
Engkau bukanlah mentari
tapi tanpamu hidupku tak bersinar
tanpamu hidupku terasa hampa
jangan pernah berniat meninggalkan aku
aku tak akan ada apa apanya jika kau tak ada disampingku....
**********
"aku kangen banget ama kamu sayang, aku kira aku tak akan pernah bersamamu lagi"Langit mencium pucuk kepala Mia yang bersandar didadanya...
"Hmmmm.... "Mia hanya bergumam,dia menikmati aroma maskulin dari tubuh Langit.
Langit merasa aliran seluruh tubuhnya memanas sampai kepuncak kepala karena Mia yang terus mengendus didadanya.
Langit mengubah posisinya,memiringkan badannya dan tidur menghadap Mia sambil memeluk tubuh Mia erat.
"Mia.... i love you"Langit
"I love you too"lirih Mia....
Langit mencium wajah Mia, turun kelehernya, menggigitnya pelan dan terus mencumbunya....
Langit membenamkan wajahnya di leher Mia sambil terus mengecup leher Mia.
Mia merasakan ada gelenjer aneh mengaliri tubuhnya yang terasa memanas.
Langit terus aja bermain dileher dan mulai turun kedada nya Mia.....
Langit mulai membuka kancing kemeja Mia satu persatu memperlihatkan bra pink nya Mia yang menutupi gundukan di dadanya.
"Lang...... "ucap Mia pelan,yang terdengar seperti desahan di telinga Langit....
Langit mulai bercumbu didada Mia dan menggigitnya pelan meninggalkan tanda kemerahan.
Setelah puas bermain di area leher,bahu dan dada Mia, tangan Langit mulai bergerlilya sekitar lutut naik terus kepaha Mia yang terekspos karena dia memakai rok diatas lutut.
"Lang... "Ucap Mia pelan...
Mia merasa kan tubuhnya yang semakin memanas karena sentuhan Langit...
__ADS_1
"Maaf..... "Langit tersadar dari perbuatannya dan langsung berdiri menuju jendela kamarnya.
Mia mengikuti Langit bangun dari tidurannya.
Dia memeluk dari belakang dengan melingkarkan tangannya dipinggang Langit.
"Maaf....... Mia.... aku hampir aja merusak mu"ucap Langit sambil mengusap tangan Mia...
"Lang.... Mia juga minta maaf"Mia
"Maaf buat apa sayang, kamu nggak salah, aku yang tak seharusnya melakukan itu, aku mencintaimu, aku akan menjagamu.... "Langit membalikan badannya menghadap Mia...
Langit melihat kancing baju Mia yang masih terbuka dan mengaitkannya satu persatu.
"Aku sayang kamu... Mia"Ucap langit sambil mengecup pucuk kepala Mia...
"Kita nonton televisi aja di luar ya"Langit langsung mengangkat tubuh Mia...
#########
"Lang.... jika suatu hari Mia pergi,apa kamu membenci Mia dan tak mau ketemu Mia lagi"Mia mendongakan kepalanya keatas karena posisi Mia yang tidur dipaha Langit memperhatikan raut wajah Langit yang tampak marah karena pertanyaan Mia..
"Apa Mia mau mengatakan kalau Mia mau pergi meninggalkan aku"Langit
"kamu tak akn pernah bisa meninggalkan aku dan aku tak akan pernah membiarkanmu jauh dariku. Pertunangan bukan akhir dari hubungan kita, aku akn berusaha merebutmu sebelum ijab kabul di ucapkan"lirih Langit...
Tangisan Mia akhirnya pecah, dia tak bisa menahannya lagi. Seminggu tanpa kehadiran Langit udah cukup membuatnya tersiksa.
Mia tak bisa membayangkan jika seumur hidupnya dia harus jauh dari Langit...
Mia bangun mengubah posisinya duduk menghadap Langit, mengangkang di paha Langit melingkarkan kedua tangannya di leher Langit....
Langit membawa kepala Mia agar bersandar di bahunya, membiarkan gadis itu menumpahkan seluruh tangisnya...
"Mia ingin waktu berhenti berputar di detik ini, agar Mia dapat terus memeluk Langit.... "gumam Mia, tapi masih bisa didengar Langit
Langit menegakan kepala Mia dan menangkup wajahnya agar memandang kearahnya...
"Jangan pernah menangis lagi, Langit akan tetap selalu ada kapanpun dan dimanapun Mia berada, jika kau merindukan pelukan ini kau tinggal menyebut namaku dihatimu, aku pasti akan hadir"Langit mengecup Mia
"Mia.... sayang Langit"lirih Mia
Langit menarik tengkuk Mia agar wajahnya makin mendekat dan Langit langsung ******* bibir Mia pelan. Mia langsung membalas ******* Langit, mereka saling menukar saliva, dan saling membelit lidah dan terus bermain lidah dirongga mulut mereka.
__ADS_1
Tangan langit mulai masuk kedalam pakaian Mia. Mengelus kulit punggung Mia yang halus....
Tangan Langit berpindah ke paha mulus Mia yang terekspos semua karena posisi duduk Mia sekarang. Langit meremas paha Mia.....
"Hmmm... "deheman dari Daniel dan Rangga menghentikan kegiatan mereka.
Langit melepaskan lumatannya dibibir Mia dan menutupi paha Mia yang terekspos dengan tangannya....
Mia menyembunyikan wajahnya di bahu Langit menutupi wajahnya yang memerah karena menahan malu.
"Kalian mengotori mata suciku ini"ucap Daniel..
"Apa waktu yang kami beri dari pagi belum cukup buat kalian bercumbu, ternyata kamu kuat juga ya Lang... "Rangga bersuara kali ini
"kalian...... harus berapa kali aku bilang kalau mau masuk itu permisi, dan jangan main masuk sembarangan aja"ucap Langit dengan membelalakan matanya....
"Lo yang salah tempat Lang, kalau mau berbuat mesum di kamar jangan di sofa"Daniel
"Lo..... udah bosan hidup ya... "Langit melempar tempat tisu kearah Daniel...
"Gila lo Lang, seandainya gue nggak cepat menangkisnya bisa pecah pala gue"Daniel berkata dengan nafas yang memburu karena kaget.
"Siapa suruh kalian datang tak tepat waktu dan selalu aja ganggu gue"Langgit menggendong Mia membawanya ke kamar...
"Pasti mau di lanjutin karena lagi nanggungkan adek kecil lo"......
"Ha... ha..... "Daniel dan Rangga terkekeh mengejek Langit...
Langit menghentikan langkahnya yang menuju kamar, memandang marah kearah Daniel dan Rangga...
"Mia ngapa sayang, nggak bisa jalan ya. Emang ganas banget ya Langit, berapa ronde sih dari tadi mainnya sampai lemas gitu"Rangga menggoda Mia yang tak mau memandang mereka.
"Ih... Rangga ngomong apaan sih"lirih Mia...
"Kalian cepat keluar sebelum kesabaran gue habis dan jika gue keluar dari kamar ini masih ada muka muka tengil kalian, jangan salahkan gue kalau muka kalian gue buat babak belur ya... "ucap Langit sambil masuk kekamarnya...
"Takuuuttt....... "ucap Daniel dan Rangga serempak berlari masuk kekamar tamu bukannya keluar dari apartemen Langit....
****************
Jangan lupa like dan komentnya
Terima kasih....
__ADS_1