Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
BCYT part 36 ( S - 2 )


__ADS_3

"Kak.... dah ngantuk ya... "Mia


"Napa sayang.... kamu pengen ya.... "goda Langit sambil menghadap ke Mia yang tidur disebelahnya.


"Kakak... pikirannya mesum terus... "Mia


Mia memeluk Langit dan menenggelamkan kepalanya didada bidang Langit


"Kak... seandainya kakak tahu siapa ayah biologis Alvin.. apa yang akan kakak lakukan... "Mia


"Di bunuh.... "jawab Langit datar


"Kakak..... Mia serius... "Mia


"Siapa bilang kakak bercanda.. kakak akan membunuh lelaki yang berani menodai putriku... gara gara dia anak ku harus menanggung malu..."Langit


"Kak... Mia nggak mau kak Langit dipenjara... "Mia meneteskan air matanya.


"Sayang... kenapa nangis... kakak nggak akan dipenjara.... "Mia


"Kalau kakak membunuh orang.. pasti kakak dipenjara... "Mia semakin erat memeluk tubuh suami yang sangat dicintainya


"Kamu pikir kakak akan mau mengotori tangan kakak dengan membunuh seseorang... masih banyak orang yang mau kakak perintah.. "Langit


"Walau bukan kakak yang membunuh... tetap aja kakak yang akan dipenjara jika polisi tahu kakak yang memerintah orang buat membunuh... "Mia


"Kenapa emangnya kamu bertanya itu.. sayang... "Langit mengecup kepala Mia


"Mia hanya kepikiran aja setelah melihat Alvin makin besar... kak Mia mohon jika suatu saat kak Langit tahu siapa ayah biologis dari Alvin kakak nggak boleh mengotori tangan kakak untuk membunuhnya ataupun menyuruh orang melakukan nya... "Mia


"Maunya kamu kakak melakukan apa.... "Langit


"Kakak cukup melindungi Alvin dari lelaki itu... jangan biarkan ia merebut Alvin... kak.. Mia tak rela jika dipisahkan dari cucu kesayangan Mia... "Mia


"Emang... kamu sudah punya cucu sayang... tapi kok wajahnya masih cantik gini... masih seperti dulu... sepertinya wajahmu menolak tua deh... "goda Langit


"Kakak...sudah tak waktunya gombal... sudah tua... "Mia


"Tapi kakak ngga lagi gombal kamu memang tetap cantik seperti saat pertama kakak jatuh cinta.... "Langit mengecup pipi Mia yang memerah. Walau usia mereka tak muda lagi... Langit masih selalu memuji istrinya dan Mia masih selalu tersipu setiap Langit memujinya.


##############


Pagi Hari ketika sarapan...


"Memo... pepo... Alvin ikut pergi kerja... "Alvin


"Kenapa... kan ada mami dirumah... "Mia


"Alvin mau ke mall... beli mainan pepo... "Alvin


"Besok kita ke mall ama daddy ya... "bujuk Nico


"Sekarang Alvin ama mami aja ya... mami nggak kuliah hari ini.. bisa seharian ama Alvin... "Rachel


"Kamu nggak ada pemotretan sayang... "Langit


"Nggak ada pi... "Rachel


"Oh... papi kira kamu mau pergi pemotretan... "Langit


"Nico... yang ngelarang pi. Nico nggak mau Rachel terlalu sibuk, nanti jadi malas kuliah. Ambil pemotretan sabtu minggu aja... biar Nico bisa temani.. "Nico


"Cih... alasanmu aja son... kamu cemburu kalau ia pemotretan tanpa kamu. Kamu takut ya Rachel berpaling... belum nikah aja udah posesif...Sekarang kamu nggak bisa ngeledek papi lagi... kamu ternyata lebih dari bucin... "Langit

__ADS_1


"Terserah papi ngomong apa... Nico lagi malas berdebat... "Nico menyantap sarapannya.


"Kamu malu... karena ternyata kamu lebih gila lagi dari papi kalau jatuh cinta... "Langit


"Papi... Nico nggak gila... cukup papi aja... "Nico


"Apaa.... kamu bilang papi gila... "Langit


"Pepo... daddy jangan bertengkar... makan dulu.. "Alvin


"Ya sayang... pepo tuh yang ngajak daddy bertengkar... "Nico


"Alvin ikut pepo... ya mami... "Alvin


"Ya... sayang... biar Alvin mommy bawa.. Rachel.. "ucap Mia kepada Rachel


#################


Setelah rapat di kantor.. Langit dan Mia mengajak Alvin ke mall..


Mereka membawa Alvin pergi ke tempat permainan... dan beli berbagai macam mainan.


Setelah lelah... mereka masuk ke salah satu restoran buat makan siang...


Sedang asyik makan siang, Langit dan Mia di kagetkan dengan kedatanan orang ke meja mereka..


"Selamat Siang Lang.. "ucap orang tersebut


"Selamat Siang.... kamu... Jino... "ucap Langit melihat siapa yang datang menghampirinya


"Selamat siang Mia... "Jino


"Selamat siang kak Jino... apakabar.. eh kak Jino ama Dina... silakan duduk... dah lama tak jumpa.. "Mia langsung mendekap Alvin kepelukannya


"Oh tidak... duduklah. Kami juga baru selesai makan... "Langit yang menjawab


"Kamu tak berubah dari dulu ya Mia... masih tetap cantik.. padahal udah punya cucu... "Dina



"Kamu juga masih tetap cantik.. Din.. "Mia


"Ini ya cucu kamu Mia... aku pernah ketemu dulu waktu masih kecil banget... "Dina


"Ini anak Rachel putrimu ama Nico ya... "Jino


"Hhmmmm.... "Langit bergumam..


"Iya... tapi mereka selama ini hanya nikah siri karena Rachel masih harus menyelesaikan kuliah... tapi kami berencana nanti mau ngadakan pesta.. "Jawab Mia sebelum Langit bicara..


"Ganteng... siapa namanya... "Dina



"Alvin.... "Alvin


"Alvin bisa panggil oma... "Dina memegang pipi Alvin


"Baik oma... "Alvin


"Kamu juga tak berubah Lang... masih tetap seperti dulu... "Jino


"Tentu... aku harus tetap ganteng... biar Mia tetap bangga kalau berjalan disampingku.. Betulkan sayang.. "Langit

__ADS_1


"Kakak... narsis nya dikurangin dikit. Kak jino cuma basa basi mengatakan kak Langit tetap ganteng... "ledek Mia


"Hei.. kamu nggak lihat... kakak memang tetap mempesona diusia sekarang... "Langit



"Kak Jino... lihat Alvin... mirip ama Dion kecilkan... "Dina


"Huks... huks... "Mia terbatuk mendengar ucapan Dina


"Kenapa sayang... minum nih.. "Langit menepuk pelan punggung Mia dan memberinya minum


"Nggak tahu nih... keselek... "Mia


"Hati hati makannya.. "Langit


"Memo... kenapa... batuk... Memo sakit "Alvin


"Nggak kok sayang... "Mia


"Mirip ama siapa tadi.. kamu bilang... "Langit


"Oh ini Dina... dari pertama jumpa cucumu selalu mengatakan mirip Dion anakku. Mungkin ia sudah pengen menimang cucu seperti Mia... "Jino


"Oh... anakmu Dion... yah aku ingat, ia pernah datang dipesta ulang tahun Rachel... "Langit


"Jadi kamu mengenal Dion... Lang... "Jino


"Ya... Nico yang kenalkan. Nico bilang perusahaan mu pernah bekerja sama dengan perusahaan nya.. "Langit


"Ya... dan itu sudah cukup lama... sekitar tiga tahun lalu.. "Jino


"Pasti senang ya Mia ada cucu dirumah... ada yang diasuh... dan temani kita dirumah"Dina


"Ya.. senang banget. Jadi Mia tak akan membiarkan siapapun yang akan menyakiti Alvin... "Mia


"Maksudnya... "Dina


"Mia akan menjaga Alvin.. tak akan membiarkan ia terluka sedikitpun... "Mia


"Alvin beruntung punya nenek seperti mu"Dina


"Kak... sudah makannya.. Alvin nanti bosan"Mia


"Ya sudah... maaf Jino... Dina... kami harus pamit. Lain kali semoga kita bertemu"Langit


"Maaf ya kak Jino dan Dina... kami pamit dulu. Takut Alvin bosan dan nangis nanti"Mia. Mia sengaja minta cepat pergi agar Dina tidak semakin mengamati wajah Alvin. Karena Mia melihat Dina selalu mencuri pandang ke arah Alvin.


Langit dan Mia pergi dari tempat itu.. Mia tampak berjalan sedikit tergesa.


"Napa sayang.. kok kayaknya nggak nyaman ama kedatangan Jino dan Dina.. "Langit


"Kak... Mia masih menjaga perasaan kak Langit. Bukankah kakak nggak suka kalau Mia dekat ama kak Jino"Mia


"Kamu memang istri yang baik... "Langit memeluk Mia


******************


Jangan lupa tinggalakan jejak


Like... koment dan vote


Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2