantik banget sih... "bisik Langit


"Apaan sih Lang.... "


"Kamu cantik..... "ulang Langit.


Mia yang mendengar pujian Langit,hanya tersenyum dengan pipi yang merona merah.



"Selamat ya Mia.... Langit... moga pernikahannya kekal selamanya dan bahagia selalu"ucap Raga dan Dewi,menyalami keduanya.


"Kak.... nggak bawa Rafa... Mia kan bilang dah kangen banget"ucap Mia


"Lain kali kakak bawa ke apartemen mu,gangguin pengantin baru "canda Dewi


"Selamat Langit... Mia... moga bahagia"ucap Jino dan Dina yang juga menghampiri mereka.


"Terima Kasih kak..... "ucap Mia


Jino menyalami Mia agak lama. Matanya tak lepas memandangi Mia, membuat mata Langit melotot...


"Hhhmmmmmm......... "deheman Langit membuat Jino sadar dan melepaskan jabatannya.


Mia tersenyum kaku karena menyadari Langit yang cemburu.


"Silahkan cicipi hidangannya.... kami mau mendatangi tamu yang lainnya"ucap Langit.


Langit dan Mia menghampiri satu persatu tamu undangan. Sekadar berbincang sebentar. Setelah merasa kakinya sedikit pegal Mia mengajak Langit duduk.


"Aku tak suka ya lihat pandangan Jino ama kamu"ucap Langit ketika baru duduk.


"Lang.... itu kan cuma salaman doang"


"Nggak perlu lama buat hanya sekedar berjabat tangan.... "


"Ih.... suamiku cemburu.. "goda Mia


"Kamu sekarang memang udah pandai ya mengejek aku. Awas nanti setelah pesta kamu dapat hukumannya"


"Emang kamu mau menghukum Mia apa"tanya Mia


"Aku akan memakanmu sampai habis... ha... ha... "Langit terkekeh mendengar ucapannya sendiri.


##############


Langit dan Mia meninggalkan pesta setelah hampir tengah malam. Mereka pamit pada seluruh keluarga yang lagi ngumpul di ruang tamu.

__ADS_1


"Pa... Ma... tante om semuanya kami pamit dulu, mau istirahat"pamit Langit


"Silahkan..... istirahatlah Mia pasti dah capek"ucap mereka


Sesampainya di kamar Langit langsung membuka jas nya dan menggulung tangan baju kemejanya sampai kesiku.


Mia duduk di meja rias membersihkan wajahnya. Mia berdiri mencoba membuka kancing belakang bajunya.


Langit yang melihat Mia kesulitan,mendekatinya membantu membukanya.


Langit melihat punggung Mia yang putih bersih langsung menciumnya..


"Lang.... ih... geli... Mia belum mandi"ucap Mia


"Kamu cantik dan seksi banget sih.... "Langit menyandarkan kepalanya di bahu Mia.


"Kamu juga ganteng banget. Baik dan penyayang. Mia beruntung banget memilikimu Lang"


"Mulai saat ini aku suamimu Mia, kamu harus memanggilku kakak"pinta Langit. Ia mengecup pipi Mia.


Mia kembali duduk dan Langit jongkok dihadapannya sambil memegang kedua tangan Mia


"Aku takut semua ini hanya mimpi, aku takut ketika aku terbangun kamu tak ada disampingku"ucap Langit.


"Kak.... kamu nggak bermimpi... Mia juga nggak pernah menyangka kita dapat bersatu kembali"Mia mengecup bibir Langit.


"Jangan menggodaku... aku jadi nggak tahan, kamu nanti aja ya mandinya... kita langsung tidur aja ya"pinta Langit.


Mia dan Langit kaget, serempak menoleh ke sofa, muncullah kepala Daniel dari balik meja....


"Uhhh.... nyenyak banget tidurku sampai terjatuh"ucapnya tanpa rasa bersalah


Mia reflek menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Hei.... ngapain lo dikamar gue.... "bentak Langit


"Ya numpang tidurlah... "ucap Daniel polos


"Bedeb*h lo, untung gue belum ngapa ngapain ama Mia"gerutu Langit


"Emang lo mau ngapain ama Mia... "tanya Daniel


"Bangs*t lo.... lo kira ngapain orang kalau malam pertama jangan pura pura beg* lo, emang dasarnya tuh dah Be*o"ucap Langit.


"Maaf sayeng.... aku lupa kamu udah nikah, biasanya kan gue dan Rangga kalau kesini nginap tidur dikamar lo kan... "Daniel langsung mengelak ketika Langit melempar bantak kearahnya.


Mia tersenyum melihat perdebatan dua


sahabat itu.


"Jangan jangan Rangga juga tidur di kamar ini, dimana anak itu haa.... "geram Langit

__ADS_1


"Itu sana..... "tunjuk Daniel ke balkon kamar.


"Bangs*t bangun lo, kalian berdua nih emang minta dimutilasi ya, biar nggak bisa hidup lagi"Langit menendang bokong Rangga begitu sampai ditempat ia tidur


"Sakit tahu.... siapa sih yang berani ganggu tidur gue"Rangga bangun dari tidurnya dan melihat Langit berdiri dengan muka sangar


"Lo Lang... bisa sopan dikit nggak kalau bangunkan sahabat yang lagi tidur"ucap Rangga lagi


"Sopan lo bilang..... apa lo pikir kalian berdua sopan tidur dikamar pengantin baru"gerutu Langit.


"Biasanya kan kami juga tidurnya disini Lang, kok jadi marah gitu"ujar Daniel


"Mulai saat ini, lo berdua jangan pernah tidur dikamar gue kalau lagi nginap disini. Dan lo berdua kalau ke apartemen gue harus ngomong dulu, jangan asal masuk aja. Sekarang juga keluar kalian dari kamar gue... "


"Wuih.... baru aja nikah,kita udah dilupakan ya beb... "ucap Rangga kemayu... ke arah Daniel


"Jijik gue.... kalian harus hilang dari pandangan gue dalam hitungan ketiga.. "ucap Langit.


Daniel dan Rangga langsung berlari, karena mereka tahu kebiasaan Langit yang menghitung langsung ke angka tiga melewati satu dan dua.


"Gue doain malam pertama lo gagal karena Mia dah ketiduran"Daniel berujar sambil berlari.


Mendengar ucapan Daniel,Langit langsung melompat mengejar kedua sahabatnya.


"Tolong ma....Langit ngamuk.... "Rangga dan Daniel bersembunyi dibelakang punggung mama Langit.


"Minggir ma.... Langit mau menghajar dua cecunguk ini dulu"pinta Langit.


"Emang apa sih yang mereka lakukan.... "tanya mama


"Langit lagi ingin tidur ama Mia.... kaget karena ternyata di kamar ada nih anak berdua lagi enakan tidur. Untung belum ngapa ngapain"ujar Langit


"Apaa..... kalian tidur di kamar Langit"mama bertanya dengan kaget.


"Kan biasanya juga gitu ma, kalau nginap disini"ucap Rangga.


"Ha.... ha..... "mama nggak bisa menahan tertawanya melihat tingkah sahabat anaknya.


"Udah... udah... kamu segera ke atas, istirahat. Nanti keburu Mia tidur duluan kalau kelamaan ditinggalin"ucap mama


"Awas lo ya, perhitungan gue belum selesai"ucap Langit sambil berjalan menuju kamarnya


Rangga, Daniel dan mamanya tertawa melihat wajah kesal Langit.


****************


Jangan lupa ya tinggalkan jejaknya


Like... Koment dan vote


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2