
Mia terbangun ketika merasakan panasnya cahaya matahari yang masuk melalui jendela.
Dia memegangi kepalanya yang sedikit pusing.
Mia duduk bersandar di ranjang, memandangi seisi kamar tempat dia tertidur...
"Aku dimana nih... ini bukan kamarku. Dan aku seperti mengenali kamar ini. Apa mungkin aku tidur di kamar apartemen Langit" gumam Mia
Mia melihat ke tubuhnya dan menyadari dia hanya memakai baju kaos yang kebesaran dibadannya.
"Apa ini baju kaos Langit. Uhhh.... apa sih yang telah aku lakukan. Pasti ini gara gara minuman yang Daniel beri, membuat aku mabuk. "Mia bergumam lagi.
Mia memandang kearah pintu yang dibuka seseorang.
"Gimana.... masih pusing"Langit duduk di ranjang mendekati tubuh Mia.
"Maaf..... saya jadi merepotkan bapak. Lain kali saya tak akan mabuk lagi"ucap Mia pelan tanpa memandang kearah Langit.
"Tapi aku suka kalau lihat kamu mabuk, lucu... kamu kalau mabuk jujur banget omongan nya"ujar Langit menggoda Mia
"Apa yang telah saya katakan sama bapak, saya betul betul tak ingat"ucap Mia dan memandang ke wajah Langit yang semakin dekat kewajah nya.
"Kamu ingin tahu atau ingin tahu banget"lagi lagi Langit menggoda Mia dengan ucapannya sambil menaik turunkan alisnya dan makin mendekatkan wajahnya...
Mia merasa debar jantungnya sangat kencang ketika Langit makin mendekat kan wajahnya, Mia dapat merasakan hembusan nafas Langit dan mencium aroma tubuh Langit yang maskulin. Itu membuat wajah Mia bersemu merah.
"Saya mohon pak, katakan apa yang saya ucapkan kemaren. Apa itu memalukan"Mia menunduk menutupi kegugupannya karena jarak wajah mereka yang semakin dekat.
"Jangan panggil saya bapak,karena aku bukan bapak mu"
__ADS_1
"Tapi bukankah bapak........ "
Langit langsung membungkam mulut Mia sebelum ia melanjutkan ucapannya. Langit mengecup bibir Mia.
Mia menutup rapat bibirnya,tak ingin membalas kecupan Langit.
Langit yang merasa Mia menolaknya, memegangi tengkuk Mia dari tangan kanannya,merapatkan wajah mereka.
Langit menggigit bibir bawah Mia, yang membuat Mia membuka mulutnya.
Langit segera memasukan lidahnya ke mulut Mia dan memainkan di rongga mulut wanita itu.
Mia yang semula menolak, mulai membalas ******* dilidahnya. Mereka saling menukar saliva dan membelit lidah sampai akhirnya Mia mendorong dada Langit agar melepaskan lumatannya dimulut Mia karena ia merasakan nafasnya yang sesak.
"Kenapa..... mau lagi. Ingat jika kamu masih memanggilku bapak kalau kita hanya berdua,aku akan menghukummu seperti tadi lagi"ucap Langit.
"ih.... kenapa sih Langit. Apa yang membuat dia berubah. Kemaren2 bukankah dia yang menyuruhku memanggil bapak. "Mia membatin sambil memandang Langit dengan memajukan bibirnya.
"Siapa yang menggoda.... "Mia mengerucutkan bibirnya.
"Aku kan udah bilang jangan menggodaku"
Langit kembali mengecup bibir Mia, dan kembali ingin **********. Dia telah begitu rindu dengan bibir merah Mia.
"Ih.... Langit.. jangan mesum"Mia mendorong Langit agar tubuhnya menjauh..
"Ha.... ha..... mandi gih sana, udah siang. Itu baju gantinya"Langit menunjuk ke paper bag yang terletak di meja samping ranjang.
Langit meninggalkan Mia dikamarnya. Dan ia pun segera mandi di kamar tamu.
__ADS_1
"Lang.... udah jam 11 siang. Kenapa tadi Mia tak dibangunkan aja. Apa nanti kata karyawan lain melihat Mia baru datang ke kantor"ucap Mia di meja makan setelah mandi dan mengganti pakaiannya.
"Apa kamu lupa..... aku boss di perusahaan,nggak ada yang bisa ngomong sembarangan"ujar Langit sombong.
"Kamu sih enak Lang, takan ada yang berani omongin, tapi Mia... kan hanya karyawan pasti nanti jadi bahan omongan karena datang kesiangan"
"Jangan dengarin omongin orang. Makanlah,setelah ini baru kita ke kantor"
"Lang.... Mia boleh tanya"
"Hhmmmm..... "
"Apa sih yang Mia ucapkan dan lakukan ketika mabuk kemaren"tanya Mia
"Lo... nggak perlu tau, yang jelas itu rahasia, lo sendiri yang bilang itu"Langit kembali menggoda Mia dengan ucapannya. Mia mengerutkan keningnya mendengar ucapan Langit.
"Makasih ya Lang... bajunya. Kamu bisa potong uang gaji Mia buat gantiin bayarannya. Dan kamu masih ingat ya ama ukuran badan Mia"ujar Mia sambil tersipu malu.
"Kamu nggak usah menggantinya, itu baju mahal, Separuh gajimu akan terpotong buat bayarannya nanti"
"Dan juga perlu kamu ingat jangankan ukuran badanmu, letak tahi lalatmu yang paling tersembunyipun di tubuhmu aku masih ingat betul. Apa kamu lupa kalau aku sudah beberapa kali melihat tubuh polosmu,bahkan tadi malampun aku kembali bisa melihat semua lekuk tubuhmu "Langit kembali menggoda Mia. Dia senang melihat wajahnya Mia yang memerah karena malu.
"Langit.... kenapa mesum mu tak juga hilang"Mia melempar tisu kewajah Langit....
"Ha.... ha.... "Langit terkekeh melihat wajah Mia yang memerah seperti kepiting rebus.
"Jangan tertawa terus... yuk kita berangkat ke kantor, nanti semakin siang kalau terus meladeni pikiranmu yang mesum itu. "ucap Mia
******************
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentnya
Terima kasih