
**Tak tak terasa sudah beberapa bulan berlalu.
Hubungan Mia semakin dekat ama Langit.
Langit dan Mia selalu bareng pergi dan pulang dari kampus.
"Keruang seni yuk, bosan sini"ucap Langit
"Ayo.... Mia juga pengen ngelukis"ujar Mia
Sesampainya diruang seni, Langit melihat ada gitar. Dia mengambil gitar dan ingin memetik senarnya.
"Mia duduk sini deh"pinta langit menunjuk meja.. Langit pun mengambil kursi dan duduk berhadapan ama Mia
"Kok Mia duduk di atas meja,Langit duduk dikursi, nggak enak nih jadinya"Mia
bermaksud turun dari meja, tapi ditahan Langit.
"Udah duduk aja sini, Langit nyanyian satu lagu ya buat Mia"ucap Langit
Mia yang hanya memakai rok jeans diatas lutut,membuat paha nya terekspos hingga separuh karena duduk bersila diatas meja.
Langit yang melihat itu, menelan saliva nya.
Dia membuka jaketnya dan menutup paha Mia yang terbuka.
"Tutup pakai nih, ntar aku nggak konsentrasi nih,"ucap langit sambil tersenyum
"Pikiran nya jangan mesum aja"Mia menoel dahi langit...
Langit hanya terkekeh.... dan mulai memetik gitar memainkan sebuah lagu.....
"berdiri kusini hanya untukmu
__ADS_1
dan yakinkan ku untuk memilihmu
dalam hati kecilku inginkan kamu
berharap untuk dapat bersamamu
aku kan ada untuk dirimu
dan bertahan untukmu
terlukis indah raut wajahmu dalam benakku
berikan ku cinta terindah yang hanya untukku
tertulis indah puisi cinta dalam hatiku
dan aku yakin kau memanglah pilihan hatiku... uh...
(pilihan hatiku lagu lavina**)
Raga,Jino dan Dewi yang memasuki ruang seni pun terkesima mendengar suara Langit.
Dan melihat Mia yang memandang Langit dengan lekat. Ada perasaan sedikit cemburu di hati Jino melihat pemandangan di depannya, begitu juga Raga.
"Ngapa memandang Langit, gitu amat. Langit emang ganteng kok"ujar Langit memecah lamunan Mia.
"Narsis banget"ucap Mia sambil memajukan bibirnya
Langit menangkup kedua pipi Mia dan menengadahkan wajahnya.....
"Jangan majuin bibir tuh, minta dicium Ya"ujar langit....
"Ogah.. ....."Mia langsung menggigit bibirnya.
__ADS_1
"Tuh kan... bibirnya mau di lum*t ya... "Langit kembali menggoda Mia melihat wajah nya yang memerah.
"Ih... Langit... jangan mesum deh"
Langit terkekeh, melihat Mia yang wajahnya makin memerah menahan malu...
Langit berdiri dari duduknya dan memegang kedua bahu Mia sambil matanya memandang lekat lekat keiris mata Mia.
"Hmmmmm......... "Deheman Jino dan Raga membuyarkan kata kata Langit.
Langit dan Mia memandang kearah suara dan melihat ada Raga,Jino dan Dewi dalam ruang seni ini.
"Kapan kalian masuk"Tanya Langit dan melepaskan tangannya dari bahu Mia.
"Dari tadi... makanya kalau mau berduaan cari tempat yang lebih enak, biar nggak di ganggu"Jino menjawab sedikit ketus
"Maksud Lo..... "Langit pun membalas nggak kalah ketus...
"Maaf... ..."Ucap Mia dan turun dari meja memegang jaket Langit dan menggenggam tangan Langit membawa nya menuju ke luar ruangan.
"Mia duluan ya kak Raga, kak Jino dan Kak Dewi"Mia berucap sebelum meninggalkan ruangan.
"Mereka pacaran ya... Mia hebat juga ya sebagai mahasiswi baru langsung dapatin Langit, padahal Sandra yang begitu cakep aja ditolak ama Langit"ucap Dewi memprovokasi agar Raga dan Jino semakin marah..
"Mia pantas kok dicintai, dia anak yang baik "ujar Raga.
"Ya.... dan aku yang bodoh, yang pernah nyakiti hatinya, baru terasa amat menyesal sekarang" gumam Jino tapi masih bisa didengar....
"Dan Mia juga tambah cakep sekarang"Jino berujar.
"ih.... besok aja deh ngelukisnya,mood gue dah hilang"Dewi berucap sambil meninggalkan ruang seni. Enak banget ya jadi Mia disukai ama tiga orang cowok yang cakep, batin Dewi.
Raga dan Jino pun keluar dari ruang seni mengikuti Dewi. Mungkin emang Mia ditakdirkan bukan buatku, batin Raga.
__ADS_1
Aku harus dapatkan kamu kembali Mia, karena sejak kamu pergi aku baru sadar bahwa sebenar nya aku tuh cinta ama kamu, batinnya Jino berkata.....