Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
BCYT part 61 ( S - 2 )


__ADS_3

Langit dan Mia baru saja pulang dari perjalanannya di Singapura. Mereka makan malam bersama seperti biasanya


"Pepo ada beliin robotan buat Alvin"


"Ada... banyak pepo beliin.. "


"Pepo... pepo beliin Alvin robotan yang banyak, apa karena Alvin anak yang baik "


"Tentu... Alvin cucu kesayangan pepo yang baik, ganteng dan pintar "


"Kalau orang baik disayang Tuhan juga kan pepo"


"Iya... sayang"


"Memo... kalau orang jahat dibenci Tuhan "


"Tuhan tidak pernah membenci ...sayang.. "


"Tapi.. daddy pernah bilang kalau orang jahat dibenci Tuhan"


"Daddy mungkin salah dalam penyampaiannya... Tuhan tidak membencinya...mungkin Tuhan akan menegur orang yang jahat dengan berbagai cobaan"


"Memo... apa Tuhan membenci orang jahat dengan membuat ia sakit"


"Itu salah satu teguran seperti yang memo bilang tadi, bukan karena Tuhan membencinya"


"Alvin sudah ngomongnya... sekarang makan dulu"


Alvin dengan muka cemberut akhirnya menyantap makanannya. Setelah selesai makan ketika mereka mengumpul diruang keluarga Alvin kembali bertanya. Ia duduk dipangkuan peponya...


"Pepo... ada oom teman daddy yang sakit... apa itu karena Tuhan membencinya"


"Hhuak... hhuaks... "Nico terbatuk mendengar ucapan Alvin


"Temanmu yang mana sakit Nico... "


"Oom yang dulu pernah daddy pukul di kantor daddy... pepo"


"Siapa.... apa Dionn.... "tanya Langit


"Hhmmm.... iya pi. Dion lagi di rawat karena mengidap penyakit kanker darah"ujar Rachel pelan


"Apaa..mommy tak salah dengar sayang.. "


"Tidak mom...papi maafkan Nico dan Rachel karena kemarin mengajak Alvin menjenguk Dion. Karena tante Dina memohon pada kami untuk mengizinkan Alvin bertemu Dion"


"Bagaimana keadaannya sekarang... "ujar Mia sedih


"Cukup memprihatinkan. Tubuhnya sudah kurus dan rambut sudah menipis. Kanker yang dideritanya sudah stadium empat. Harapan sembuh sangat tipis... "


"Hhhhuh.... lalu apa yang ia inginkan"Langit menarik nafasnya dengan berat


"Ia meminta izin pada kami untuk dapat membawa Alvin menjenguknya kembali... karena ia takut tak dapat melihat Alvin lagi untuk selamanya"Ucap Rachel sambil menunduk menahan air matanya.


"Sayang... mommy mau menjenguknya besok. Kamu dan Rachel bisa temani mommy"


"Bisa mom... tapi Nico ke kantor sebentar dulu... mau minta tolong Raffa selesaikan sedikit kerjaan Nico"


"Kakak... mau ikut sama Mia besok... "

__ADS_1


"Kamu saja dulu... kakak besok besok aja menjenguknya"


"Kak... Dion lagi sakit keras. Cobalah buang sedikit rasa benci kakak kepadanya. Bagaimanapun juga Dion ayah. biologis dari Alvin... cucu kita."Mia mengusap tangan Langit memberi rasa ketenangan buatnya.


"Kakak masih ada rasa kecewa pada nya. Kakak belum siap bertemu muka saat ini"


"Tapi kak... jangan nanti ada penyesalan jika ternyata kakak tak dapat melihatnya lagi... "


"Mia... apakah kamu yakin ia akan pergi buat selamanya... "


"Mia tidak bisa menjawabnya.. karena kematian adalah rahasia Allah. Tapi kak... kita juga tidak dapat mengelak dari semuanya. Jika memang ia diberi kesembuhan... kita juga tidak dirugikan jika kita pernah datang menjenguknya. Jika umurnya pendek kita tidak akan menyesal karena belum memaafkan dan meminta maaf padanya."


"Baiklah besok kakak temani kamu.. "


"Terima kasih kak..."Mia langsung memeluk Langit


"Memo... meluknya jangan kuat kuat. Alvin lemas "ucap Alvin yang ada dalam pangkuan Langit.


################


"Nico.... kamu nggak usah antar mommy. Mommy pergi menjenguk Dion dengan papi saja. Tapi jika kamu ingin ikut juga kamu bisa menyusul kami dengan Rachel"


"Nggak usah mom.. Nico menjenguknya kapan kapan aja lagi sama Rachel. Nico kan udah menjenguknya kemarin "


"Mommy boleh membawa Alvin... "


"Mengapa mommy minta izin Nico"


"Tentu saja mommy harus meminta izin denganmu... karena kamu daddy nya Alvin"


"Mommy.... seperti yang mommy bilang.. kita tidak bisa memungkirinya.. bagaimanapun Dion adalah ayah biologis dari Alvin... Alvin hadir juga karena ada Dion."


"Mommy... apa mommy mau menjenguk kak Dion pagi ini"ucap Rachel yang baru datang dari kamar dengan membawa tas kerja Nico


"Ya... sayang... mommy mau bawa Alvin sekalian... Nico telah mengizinkan mommy.. apakah kamu juga mengizinkan mommy"


"Jika kak Nico mengizinkan... Rachel sudah pasti mengizinkan mommy... "


"Terima kasih sayang... mommy sangat bersyukur diberi anak anak seperti kalian... sangat baik dan pengertian... "


#####################


Langit dan Mia serta Alvin yang ada digendongan Langit berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju ruang rawat Dion. Ketika sampai didepan kamar rawat Dion... Langit berhenti sejenak... ia tampak sedikit ragu.


"Kak.. jangan ragu... memaafkan bukan berarti kalah... "Mia tersenyum memberi kepercayaan kepada Langit.


Mia mengetok pintu kamar itu


"Permisi... apa kami boleh masuk"ucap Mia


"Ya... silakan"jawaban dari dalam yang Mia yakinkan itu suara Dina.


"Pepo... apa kita mau lihat oom yang sakit itu lagi"ucap Alvin mengingat kamar tempat Dion dirawat


"Ya sayang... "Langit membuka pintu. Ia masuk diikuti dengan Mia.


"Langit... Mia.... "ucap Dina dengan sangat terkejutnya. Mendengar nama Langit dan Mia yang diucapkan mamanya... Dion membuka matanya perlahan. Ia dapat melihat Langit, mia dan Alvin mendekat kearah tempat tidurnya.


"Om Langit... tante Mia... terima kasih mau datang menjenguk Dion"ucap Dion pelan

__ADS_1


"Bagaimana kabarmu Dion"Mia mengusap pelan tangan Dion


"Beginilah tante... Dion harus terbaring dirumah sakit ini... "ucap dion sambil menahan air matanya.


"Kamu yang sabar ya... harus kuat melawan semua penyakit ini"


"Langit... Mia... terima kasih karena mau membawa Alvin sekalian buat menjenguk Dion... karena Alvin lah salah satu penyemangat buat Dion... "ujar Dina


"Oom... mengapa om sering nangis. Sakit ya badannya oom... "


"Oom menangis karena senang melihat Alvin datang menjenguk"Dion duduk bersandar dikepala tempat tidurnya.


"Om.. tante... boleh nggak Dion memeluk Alvin..."


"Boleh... sayangnya memo.. sini peluk oom Dion"Mia membawa Alvin ke dalam pelukan Dion


"Alvin... maafin oom.. oom sangat menyayangimu. Bolehkah oom meminta padamu untuk dapat memanggil oom dengan papa.. "ucap Dion disela tangisnya


"Mengapa Alvin harus memanggil oom dengan papa... "


"Karena oom menyanyangimu seperti anak kandung om... "


"Pepo... memo... apa Alvin boleh memanggil oom ini dengan papa... bukankah papanya Alvin adalah daddy.. "


"Boleh sayang...punya papa dua bukankah itu lebih menyenangkan... "ucap Mia


"Baiklah om... mulai hari ini Alvin panggil oom dengan papa... oom senang"


"Senang banget sayang...Oom.. tante... Dion minta maaf yang sebesar besarnya atas semua kesalahan yang pernah Dion lakukan dulu. Sekarang Dion sudah mendapat balasannya... mungkin dengan diberinya penyakit ini ketubuh Dion dapat mengurangi dosa Dion yang lalu terhadap Rachel... "


"Oom sudah memaafkan kamu"ucap Langit datar


"Tante juga sudah memaafkan kamu dan tante juga minta maaf jika tante pernah menyakitimu dengan kata kata tante... semoga kamu dapat menjalani semuanya dengan tabah... tante berharap kamu dapat sembuh seperti dulu lagi... "


"Terima kasih atas doanya tante... walaupun Dion tahu... untuk dapat sembuh harapannya sangat tipis.. tapi doa tulus dari tante membuat Dion senang... "


"Maaf kami tidak dapat berlama lama disini. Karena rumah sakit tidak baik buat kesehatan anak anak sebesar Alvin.. kami pamit dulu... "Langit membawa Alvin ke dalam gendongannya.


"Ya... om.. sekali lagi terima kasih karena mau datang menjenguk Dion"


"Ya.. sama sama Dion... jangan lupa minum obat. Tante pamit dulu. Dina kami harus pamit"


"Ya... mia... terima kasih... sampaikan salam ku buat Nico dan Rachel... Alvin terima kasih ya karena mau memanggil papa dengan papa Dion... "


"Ya.. oma... papa...Alvin pulang dulu.. semoga papa cepat sembuh.. jangan jahat lagi biar Tuhan tak marah"


"Ya... Alvin... papa nggak akan jahat lagi"


Setelah Langit.. Mia dan Alvin hilanh dari hadapannya, Dion langsung menangis tersedu


"Mama... Dion tak lagi bermimpi kan ma.. semua ini nyata kan ma. Alvin tadi memanggil Dion dengan papa... .Mama jika ini memang mimpi Dion mohon jangan pernah bangunkan Dion dari mimpi indah ini"


"Dion... semua ini nyata nak... Alvin memanggilmu papa... anakmu telah memanggilmu papa"


Dina memeluk Dion yang menangis tak dapat menahan rasa bahagianya dapat mendengar Alvin memanggilnya dengan papa.


***********************


Terima kasih untuk tetap setia membaca novel ini..

__ADS_1


Mampir juga dinovelku AKU BUKAN SIMPANAN


__ADS_2