Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
BCYT part 19 ( S - 2)


__ADS_3

"Mom... Nico mau pamit. Sore mommy udah kembali ke rumahkan. Jangan terlalu mikirin anak anak mommy lagi. Kami sudah bukan anak anak. Mommy jaga kesehatan... jangan telat makan lagi.. "Nico mencium telapak tangan Mia


"Sayang... coba lihat sini... pipi kamu kenapa nak. Kamu di tampar papi lagi. Kamu bertengkar ama papi lagi"Mia


"Nggak mom... Nico tadi kebentur pintu di kamar mandi. Ngantuk jadi nggak konsentrasi "Nico


"Sayang... itu terlalu mengada ngada... kamu nggak perlu bohong"Mia


"Mom... betul ini tak apa apa. Nico masih ada kerjaan.. Nico mau kembali ke kantor"Nico


"Ya sayang... kamu juga jangan telat makan. Mulai besok mommy akan meminta bi Nah setiap sore masakin kamu diapartemen... jadi kamu bisa makan malam terus... "Mia


"Jangan mom... nanti akan merepotkan bi Nah... Nico kan bisa pesan aja... "Nico


"Mommy akan menambah gaji bi Nah. Kamu jangan menolak lagi... kamu masih menganggap mommy orang tuamu kan... "Mia


"Baiklah mommy.... "Nico mencium pucuk kepala Mia


"Hati hati.... "Mia


##############


Mia telah kembali dari rumah sakit. Ketika makan malam Mia tak mengeluarkan kata kata. Ia hanya diam.


"Sayang... kamu masih merasakan sakit... "Langit


"Nggak... "Mia


"Napa dari tadi banyak diam... apa kakak ada salah... "Langit tahu jika Mia sudah banyak diam berarti ada kesalahan yang di buatnya


"Apa kakak tak menyadari kesalahan kakak... "Mia


"Kalau kakak tahu ada salah... nggak mungkin kakak bertanya... "Langit


"Napa kakak tampar Nico lagi... nggak cukup dengan ia pergi dari rumah... "Mia


"Mia... maafin kakak, kemaren kakak memang emosi karena dengar kata Nico. ..."Langit


"Apa kakak nggak bisa bicara baik baik. Apa kakak sudah tak ada rasa sayang buat Nico "Mia


"Karena rasa sayanglah yang membuat kakak kecewa atas tindakan Nico"Langit


"Kak... jika bukan Nico yang menghamili Rachel apa kakak akan menikahkan Rachel dengan lelaki itu"Mia


"Pasti Mia... kakak pasti akan menikahkannya"Langit


"Kenapa Nico tak boleh menikahi Rachel"Mia


"Karena kakak sudah menganggap nya seperti anak kita sendiri"Langit.


"Kak... seharusnya kakak juga menikahkan Nico dan Rachel. Malahan seharusnya kakak bersyukur bapak dari anak yang di kandung Rachel itu Nico. Memang mereka melakukan hal yang salah. Tapi apa dengan menghukum mereka semua akan kembali seperti semula. Lebih baik Rachel menikah dengan Nico. Karena kita sudah tahu gimana sayangnya Nico terhadap Rachel. Jika kita menikahkan Rachel dengan lelaki lain... kita tak tahu gimana perasaan lelaki itu kepada Rachel. Bukan Mia membela Nico. ......Tapi Mia pikir tak ada salahnya Nico menjadi menantu kita karena memang ia telah kita anggap anak kita sendiri... "Mia

__ADS_1


"Kakak hanya belum bisa menerima kenyataan ini Mia... "Langit


"Lalu sampai kapan kakak bisa menerima takdir ini. Kakak lebih tega melihat calon cucu kita hidup tanpa seorang ayah. "Mia


"Entahlah Mia... pikiran kakak sekarang buntu... "Langit


"Kak Nico sudah mau bertanggung jawab... seharusnya kita bersyukur. Mia yakin bukan Nico yang menghamili Rachel... tapi ia mau menanggung semuanya. Karena Nico pasti sangat menyayangi Rachel. Kita tak akan kuatir jika Nico yang menjadi suami Rachel... "Mia


"Mia... maafin kakak... sekarang kita makan dulu ya. Nanti bicara lagi"Langit.


"Mia sudah kenyang... "Mia berdiri dan menaiki tangga menuju ke kamar Rachel dan menguncinya.


"Mia... buka pintunya. Mia kamu harus makan sayang. Kakak nggak mau nanti kamu sakit lagi"Langit mengetuk pintu kamar Rachel


"Biarkan Mia sendiri dulu kak.. Mia mau istirahat "Ucap Mia parau karena sedang nangis.


"Mia... jangan begini sayang... kamu mau kakak melakukan apa... asal jangan meminta kakak menikahkan Nico dan Rachel.. pasti akan kakak turuti.. "Langit


"Mia nggak mau apa apa kak... Mia mau tidur aja"Mia


"Baiklah Mia... kamu tidurlah dulu sebentar. Setelah itu kamu harus makan ya sayang"Langit


##############


Langit mengajak Rangga dan Daniel ke klub langganan mereka. Pikirannya lagi kacau. Ia pengen minum untuk menghilangkan beban pikirannya.


"Tumben lu ngajak minum lagi. Apa ada masalah lagi... "Rangga


"Gue rasa itu lebih baik Lang... dari pada lu membiarkan anak itu lahir tanpa seorang ayah... "Daniel


"Tumben ucapan lu benar... Dan... Lu udah tak lupa minum obat ya"Rangga


"Emang gue sakit selama ini... "Daniel


"Gue sependapat ama Daniel... Lang. Buakankah Nico anak yang baik... mengapa lu tak mau mereka menikah"Rangga


"Karena di hati gue... Nico itu anak kandung gue juga. Gue akan canggung nanti ketika melihat mereka mesra dan tidur bersama bukan sebagai kakak dan adek tapi sebagai sepasang suami istri"Langit kembali meminum alkohol itu. Sudah menghabiskan tiga botol.


"Lang... sudah minumnya nanti lu bisa mabuk"Rangga


"Lu kalau aja masalah Mia langsung pusing... langsung minum minum. Kemaren pertama tahu Rachel hamil lu kagak seperti ini banget. Giliran Mia marah langsung uring uringan. Lu pusing karena takut nggak diberi jatah ama Mia. Lu tak bisa ya kalau nggak main kuda kudaan ama Mia... "Daniel


"Main kuda kudaan pala lu. Orang Langit lagi pusing.. lu masih mikirin ke sana... "Rangga


Langit terus meminta minuman kepada pelayan dan meminumnya. Sampai akhirnya Langit mabuk.


"Lang... sudah minumnya. Lu sudah mabuk. Gue antar lu pulang ya.. "Rangga


"Gue malas pulang... Mia marah ama gue. Gue tak bisa lihat Mia marah. ..."celoteh Langit


Rangga dan Daniel akhirnya sepakat membawa Langit pulang. Mereka tak mau Langit semakin mabuk.

__ADS_1


Sampai di rumah... Mia membukakan pintu. Ia dihubungi Daniel.


"Maaf merepotkan Rangga dan Daniel... Tolong tidurkan di sofa aja dulu..... "Mia


"Mia mana Rachel dan Nico.... "Langit.


"Rachel... Nico... papi pulang nak... lihatlah papi bawakan apa... "racau Langit


"Oh... papi lupa... kalian sudah pergi ninggalin papi. Papi sayang kalian nak. Papi rindu...


Kalian benar... papi bukanlah papi yang dapat di banggakan. Papi telah gagal jadi orang tua. Lihat... papi sudah membuat semuanya menderita. Nico harus ninggalin rumah. Rachel juga harus sembunyi. Mommy kamu juga sakit gara gara papi....


Papi... memang telah membuat kalian semua kecewa. "Langit menangis terisak


"Kak... kakak tetap papi yang baik bagi mereka. Kakak papi yang membanggakan... "Mia memegang tangan Langit


"Mia maafkan kakak... sayang"Langit


"Mia juga minta maaf kak... "Mia memeluk tubuh Langit yang beraroma alkohol yang menyengat


Daniel dan Rangga terpaku melihat Langit yang terisak isak dipelukan Mia.


"Papi rindu saat kalian kecil... saat mengantar ke sekolah... saat pergi jalan jalan bersama... saat kalian menangis karena meminta dibelikan mainan... Papi rindu saat saat itu... Papi ingin kalian kembali.... hiks.. hiks.. "Langit kembali tersedu karena menangis.


"Kakak... mereka pasti juga merindukan papi nya... "Mia


Langit terus saja meracau sambil menangis. Dan setelah lama menangis Langit akhirnya tertidur di paha Mia.


"Mia... biar kami bantu bawa Langit ke kamar. "Rangga dan Daniel memapah Langit ke kamarnya. Mereka menidurkan Langit di kasur


"Terima kasih Rangga. ...Daniel. Sekali lagi maaf telah merepotkan"Mia


"Mia... kamu jangan sungkan begini. Kami bukan orang lain bagi Langit. Kami pamit dulu ya... "Rangga


"Mia... jangan tidur di kamar lain. Langit mabuk karena lu nggak mau tidur ama dia . Mungkin ia pengen tadi.. tapi lu lagi ngambek jadi pusing deh"Daniel


"Bacot lu.... "Rangga menoyor kepala Daniel


"Napa lu yang marah. Emang Langit pusing banget karena Mia marahkan... "Daniel


"Mulut lu emang masih belum disekolahkan.... kami pamit dulu ya Mia"Rangga


"Ya... hati hati. Sekali lagi terimakasih"Mia


"Ok....santai aja Mia... "Daniel


Setelah Rangga dan Daniel pergi Mia langsung menuju kamar tidurnya....


*********************


Jangan lupa like... koment dan like

__ADS_1


Terima Kasih


__ADS_2