
"Sekuat apapun kamu menjaga
yang pergi akan tetap pergi
sekuat apapun kamu menolak
yang datang akan tetap datang
semesta kadang emang sedang bercanda
(raga)
Sudah beberapa bulan berlalu sejak kepergian Mia. Tak pernah ada kabar dan berita apapun tentang Mia.
Walau sekeras apa Raga membujuk setiap asisten ataupun penjaga rumah tentang keberadaan Mia tapi tak ada hasil.
Semua seakan kompak menutup mulut.
Ya Allah, aku tak pernah meminta dia membalas cintaku, melihatnya bahagia walau tak bersama diriku aku sudah cukup bahagia juga. Melihat dirimu menghirup udara yang sama dimana aku berada sudah lebih dari kebahagiaan. Hati Raga membatin.
Dua bulan lagi Raga dan Jino akan menanggalkan pakaian putih abu abunya menuju mahasiswa.
Raga dan Jino udah agak dapat berkomunikasi walau tak sedekat dulu waktu SMP.
Raga dan Jino udah sepakat mengakhiri permusuhan mereka. Karena tak ada gunanya mereka tetap mempertahankan egonya demi kepuasan pribadi.
"Ga,kamu jadikan kuliah di Jakarta. Tempat kita diterima kuliah. "
"Ya Jin, apa Dewi juga mau kuliah di sana"
"Dewi katanya sih mau kuliah disana kalau kita berdua juga kuliah Jakarta. Biar ada teman"
Raga dan Jino pergi bareng ke perpustakaan buat membaca, karena sebentar lagi akan menghadapi ujian akhir.
*******************
__ADS_1
Beberapa tahun telah berlalu
Raga, Jino dan Dewi telah masuk kampus yang sama.
Di ibukota negara Jakarta ini sekarang mereka menuntut ilmu.
Raga dan Jino kos ditempat sama. Tak jauh dari kos mereka Dewi tinggal. Bertiga selalu ke kampus.
"Raga ntar pulang dari kampus kita ke mall ya, suntuk nih"ajak Dewi dalam mobil menuju kekampus.
"Jin, kamu mau ikut nggak"
"Seperti nya aku nggak bisa ikut kalian deh, karena aku ada perlu pulang dari kampus"Jino menolak ajakan Raga.
*****
Dewi senang akhirnya hubungannya sama Raga dan Jino sudah membaik. Bukannya dia mensukuri atas kepergian Mia. Tapi diakuinya sejak Mia menghilang Raga dan Jino tampak makin membaik hubungannya.
Dewi nggak tau apa yang terjadi, dan apa yang membuat Raga serta Jino kembali berteman dan bersahabat.
"Kita makan dulu ya Ga, dah lapar nih"pinta Dewi sesampainya mereka di mall siang ini
"Makan dimana Wi, aku ngikut aja"
"Kita makan seafood aja yuk, pengen kerang ama cumi nih"
"oke boss..... "canda Raga. Dia udah bisa mulai seakrab dulu ama Dewi,bukannya dia udah melupakan Mia dan menerima Dewi di hatinya. Raga cuma memperbaiki persahabatan nya seperti dulu lagi.
Setelah makan mereka jalan jalan, menghabiskan waktu.
"kita ke arena permainan yuk Ga ngilangin stres nih"
"Terserah Tuan Ratu aja, hamba ngikut aja.."Raga menjawab dengan candaan.
"Ih.... kamu udah bisa ya godain Ewi sekarang"Dewi mencubit lengan Raga karena sekarang udah sering candain nya.
__ADS_1
Setelah capek bermain, dan tak terasa sore menjelang magrib, mereka meninggalkan mall.
Di parkiran mata Raga tak sengaja menangkap bayangan seseorang yang beberapa tahun ini di cari keberadaannya.
Raga mengejar wanita yang di yakini orang yang dirindukannya. Dewi mengikuti langkah Raga.
"Kamu ngejar siapa sih Ga, kok buru buru banget. "
"Aku tadi seperti melihat orang yang ku kenal"
"Siapa.... tapi aku tak melihat ada siapapun disini"
"Mungkin hanya bayanganku aja... udah lupain aja wi, yuk kita pulang aja"
Raga menyetir mobil sambil berpikir. Apa mata nya yang salah, atau memang dia belum bisa melupakan Mia. Sehingga dia merasa melihat Mia tadi di parkiran.
"Ga... hati hati,jangan ngelamun"sentak dewi melihat Raga yang kurang konsentrasi menyetir dan hampir menabrak pedagang yang lewat.
"Maaf Wi....... "
"Emang kamu mikirin apa sih, sejak dari parkiran tadi melamun aja. Emang siapa yang kamu lihat tadi"Dewi bertanya sambil menyelidiki
Raga tak menjawabnya. Dia tak yakin dengan penglihatan nya. Dia nggak ingin jika mengatakan siapa yang tadi dilihatnya Dewi nggak percaya dan menganggap dia mengada ada.
Tapi Raga juga ragu karena wanita yang dilihatnya tadi bergaya modis beda ama Mia yang selalu apa adanya.
Wanita tadi keliatan lebih cantik dan bergaya dari Mia. Tapi ciri ciri pisik sama.
Tubuh yang tak seberapa tinggi, kulit putih, rambut sebahu dan senyum yang selalu terukir di bibir.
*************************
Mohon maaf jika masih banyak kata dan kalimat yang salah dalam penempatannya.
Minta like dan komentnya......
__ADS_1
Terima kasih...