Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps. 21


__ADS_3

SIAPA SIH YANG TAK PERNAH DISAKITI


DALAM HIDUP INI


TAPI ITU BUKAN BERARTI KITA HARUS MEMBALASNYA


KALAU MEMANG HARUS MEMBALAS,


MAKA TIDAK ADA PEMBALASAN LEBIH BAIK SELAIN MENJADI ORANG YANG LEBIH BAIK DIBANDINGKAN ORANG ORANG YANG MENYAKITI KITA TERSEBUT.


INI PEMBALASAN YANG SANGAT MENYAKITKAN BAGI ORANG TERSEBUT


(TERE LIYE)


********


Sudah hampir dua tahun Mia mencoba melupakan sakit hatinya terhadap permainan cinta Jino. Dan luka itu sudah hampir kering dan dilupakannya. Tapi mungkin takdir belum berpihak padanya.


Di kampus ini Mia kemaren melihat orang orang di masa lalu yang ingin dilupakannya.


Raga, Jino dan Dewi,ya Mia melihatnya ketika di parkiran.

__ADS_1


Beruntung Mia cepat bersembunyi ke dalam mobilnya kembali sebelum orang orang yang membuat dia harus meninggalkan kota kelahiran nya itu sempat melihat nya.


"Mengapa harus satu kampus lagi sih, nggak mungkin aku pindah kampus lagi, mama dan papa pasti marah"Mia bergumam


"Apa yang harus kulakukan agar mereka tak melihatku, mana mungkin aku bisa bersembunyi terus kalau satu kampus gini"Mia mengusap wajahnya dengan kesal.


Mia sengaja memilih istirahat di sudut taman kampus buat bersembunyi. Tapi mau sampai kapan dia bisa menghindar. Mia duduk di taman sambil gelisah, dan memainkan batu batu ditaman. Tanpa Mia sadari dia menendang batu kerikil dan mengenai seseorang...


"Aduh........kamu menendang batu tuh bisa liat lihat nggak, untung kecil kalau besar dah pecah nih kepala gue"Semprot Langit menghampiri Mia yang cengar cengir merasa bersalah.


"Cemen amat sih, batu sekecil gitu aja sampai marah marah gitu. Wajah aja sangar, tapi kena batu dikit aja meringis"ujar Mia sambil berdiri dari duduknya dan ingin meninggalkan Langit karena tak mau berurusan dengan pria itu. Mia ingat pria inilah yang menabraknya kemaren di parkiran.


"Hei... tunggu, jangan lari lo, lo kira kalau kecil nggak sakit, biar gue coba lempar kekepala lo, biar lo rasain sendiri"geram Langit..


"Jadi lo, cewek kemaren yang tak sengaja gue tabrak dan sekarang lo bermaksud membalas gue"Langit memegang lengan Mia dan membalikan badan Mia agar menghadapnya.


Langit menatap wajah Mia dan mata Mia yang teduh. Matanya cantik banget.. Sial.... kenapa gue jadi berdebar gini memandang matanya. Batin Langit..


"Sorry, Gue bukan orang yang pendendam ya, ini semua hanya kebetulan bro, "Mia berucap sambil memajukan bibirnya karena dia merasa risih diperhatikan ama Langit, cowok yang belum dikenalnya.


"Ups.... "gumam langit melepas pegangan tangannya di lengan Mia. dan mengusap wajahnya kasar, dan berlalu meninggalkan Mia sendiri.

__ADS_1


"Dasar cowok aneh, tadi dia yang marah marah, eh... tiba tiba pergi gitu aja"gumam Mia kembali duduk karena Langit telah nggak ada di taman ini lagi.


Langit berjalan menyusuri lorong kampus menuju kelasnya. Tadi Langit ketaman bermaksud sembunyi dari Sandra.


Baru Langit menginjak kakinya di kelas telah terdengar suara Sandra... menegurnya.


"Dari mana aja sih Lang, aku nyari nyari kekantin, ruang seni sampai pustaka kamu nggak ada"cecar Sandra begitu Langit memasuki kelas.


"Aku ke planet mars mau menghindari kamu"ucap Langit.


"Kemanapun kamu pergi aku pasti akan mencari dan mendapatkanmu,karena ku yakin kamu jodohku Lang"kata Sandra dengan tersenyum.


"Nih aku katakan sekali lagi dan perlu kamu ingat, aku tidak pernah tertarik sama kamu, dan jangan buang buang waktumu buat ngikuti aku, lebih baik kamu cari cowok lain yang benar benar suka sama kamu"Langit berkata dengan penuh penekanan agar Sandra mau mengerti.


"Jahat banget sih Lang, jangan ngomong gitu lagi, sedih nih hati Sandra"Sandra berucap pelan sambil menggigit bibirnya menahan air mata agar tak jatuh.


"Aku ngatain yang sejujurnya agar kamu jangan pernah berharap lagi padaku"Langit berdiri dari duduknya dan meninggalkan Sandra di kelas...


***************************


Mohon like dan komentnya ya

__ADS_1


Jangan lupa kritik dan sarannya


Terima kasih....


__ADS_2