
Sejak kepulangan dari liburan bersama itu, Mia di minta pindah ke kantor pusat menjadi sekretarisnya Langit membantu Farrel.
Mia tak dapat menolak permintaan pimpinannya, karena jika menolak dia harus berhenti dan kena denda karena keluar sebelum habis kontrak.
Lagipula Mia memang memerlukan uang buat mengganti uang yang dipinjam papanya sama papa Jino. Gaji di perusahaan Langit juga besar, dan masuknya susah.
Tok.... tok.....
"Permisi..... boleh saya masuk pak"ucap Mia.
"Silakan masuk"sahut Langit.
"Pak.... ini berkas yang harus bapak pelajari dan tanda tangan"Mia menyodorkan berkas tersebut ke hadapan Langit.
"Mia..... apa ini benar lo"tiba tiba Mia merasa ada tangan yang memegang lengannya memaksa dia membalikan badan.
"Eh... Daniel.. apa kabar"Mia bertanya setelah melihat siapa yang bicara.
"Baik....dengar dengar lo dah nikah ya"tanya Daniel
"Hhmmmmmm...... "hanya gumaman yang terdengar dari mulut Mia.
"Mia... kebetulan ada lo, kita nanti malam mau ke club buat ngerayain ultah Daniel, lo ikut ama kami ya. Masa sih kami bertiga aja yang pergi, keliatan bangetkan kami ini jones"kali ini Rangga yang bersuara dari tempat duduknya.
"Aku pikir dulu ya..... "ujar Mia.
"Udah.... lo kalau mau ngajak orang tuh lihat dulu statusnya. Istri orang diajak ntar bisa ngamuk suaminya"ucap Langit
Mia hanya menunduk mendengar ucapan Langit. Tiba tiba ponsel Mia berbunyi dari sakunya.
"Maaf... Mia angkat dulu ya"
"Ya.... kak... berapa hari kakak pergi... "
"..........."
"Oh.... hati hati"Mia mematikan ponselnya dan memasukan kembali ke saku.
"Siapa yang telepon.... suami lo. Dia pergikan... Berarti bisa kan ikut kami ntar malam. "tanya Rangga
"Lo harus pergi kalau masih menganggap kami teman"paksa Daniel.
"Oke deh.... tapi pulangnya jangan larut banget ya"
"Siaappp..... bu boss"ucap Daniel...
"Kalau gitu Mia permisi dulu, masih ada kerjaan yang harus Mia selesaikan"pamit Mia.
###########
__ADS_1
"Udah selesai..... bisa pergi sekarang"tanya Langit.
"Udah pak..... Saya harus ikut mobil siapa pak"ucap Mia.
"Tentu aja ikut ama mobil ku, karena Daniel dan Rangga langsung ke club"Langit berjalan diikuti Mia di belakangnya.
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, tanpa ada suara. Sampai di club Mia langsung masuk tanpa menunggu Langit.
"Lo.... sengaja ya jalan sendiri, agar lelaki2 hidung belang disini menggoda"Langit menarik lengan Mia agar mensejajarkan langkahnya.
"Emang tampang saya penggoda.... "Mia berkata dengan suara keras karena marah.
"Apa kamu nggak pernah sadar, dari dulu selalu senang pakai baju diatas lutut. Itu udah sama dengan menggoda"jawab Langit.
"Bapak taukan,saya dari dulu emang senang pakai rok yang pendek. Bukan niatan ingin di goda"
Langit tetap memegang lengan Mia walau wanita itu terus berusaha melepaskannya.
"Hei.... datang juga kalian,aku kira karena keasyikan berdua di kantor jadi lupa janji"Ucap Daniel.
"Banyak kerjaan tadi, jadi harus sedikit lembur"jawab Mia...
"Alah lo kayak nggak tau Langit aja sih Mia.
Itu hanya modusnya memberi pekerjaan yang banyak biar bisa lama2 berduaan ama lo"ujar Rangga.
"Lo mau cari mati ya, berani beraninya lo ngomong gitu"
"Sekali lagi kalian ngomong gitu gue cabut nih"ancam Langit.
"Yeee.... dia ngambek. Sejak kapan sih Langit cemen... kayak cewek yang lagi datang bulan lo, marah marah aja"Rangga berucap dengan memanyunkan bibirnya.
"Setan lo.... "Langit melempar kotak rokok kearah Rangga...
"Mia lo minum juga ya, sesekali. Jangan jus aja yang di minum"Daniel menyodorkan segelas minuman.
"Mia.... nggak pernah minum yang beralkohol"
"Sekali aja Mia.... aku mohon, anggap aja hadiah ulang tahun buatku"ujar Daniel.
Daniel dan Rangga emang sengaja ingin membuat Mia mabuk, mereka ingin tahu perasaan wanita itu terhadap Langit.
Daniel menambah terus minuman di gelas Mia, sampai wanita itu benar benar mabuk..
"Kalian berdua gila ya, ngasi minuman sampai anak orang mabuk"ucap Langit.
"Lo juga nggak ngelarangkan... lo senang juga kan lihat Mia mabuk. Biar lo bisa buat sesuatu tanpa takut Mia marah"ujar Rangga.
"Kalian berdua emang minta mati ya... "Langit berdiri bermaksud meninju Rangga, tapi tangannya ditahan Mia.
__ADS_1
"Lang.... pulang aja yuk... kepala Mia pusing"ucap Mia.
Mereka berempat pulang ke apartemen Langit karena Mia nggak menjawab dimana tempat tinggalnya ketika di tanya.
##########
Sesampai di apartemennya Langit membawa Mia duduk di sofa.
"Mia... apa lo masih cinta ama Langit"tanya Rangga...
"Langit.... lelaki brengsek,tapi paling Mia cintai... Hik.... hik.."Mia menangis....
"Bagaimana mungkin Mia bisa melupakannya, dia lelaki satu satunya yang masih ada dihati Mia dan yang paling Mia sayangi. Tapi dia tak mencintaiku lagi, dia kasar, dia jahat, sejak bertemu kembali, Langit selalu aja membuat Mia menangis. Kalau aja Mia tau begini, tak ingin Mia bertemu dia kembali"
"Emang lo sengaja ya masuk ke perusahaan Langit biar bisa jumpa dia lagi"kali ini Daniel bertanya.
"Nggak... Mia nggak tahu kalau perusahaan tempat Mia kerja miliknya. Kalau aja Mia tahu mana mungkin Mia mau kerja di sini.. Tapi kamu tau nggak, dia menuduhku sengaja masuk keperusahaan ini karena ingin kembali. Mia tahu semua salah Mia, karena meninggalkan Langit. Tapi apa dia tahu Mia juga nggak ingin pisah,tapi Mia terpaksa karena mama mengancam akan bunuh diri kalau Mia tak mau nikah"Mia kembali menangis.
Langit yang melihat Mia menangis,ingin.membawanya istirahat dikamar, tapi Rangga menahannya.
"Lo kan ingin tau semuanya,ini saatnya. Kalau dia mabuk, dia tak mungkin bohong"ucap Rangga.
"Apa sekarang lo udah mulai mencintai Jino suami lo"Daniel bertanya..
"Kak Jino.... Mia belum bisa mencintainya, malahan lo tau nggak. Tapi ini rahasia ya, jangan bilang siapa siapa"Mia mendekatkan badannya ingin berbisik...
"Mia ama kak Jino hanya nikah diatas surat aja, status kami aja suami istri. Tapi kami belum pernah melakukan hubungan suami istri"ujar Mia.
Daniel dan Rangga terkejut mendengar itu, apalagi dengan Langit, dia hampir tak percaya mendengar itu.
"Berarti kamu masih perawan"tanya Daniel dan Langit langsung menoyor kepalanya mendengar pertanyaan itu.
"Sssttttt...... tentu aja, kamu tau, yang pernah menyentuh dan melihat tubuhku cuma Langit"Mia kembali bersuara pelan seakan takut semua orang tau.
"Ha... ha.... jadi diam diam lo pernah menyentuh Mia ya"ujar Rangga...
"Udah cukup... pertanyaan kalian semakin ngawur"ucap Langit dan mendekat ke Mia menggendongnya membawa ke kamar.
"Langit... apa ini benar kamu.... "Mia menyentuh dan membelai pipi Langit.
"kamu iatirahat aja ya.... "Langit ingin meletakan tubuh Mia diatas tempat tidurnya.
"huek... huek.... "Mia memuntahkan semua isi perutnya ditubuh Langit ketika Langit baru saja ingin menjatuhkan Mia diatas kasur.
Baju Langit penuh dengan muntah nya Mia dan juga alas kasurnya kotor terkena muntahan Mia....
**************
Jangan lupa like dan komentnya
__ADS_1
Terima kasih