
Nico dan Rachel menuju taman rumah sakit. Alvin yang ada di gendongan Nico tampak heran karena daddy dan mommy nya tak jadi masuk ke mobil tapi duduk di taman.
"Daddy... kita nggak jadi pulang. Mengapa duduk di sini"
"Daddy dan mommy ada perlu dengan oma yang tadi... sebentar daddy mau ngomong dulu, baru kita pulang"
"Ya daddy... "
Tak berapa lama menunggu, tampak tante Dina yang berjalan tergesa menuju tempat Nico dan Rachel duduk.
"Maaf membuat Nico dan Rachel menunggu"
"Nggak apa apa tante... "
"Tante mau ngomong apa... silakan bicara. Karena saya tidak punya banyak waktu. Alvin akan bosan jika menunggu terlalu lama"ujar Nico tanpa basa basi
"Nico, Rachel... sudah satu bulan ini Dion dirawat di rumah sakit ini karena penyakit yang dideritanya. Tante nggak tahu apa lagi yang dapat tante lakukan untuk membuat Dion semangat dalam menjalani pengobatannya. Untuk itu tante mohon bantuan nak Nico dan Rachel"Dina menarik nafasnya kasar.
"Memangnya apa yang bisa kami bantu... "ujar Nico
"Tante mau minta kamu izinkan Alvin bertemu dengan Dion... "
"Tante... alasan apa lagi ini... apa tante menjadikan alasan sakitnya Dion untuk kami dapat mengizinkan Dion bertemu Alvin"Ucap Nico sedikit emosi...
"Alvin... Alvin bisa main di sana bentar sayang. Tapi jangan jauh jauh... "pinta Rachel
"Ya.. mami. Alvin boleh naik plosotan mami..."
"Boleh sayang... tapi hati hati jatuh"
__ADS_1
Alvin berlari ke taman yang ada permainan anak anaknya..
"Nico maaf. Sakitnya Dion bukan lah sebagai alasan tante agar kamu mengizinkan ia bertemu Alvin. Tapi Dion memang sedang mengidap penyakit yang berbahaya... ia menderita sakit kanker darah stadium empat. Umurnya diperkirakan tidak akan lama... "tante Dina mulai terisak diantara ceritanya
"Apaa tante... kak Dion lagi menderita sakit kanker darah stadium empat. Tante nggak bohongkan... "ujar Rachel terkejut
"Buat apa tante bohong. Jika itu bohong sama aja tante mendoakan ia sakit... "
"Sejak kapan tante mengetahui Dion terkena kanker darah "
"Sejak dua bulan lalu... Ternyata selama ini Dion menutupinya dari tante. Kamu tahukan Nico, Dion begitu ngototnya ingin bertemu dan dapat bermain dengan Alvin. Ternyata karena ia sudah mengetahui kalau ia terkena penyakit kanker darah. Ia ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan buah hatinya. "isakan tante Dina terdengar lagi.
"Apa om Jino juga mengetahui penyakit yang diidap oleh Dion"tanya Nico
"Sudah... tapi kami tidak dapat melakukan apa apa buat menolong Dion. Harapan untuk memperpanjang umurnya hanya dengan pencangkokan sum sum tulang belakang. Tante dan om Jino telah menjalani serangkaian tes untuk mencocokan dengan sel di tubuh Nico... tapi hasilnya tak sama. Harapan satu satunya adalah dengan darah dagingnya,kecocokan itu akan besar.. itu yang dokter katakan... "
"Jadi maksud tante menemui Rachel buat izinkan Alvin bertemu Kak Dion sekalian meminta izin agar Alvin menyumbangkan sum sum tulang belakangnya "tanya Rachel dengan sedikit emosi
"Jadi maksudnya tujuan tante menemui Nico dan Rachel memang hanya meminta izin agar Alvin dipertemukan dengan Dion"
"Ya Nico... tante berharap dengan sering bertemunya Dion dan Alvin... itu akan memberi semangat buat Dion bertahan. Karena Dion terkadang tampak putus asa dan pasrah.. ia tidak mau minum obat dan menjalankan kemoterapi... Tante mohon izinkan Dion bertemu Alvin... "
"Tante Nico minta maaf... bukan nya Nico tak berempati terhadap Dion.. tapi Nico benar benar tak bisa memutuskannya... papi sudah meperingatkan Nico untuk tidak memberi izin Dion bertemu Alvin... "
Dina tiba tiba berdiri dari duduknya dan berlutut dihadapan Nico dan Rachel..
"Nico... Rachel... tante mohon... izinkan lah Dion bertemu Alvin... "
"Tante berdirilah tak enak di lihat orang"Nico membantu Dina berdiri
__ADS_1
"Tapi tante memohon dengan sangat..Alvin lah yang bisa memberi Dion semangat untuk sembuh, walau harapan sembuh itu sangat mustahil paling tidak jika ia semangat dalam menjalani pengobatan itu dapat memperpanjang umurnya sesaat"
"Bagaimana Rachel.. menurut pendapatmu apa yang harus kita lakukan... kak Nico takut papi marah jika tahu kita mempertemukan Alvin dan Dion"
"Tante mohon Rachel... kalian bisa menutupinya dari papi kalian... "
"Tante... rumah sakit ini papi lah pemegang saham terbesar nya.. setelah om Chandra. Jadi hampir seluruh dokter mengenali papi begitu juga dengan Rachel dan kak Nico. Jika kita pertemukan kak Dion dan Alvin... Rachel takut ada yang memberitahunya... "
"Rachel... sekali lagi tante memohon padamu... Tak ada cara lain yang bisa membuat Dion semangat selain Alvin... karena hampir setiap hari Dion mengigau menyebut nama Alvin"
"Baiklah tante.. untuk kali ini Rachel akan mempertemukan Alvin dan kak Dion... tapi buat pertemuan berikutnya Rachel tak bisa menjanjikannya... Rachel takut papi marah."
"Baiklah Rachel.. terima kasih"
"Kak Nico biarlah kali ini kita izinkan kak Dion bertemu Alvin"
"Semua terserah kamu aja.. Rachel... kakak ke tempat Alvin dulu. Tante..
tante bisa jalan duluan... Tante tinggal menyebut dimana Dion dirawat, nanti kami susul. Nico harus meminta izin Alvin dulu, supaya ia mau menemui Dion"
"Baiklah Nico. Dion dirawat di kamar anggrek dengan nomor kamar 578"
"Ya tante... "
"Terima kasih nak Nico dan Rachel. "
Dina berjalan dilorong lorong rumah sakit menuju kamar rawat Dion... Ia melangkah dengan sedikit tersenyum...
******************
__ADS_1
Terima kasih buat semuanya... buat yang tetap setia membaca novel ini... memberi semangat dengan meninggalkan jejak berupa like... koment dan vote.
Mampir juga di novel ku. AKU BUKAN SIMPANAN