
Mia dan Langit menunggu hujan reda di bawah pohon rindang depan kampus. Hari ini Langit memakai motor ke kampus.
"Gimana Lang, hujannya masih deras,atau Mia pulang ke apartemen Mia aja ya Lang nggak jadi ngumpulnya"ucap Mia
Hari ini rencananya Mia, Langit, Daniel dan Rangga akan ngumpul di apartemen Langit sekedar makan makan dan bincang2.
"Nggak boleh, kita ke apartemen aku aja"Langit berujar.
"Nih kalau ditunggu nggak tau sampai kapan hujannya berhenti, kalau ditempuh ntar basah baju Mia"
"Kita tempuh aja, ntar aku suruh Daniel beli baju Mia, sekarang kita pulang aja ya"Langit menjawabnya.
Mereka pun pulang dengan menempuh hujan yang deras dan sampai di apartemen dengan keadaan yang basah kuyup.
"Mia langsung mandi dengan air hangat ya dan pakai kemeja ini aja dulu"Langit pun pergi kekamar tamu buat mandi.
Mia keluar dari kamar dan melihat Langit yang duduk di sofa sambil menonton televisi.
Ketika Mia akan duduk di sebelah Langit, Langit pun spontan menarik tangan Mia dan menjatuhkan Mia dipangkuannya.
"Seksi banget sih.... "bisik Langit ditelinga Mia.
"Ih... jangan berpikiran mesum ya"Mia mendorong wajah Langit yang begitu dekat ama wajahnya.
Mia bermaksud berdiri dari pangkuan Langit tapi Langit langsung memeluk Mia dengan melingkarkan tangannya dipinggang Mia.
"Duduk sini aja..... ...."
"Mia.... aku sangat mencintaimu"ucap Langit sambil menatap mata Mia.
Mia yang ditatap sedekat itu, merasakan degup jantungnya yang berpacu cepat...
"Mia... kamu juga mencintaiku kan"Langit bertanya.
__ADS_1
Mia tak menjawab pertanyaan Langit,tapi langsung melingkarkan tangannya di leher Langit. Langit mengerti dengan tindakan Mia udah merupakan jawaban kalau Mia juga mencintainya.
Langit langsung mencium lembut bibir Mia. Melihat Mia yang tak menghindarinya, Langitpun melakukan lebih, dia mulai ******* bibir Mia, dan memainkan lidahnya dan Mia pun membalasnya.
Langit dan Mia saling ******* dan memainkan lidah yang saling membelit didalam rongga mulut.
"Hhhmmmmmmm..... "gumam Daniel dan Rangga bersamaan,menghentikan kegiatan Langit dan Mia.
"Sial lo, bisa nggak kalian masuk dengan permisi, jangan seenak jidat aja masuk apartemen gue... "Langit langsung melempar kotak tisu yang ada di meja
"Nggak bisa..... dan biasanya juga masuk tanpa permisi"Daniel menjawab datar.
"Lagian salah lo juga,kalau mau main di kamar noh, biar nggak di ganggu"Kali ini Rangga yang berkata.
"Kalian udah bosan hidup ya, sekarang berani ngatur gue"ujar Langit...
Mia hanya diam dan menundukan wajahnya karena malu.
"Wah..... lo seksi banget ternyata Mia"ucap Daniel yang melihat paha Mia yang hampir semuanya terekspos.
Langit keluar mengambil bungkusan pakaian Mia yang Daniel bawa.
"Ha.... ha..... pasti lagi nanggung ya, karena terganggu"ucap Daniel terkekeh.
"Awas lo ya.... "Langit membawa bungkusan baju Mia agar Mia bisa segera mengganti pakaiannya.
Langit langsung memberi tinju nya ke lengan Daniel, dan menendang kakinya.
"Hei... ngapa gue yang lo bunuh, lo marah karena lagi nanggung ya"
"ha... ha... kasian banget ama adek kecil lo yang belum sempat ditidurkan"kekeh Rangga.
"Lo... emang dah bosan hidup ya. "Langit mengejar Rangga karena lari sebelum tendangan kaki langit mendarat.
__ADS_1
"Langit..... "panggil Mia yang melihat Langit mengejar Rangga dan Daniel karena ikutan meledek Langit.
"Wuih... lo emang cantik dan seksi walau dengan badan lo yang mungil. Cocok banget ya baju yang gue pilih dan beli tuh"ujar Daniel
begitu melihat Mia dengan dress tanpa lengan diatas lutut dengan warna hitam yang begitu kontras dengan kulit Mia yang putih bersih.
"Anjirrr.... lo bilang apa, baju yang lo beli dan lo pilih,gue yang pilih dan beli tau... enak aja lo ngaku ngaku"ucap Langit dan membawa Mia duduk di sofa.
"Lo ada kembaran nggak Mia, kalau ada buat gue ya"Rangga berujar sambil membuka makanan yang mereka bawa.
"Nggak ada.... "Mia menjawab dengan serius
"Kalau nggak ada, berarti lo aja deh ama gue, jadilah kekasihku dan aku akan membahagiakanmu"Ucap Rangga sambil menaik turunkan alisnya
"Najiss lo, langkahi dulu mayat gue kalau mau merebut Mia dari gue"ujar Langit
"Sebelum ijab kabul, masih bisa dong berharap"Rangga kembali berucap
"Lo.....emang minta mati ya"Langit langsung meninju rahang Rangga,walau Langit tau Rangga hanya bercanda tapi begitulah persahabatan mereka, saling tinju udah biasa.
"Anjirrr lo, gue lagi makan nih, kalau mau ninju tuh ngomong dulu dan permisi dulu"Rangga berkata datar.
"Mia lo kok mau ama Langit, dia tuh belum pengalaman, ama gue aja, ciuman dan permainan gue lebih hot dari Langit"kali ini Daniel yang berkata.
"Lo berdua keluar sekarang.... sebelum gue bunuh"
"Nggak..... "jawab Daniel dan Rangga serempak.
Begitulah persahabatan mereka,berdebat dan saling tonjok hal biasa.
**********************
Jangan lupa like dan koment nya
__ADS_1
Terima kasih