
"Kak, Mia masakin nasi goreng seafood kesukaan kakak ya"ucap Mia didapur apartemen nya Jino pagi ini.
"Terserah Mia mau masak apa aja pasti enak,kakak tinggal dulu ya. Mau mandi"ucap Jino
Mia meletakan nasi goreng yang telah dimasaknya tadi di piring dan menatanya dimeja, tak lupa Mia membuatkan jus jeruk.
"Kak, makan lagi yuk, nih dah masak"teriak Mia, memanggil Jino yang masih ada dikamarnya karena baru selesai mandi.
Jino menarik kursi yang ada disamping Mia duduk dan mulai menyantap nasi goreng yang Mia masak..
"Enak banget masakan Mia, dari dulu kamu emang jagonya kalau masak"puji Jino
"Biasa aja kali kak, kakak jangan terlalu memuji ntar Mia jadi besar kepala nih"
Setelah selesai makan, mereka duduk menonton diruang televisi .
"Kak..... maafin Mia"ucap Mia memecahkan kesunyian diantara mereka...
"Maaf buat apa.... "tanya Jino, pura pura nggak mengerti maksud Mia
"Buat semuanya kak, untuk semua yang membuat kakak sakit hati dan marah ama Mia dan juga ama Langit"lirih Mia...
"Kenapa Mia yang harus meminta maaf atas kesalahan langit"ujar Jino..
"Karena semua kesalahan yang Langit lakukan ada Mia yang terlibat di dalam nya"
"Mia.... kamu tau gimana perasaan kakak saat tau kamu dan Langit selalu membohongi kakak. Kakak seperti orang yang sangat bodoh, yang selalu jadi sasaran kebohongan kalian"lirih Jino...
"Kak Mia benar benar minta maaf atas semua yang Mia lakukan"Mia menundukan wajahnya tak berani menatap Jino....
Jino duduk mendekat ke Mia, dia memegang tangan Mia.
Mia yang kaget refleks melepaskan tangannya dari genggaman Jino, ketika tersadar dengan perbuatannya yang telah memancing emosi Jino, Mia langsung menunduk kembali.
"Maaf.... Mia nggak bermaksud apa apa, Mia tadi cuma kaget"ucap Mia karena merasa sangat bersalah
__ADS_1
"Apa sebegitu takutnya kamu aku sentuh Mia"gumam Jino
"Bukan kak.... Mia benar benar kaget tadi"
Jino membuang pandangannya kesamping,untuk meredakan rasa emosinya..
"Kak maaf...... Mia benar benar minta Maaf"ucap Mia yang semakin salah tingkah melihat raut wajah Jino yang memerah...
"Kak.... apa kakak benar benar nggak mau maafin Mia, apa yang harus Mia lakuin buat dapatin maaf kakak"ujar Mia...
"Apa kamu yakin bisa ngelakuin apa yang kakak minta.... "tanya Jino
"Jika itu tak sulit pasti Mia lakuin"
"Aku yakin kamu tak sanggup Mia"
"emang kakak mau Mia ngelakuin apa"
"Jauhin Langit....... "sarkas Jino
Mendengar permintaan Jino, Mia langsung terdiam, tak dapat mengucapkan sepatah katapun....
"Kamu nggak bisakan"sinis Jino...
"Kak.... Mia..... "Mia gugup mau mengatakan apa.
"Udahlah Mia, kamu takan sanggup dan bisa jauh dari Langitkan. Aku tau kamu terpaksa menerima pertunangan kita, tapi aku tak mengira apa yang kamu lakukan dibelakangku jauh dari apa yang ada dipikiran ku. Mia yang kukenal dulu, gadis yang baik hati, yang akan berpikir beribu kali buat menyakiti hati seseorang,ternyata waktu merubah semuanya. Mia yang kukenal dulu tak ada didirimu sekarang.... "ucap Jino dengan penuh penekanan...
"Kak.... beri Mia waktu, Mia akui apa yang Mia lakukan selama ini jahat dan tak pantas. Tapi Mia tak bisa membohongi hati Mia, karena cinta Mia memang masih buat Langit"lirih Mia menahan air matanya yang akan tumpah...
"Lakuin lah apapun yang membuat kamu senang sekarang, tapi disaat hari pernikahan kita ditentukan, mulai detik itu kamu jangan pernah bertemu dengan Langit, karena aku tak bisa menjamin aku tak menyakitinya nanti"ucap Jino...
"Kak... semuanya salah Mia, jika Mia melakukan kesalahan kakak bisa menghukum dan melakukan apapun ama Mia, jangan libatkan Langit kak"
"Aku tak mengira cintamu sama sangat segitu besarnya Mia. Sampai kamu rela berkorban demi lelaki itu. Apa kamu yakin cinta Langit sebesar cintamu padanya, bukan karena nafsu semata"
__ADS_1
"Maksud kakak apa, Mia percaya Langit mencintai Mia... "
"Kamu yakin.... karena yang kulihat dia hanya bernafsu sma kamu"
"Kak.... kamu nggak bisa menuduh Langit seperti itu, kamu tak mengenal Langit"
"Aku tau Mia semua yang kalian lakukan dibelakangku, apa bukan nafsu jika kalian bisa tinggal seatap tanpa ada ikatan"
"Kak... itu tak seperti yang kamu bayangkan, kami tak pernah melakukan apa apa"lirih Mia dan air mata tampak dah mulai jatuh membasahi pipi mulusnya...
"Emang apa yang dilakukan wanita dan pria bila tidur seranjang selain menuruti nafsu... "Jino berucap sinis.
"Kamu keterlaluan kak, kamu sama aja menghina Mia"
"Jadi kamu mau aku berpikir apa, aku berpura pura bodoh aja,kamu dan dia cuma hanya tidur aja,nggak ngelakuin apapun, mau kamu aku berpikir gitu"Jino memajukan wajahnya mendekat ke Mia, sambil mencibir.....
Plak........
"Kamu keterlaluan kak, aku benci kamu"Mia menampar pipi Jino dan langsung menyambar tasnya dimeja dan berjalan keluar...
"Sebenci apapun kamu denganku, tapi aku tetap tunangannya kamu dan calon suamimu, aku lebih berhak atas dirimu daripada Langit ******** itu"teriak Jino, agar Mia masih dapat mendengar ucapannya...
Mia menghentikan langkahnya... dan berucap
"Lelaki yang kamu katakan ******** itu lebih menghargai aku dari kamu, dia tidak pernah sekalipun berkata yang menyakiti hatiku"
Mia langsung mempercepat langkah nya meninggalkan apartemen Jino, karena Mia udah nggak bisa membendung airmata nya lagi....
Jino melempar gelas yang ada di meja kedinding.....
"*kau akan membayar semua ini Langit. Aku takan membiarkan kau bahagia bersama Mia.
Aku pastikan Mia akan menjadi milikku secepatnya, agar kau merasakan gimana rasanya wanita yang kita cintai berada dalam pelukan lelaki lain"gumam Jino
***************
__ADS_1
**Jangan lupa like dan komentnya ya
Terima kasih***