Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps. 105


__ADS_3

"Mia nih ada undangan dari Jino peresmian anak cabang perusahaannya sekalian ulang tahun pertama Dion anaknya"Langit


"Kapan kak.... "Mia


"Besok malam... apa Mia bisa pergi"Langit


"Emang kenapa ama Mia kok nggak bisa pergi"Mia balik bertanya


"Kakak takut nanti kamu pusing, dan muntah. Lagi pula kamu kan harus banyak istirahat sayang"Langit


"Emang Mia di pesta itu mau angkat piring kotor, mau bersih bersih sampai capek"gerutu Mia


"Tapi..... "Langit


"Tapi apa... bilang aja kakak nggak boleh Mia ke pesta tuh karena takut Mia ketemu kak Jino"ucap Mia memotong ucapan Langit


"Nah... itu tahu... pintar banget istri kakak sekarang"ucap Langit sambil mengusap kepala Mia.


"Kakak... itu bukan alasan. Sekarang kak Jino udah bahagia dengan pernikahannya dan telah dikaruniai seorang anak lelaki, pasti tak ada lagi tempat Mia dihatinya. Kakak kok masih cemburu aja"Mia


"Karena kamu tambah cantik sayang sejak hamil nih.... kakak jadi tambah cinta... "rayu Langit.


"Besok berarti kita pergikan kepesta kak Jino"Mia


"Gimana ya.... kakak mikir dulu ya"goda Langit. Karena ia senang membuat Mia cemberut.


"Udahlah.... terserah kakak aja. Padahal Mia ingin ketemu teman teman kuliah"gerutu Mia.


Ia pun membalikan badannya membelakangi Langit. Mia menarik selimutnya menutupi tubuhnya hingga dada.


"Sayang.... dosa lho... kalau marah ama suami"rayu Langit sambil memeluk pinggang Mia


"Bodo amat..... "jawab Mia.


"Eh... nggak mau jadi istri durhaka kan"Langit


"Ih... kakak ngeselin banget sih"rajuk Mia


Langit mengecup tengkuk istrinya dan menggigit telinganya.


"Kamu pengen kepesta itu karena ingin jumpa teman teman apa pengen ketemu Jino"bisik Langit.


"Mia udah nggak pengen pergi. Mia dirumah aja,nanti Mia jadi istri durhaka kak"ucap Mia terisak. Ia tak tahu mengapa sejak hamil jadi sensitif dan cengeng.


"Kok nangis.... kakak cuma bercanda sayang, kita pasti pergi kok. Siapa yang bilang Mia istri durhaka biar kakak beri bogem mentah tuh mulut orang"bujuk Langit dan membalikan badan Mia agar menghadapnya.


"Kakak yang ngomong tadi kalau Mia marah berarti istri durhaka"rungut Mia


"Ada ya kakak ngomong gitu.... Maaf deh sayang.... kamu istri yang baik dan sholeha kok"Langit menghujani Mia dengan ciuman.

__ADS_1


"Kakak pengen... boleh ya"Langit


"Kakak pasti ujung ujungnya minta itu. Mia yang masih ngambek nih"Mia memajukan bibirnya


"Minta apa sayang.... "goda Langit


"Auk ..ah... gelap"Mia


"Kamu suka main gelap gelap ya. Oke deh kakak matiin nih lampunya"Langit


"Ih... kakak... napa sih suka ngeselin Mia"Mia


"Karena kamu tambah cantik kalau lagi marah"Langit langsung naik ketubuh istrinya dan memulai permainannya.


################


"Sayang dah siap berpakaiannya..... "Tanya Langit dari ruang keluarga.


"Bentar lagi kak...... "ucap Mia


"Jangan dandan cantik banget sayang.... nanti kakak cemburu lho"Langit



"Udah.. ..ayo kita berangkat lagi"ucap Mia yang tampak cantik dengan gaun model sabrina warna peach


"Kamu cantik banget... kakak nggak mau kamu pakai gaun ini. Ganti aja... itu memperlihatkan bahu Mia"Langit


"Siapa bilang tak seksi... gaunnya mengekspos bahu Mia yang mulus. Itu cuma kakak yang boleh lihat. Ganti gaun yang lain"Langit


"Ih kakak... ...jadi ngeselin deh sekarang"Mia berjalan dengan menghentakan kakinya


"Mana mungkin ia datang ke pesta Jino dengan gaun yang membuat ia tampak sangat cantik. Aku tak mau ia jadi pusat perhatian"bathin Langit


Mia keluar dengan memakai gaun merah lengan panjang sebatas tengah pahanya.



"Sayang ini seksi banget lagi... paha Mia terekspos. Kakak udah bilangkan Mia harus pakai baju yang selutut atau lebih dalam lagi"Langit.


"Kakak.... Mia nggak mau ganti lagi ya. Udah telat. Bawa jaket nih aja buat nutupin paha Mia kalau duduk"ucap Mia


"Tapi.... ... "Langit


"Mia... nggak ikut nih.. kakak pergi aja sendiri"Mia memotong ucapan Langit dan masuk ke kamar.


"Sayang.... jangan ngambek ya. Oke pakai gaun merah ini aja. Mau pakai jaket atau nggak terserah. Tapi janji ya Mia nggak boleh jauh dari kakak"rayu Langit.


"Iya...... Mia akan dekat kakak aja"Mia

__ADS_1


"Oke..... sekarang kita berangkat lagi"Langit menggandeng lengan Mia


##################


" Selamat Malam kak Raga... kak Dewi, kak Raga dan malam juga Dina"sapa Mia di dalam pesta.


"Selamat Malam Mia... Malam Langit"Raga


"Selamat malam.... terima kasih telah menyempatkan hadir"Jino


"Ini ya si ganteng Dion... "Mia mengusap pipi Dion gemas


"Kamu tambah cantik aja Mia"Dina


"Terima kasih... kamu juga tambah cantik"Mia


"Kapan nih nyusul kami... punya momongan. Jangan asik berdua aja"Dewi...


"Doain aja... semoga anak yang ada dalam kandungan Mia sehat"Langit


"Jadi kamu lagi hamil Mia"Dewi


"Ya kak....baru jalan 2 bulan."Mia


"Pantesan tambah cakep... karena aura kehamilan rupanya"Dina


"Biasanya kalau ibunya tambah cantik kalau lagi hamil... anaknya cewek"Dewi


"Oh... ya. Itukan cuma mitos kak. Laki laki atau perempuan sama aja, yang penting. sehat"Mia


"Ya bagi kami tak masalah jenis kelamin apa. Karena kalau cowok pasti ganteng kayak papinya dan kalau cewek cantik kayak mommynya"ucap Langit bercanda


" Kalau cewek pasti jadi rebutan antara anak ku ama anak Jino"ujar Raga


"Bisa aja kak Raga"Mia


"Maaf bukannya aku masih dendam atau marah dan juga bukan aku mendahului takdir.


Aku mungkin tak akan setuju jika anakku cewek nantinya berhubungan dengan anak Jino. Karena aku tak mau Mia masih berhubungan dekat ama kamu"bathin Langit.


"Maaf Jino... Raga kami permisi dulu. Mau menyapa teman teman yang lain"Langit


"Oh ya silakan. Sekalian cicipi hidangannya"Jino


Langit menggandeng Mia menjauh dari Jino. Karena Langit masih tak rela dan masih cemburu jika Mia dekat ama Jino.


Ia dapat melihat Jino sering mencuri pandang ke Mia. Apa lagi dengan pakaian nya sekarang, Mia tampak sangat cantik dan seksi. Langit tak rela ada mata lelaki yang memandang istrinya dengan intens.


*****************************

__ADS_1


Jangan lupa like.... koment dan vote nya


Terima kasih


__ADS_2