Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps.91


__ADS_3

BERTEMU DENGANMU ADALAH TAKDIR BAIKKU


TAK DAPAT HIDUP BERSAMAMU ADALAH SESUATU YANG SELALU KUHINDARI.


PERPISAHAN MENGAJARKAN KU BETAPA SANGAT BERARTINYA DIRIMU DALAM KEHIDUPANKU


SEMOGA PERPISAHAN SEMENTARA INI AKAN MEMPERTEMUKAN KITA LAGI SECARA INDAH....


**************


Sudah tiga hari sejak kejadian pesawat yang ditumpangi Langit jatuh, tapi tak ada kepastian mengenai keberadaannya.


Mia selalu mencari dan menunggu berita tentang suami tercintanya. Sampai detik ini ia masih berkeyakinan Langit masih dalam keadaan baik baik saja.


Mia ditemani mama Langit di kantor saat ini menunggu kabar dari Farrel yang pergi ke pusat informasi pesawat yang jatuh tersebut.


"Ma... kak Langit pasti baik baik ajakan. Ia tak mungkin meninggalkan Mia. Kak Langit bilang ia akan hidup menua bersama Mia. Kak Langit pasti menepati janjinya ma"ucap Mia dalam pelukan ibu mertuanya.


"Mama juga selalu berdoa, semoga dimanapun Langit berada ia akan dilindungi dan dalam keadaan baik"Mama mengelus punggung Mia memberi kekuatan agar menantunya tabah.


"Ma..... kak Langit berjanji akan membuat Mia selalu bahagia. Tak mungkinkan Ma,kak Langit tega meninggalkan Mia. Ia pasti kembali"lirih Mia.


Terdengar suara ketukan di pintu....


"Maaf... boleh kami masuk"ujar Rangga


"Silahkan nak.... "mama Langit.


"Apa ada kabar kak Langit... Ia selamat dan sehatkan. Dimana kak Langit sekarang Rangga...Daniel... "ujar Mia


"Maaf Mia... belum ada khabar. Tapi tadi kami dapat berita ada beberapa orang yang selamat. Dan telah dibawa ke puskesmas terdekat. Aku dan Daniel akan segera kesana. Semoga diantara mereka ada Langit"ucap Rangga


"Itu pasti ada kak Langit. Mia yakin kak Langit nggak akan meninggalkan Mia. Kak Langit sayang Mia. Rangga... Daniel... Mia ikut ya kesana"pinta Mia.

__ADS_1


"Tapi Mia... perjalanan kesana susah dan memakan waktu lama. Nanti kamu kecapekan. Biar kami aja yang kesana. Besok pagi pagi kami berangkat. Ma..... Kami mau izin memakai pesawat pribadi Langit, sampai disana masih harus ditempuh perjalanan darat selama 7 jam dan diteruskan dengan berjalan kaki. Jadi kamu nggak akan sanggup Mia, pasti lelah kesana"ucap Daniel.


"Mia pasti bisa.... Mia sanggup jalan kaki. Mia mohon... boleh ya Mia ikut"rengek Mia.


"Biar aja Rangga dan Daniel yang pergi dulu sayang, nanti jika udah ketemu Langit,Mia bisa menyusul. Sekarang keadaan mu tak memungkinkan. Kamu sekarang lemah, udah 3 hari kamu nggak mau makan. Takut nanti jadi merepotkan mereka"ucap mama


"Benar yang dikatakan mama,Mia harus makan dan jaga kesehatan. Nanti kalau kami sudah bertemu Langit, kamu bisa menyusul"ujar Daniel


"Apa nanti yang akan Langit lakukan kalau melihat kamu sekarang. Kamu kelihatan tidak dalam keadaan baik baik aja. Langit bisa marah ama kami kalau melihat kamu sekarang. Jadi kamu harus makan dan sehat sebelum ketemu Langit"bujuk Rangga


"Tapi nanti kak Langit pasti sedih kalau tak melihat Mia. Nanti kak Langit pikir Mia udah tak perduli dan tak sayang lagi... "lirih Mia


"Langit sangat mencintai dan menyayangi mu, pasti ia mengerti akan semua ini"Daniel


"Tapi janji ya, langsung kabari Mia kalau udah bertemu Langit.... "


"Kami janji.... tapi disana tak ada sinyal, jadi mungkin kami tak bisa langsung kabari. Setelah ada berita tentang keberadaan Langit kami usahakan pergi ketempat yang ada sinyalnya"Rangga


"Doakan kami secepatnya bertemu Langit"lirih Daniel.


#################


Daniel, Rangga dan Farrel sampai ditempat tujuan menjelang magrib.


Mereka langsung menuju puskesmas tempat dirawatnya korban yang selamat.


Farrel mempertanyakan identitas korban korban yang selamat.


Tapi tak ada nama Langit dalam daftar.


"Sepertinya tak ada korban selamat atas nama pak Langit"ucap Farrel


"Kamu sudah pastikan itu"tanya Rangga

__ADS_1


"Ya... tapi jika kita belum yakin, kita bisa minta izin melihat langsung korban selamat"


"Itu lebih baik, siapa tahu ada korban selamat yang belum teridentifikasi"Daniel


"Kalau gitu segera lah kamu minta izin"ujar Rangga.


Setelah mendapat izin mereka langsung melihat para korban satu persatu. Ada sekitar 10 orang yang selamat. Tapi telah sampai dengan korban terakhir tak tampak Langit diantara korban yang selamat.


"Apa yang harus kita katakan pada Mia"ucap Daniel lesu dan terduduk di lantai. Ia mulai putus asa dengan keberadaan Langit.


"Aku juga tak sanggup menyampaikan semua ini. Ia begitu yakin dan berharap Langit selamat. Apa ia sanggup menerima kenyataan nanti"ujar Rangga


"Saya sudah bertanya dengan petugas. Kecil kemungkinan ada lagi yang aelamat. Karena udah masuk hari kelima. Tak mungkin orang bisa bertahan hidup selama 5 hari di dalam lautan. Besok kita bisa melihat beberapa barang yang ditemukan di lokasi. Siapa tau ada milik pak Langit"ucap Farrel


"Farrel ...kamu saja yang mengatakan semuanya dengan Mia, jujur aku tak sanggup melihat kekecewaan diwajahnya."Daniel


"Aku harap ini semua mimpi, tak akan pernah menjadi kenyataan"Rangga tak bisa menahan lagi air matanya. Ia terduduk dilantai sambil menangis.


Daniel pun tak bisa menahan air matanya lagi. Bagi mereka Langit bukan hanya sekadar sahabat. Ia sudah seperti saudara.


Persahabatan mereka sudah terjalin lama. Susah dan senang telah mereka lalui bersama.


Keesokan harinya mereka bertiga pergi kerumah yang menjadi kantor sementara untuk informasi mengenai pesawat tersebut.


Farrel meminta izin melihat barang barang yang ditemukan di lokasi. Daniel dan Rangga melihat dengan teliti, mereka mengenal betul barang barang Langit.


Setelah sekian lama meneliti dan melihat mereka mememukan tas kecil yang diyakini milik Langit.


Mereka meminta izin melihat dan memang didalam tas terdapat dompet, paspor dan ponsel Langit.


Semua akan di bawa ke Jakarta,setelah penelitian baru bisa diambil. Saat ini mereka hanya diizinkan memotret barang bukti tersebut.


***********************

__ADS_1


Jangan lupa like.... Koment dan Vote nya


Terima Kasih


__ADS_2