Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps. 70


__ADS_3

Mia meninggalkan apartemen karena tak ingin mendengar semua pertengkaran Jino dan Dina.


Sampai di lobby apartemen Mia melihat hujan turun dengan deras, seakan merasakan kesedihan yang kini dirasakannya.


Mia berjalan tanpa tujuan pasti. Di bawah guyuran hujan....


"biarkan hujan membasahi tubuhku


biarkan hujan menutupi air mataku


aku menangis dan meluapkan kesedihanku


biarkan aku menangis dalam hujan


hingga tak seorangpun tahu itu air mata ku sendiri


yang kurasakan hanya kesedihan


aku terperangkap dalam kesedihanku yang kurasakan


hingga aku sadar kesedihan ku hilang


bersama hujan yang membasuhi tubuhku"


Mia terus berjalan sampai ada seseorang memegang lengannya....


"Mau kemana Mia. Kakak mencari tadi. Mengapa hujanan, nanti kamu sakit"Jino memayungi Mia yang kehujanan.


"Mia hanya bosan kak tadi, kebetulan hujan, dah lama Mia nggak hujan hujanan"jawab Mia.


"Ayo kita pulang, nanti kamu masuk angin"


Mia berjalan disamping Jino kembali ke apartemen. Tangisannya tetap jatuh membasahi pipi.


"Kamu menangis Mia..."Jino bertanya karena mendengar suara isakan.


"Nggak kok kak, cuma flu dikit"

__ADS_1


"Udah tau flu masih juga hujan hujanan, seperti anak kecil aja"Jino mengacak rambut Mia.


"Mia emang merindukan masa kecil, karena saat kita terjatuh yang sakit hanya kaki dan lutut. Bukan hati kita"sarkas Mia


Jino memandang wajah Mia lekat lekat.


"Kamu lagi marah Mia.... "tanya Jino


"Marah untuk apa.... kemarahan akan membunuh diri kita secara perlahan, Mia akan selalu mencoba bersabar menghadapi semua nya, sampai kesabaran itu sendiri lelah akan kesabaran Mia"lirih Mia.


"Cepat mandi dengan air hangat dan jangan lupa ganti pakaian dengan yang tebal"


Jino berjalan setelah yakin Mia masuk ke kamarnya buat istirahat.


"Apa Mia mendengar semua yang aku bicarakan ama Dina. Karena ku yakin dia takan sengaja bermandikan air hujan"


#############


Mia memasak nasi goreng buat sarapan pagi.


"Kak... sarapannya dah selesai"teriak Mia.


"Mia.... apa kamu semalaman menangis"tanya Jino


"Ya kak, Mia menangis karena menahan sakit perut, mungkin masuk angin"


"Kok nggak bangunin kakak... kan bisa panggil dokter "


"Cuma masuk angin biasa,kakak hari ini akan ke kantor ya"


"Ya... dah lama kakak libur, banyak kerjaan yang tertunda"


"Oh ya.... Mia mau istirahat dulu ya kak. Nanti kalau berangkat kerja jangan lupa tutup pintu"Mia meninggalkan Jino sendirian sarapan.


"Mia..... apa perutnya masih sakit"tanya Jino kuatir.


"Nggak kak, cuma Mia tadi malam kurang tidur, jadi ngantuk"

__ADS_1


"Kalau gitu istirahat aja sana. Kalau ada apa apa segera hubungi kakak ya"


"Baik kak,terima kasih. Kak Jino hati hati ya.. .. "Mia berjalan masuk ke kamarnya


#############


"Din, segera keruangan ku"ucap Jino pelan ketika melewati meja kerja Dina.


"Sekarang katakan berapa uang yang kamu butuhkan"Jino tanpa basa basi bicara ketika mereka telah berada dalan ruang kerja Jino.


"Apa maksud kamu Jin.... "tanya Dina


"Jangan pura pura bodoh, kamu sengaja menjebakku karena menginginkan uangku bukan"


"Jin.... jangan mengukur sesuatu dengan uang. Aku tak ingin uangmu, aku hanya ingin kamu bertanggung jawab"


"Aku yang bodoh.... mengapa sering lupa memakai pengaman, padahal aku tahu wanita seperti mu pasti hanya menjebak ku"


"Jin.... apa kamu lupa, kamu yang menginginkan tubuhku. Kamu yang merayuku"


"Itu hanya karena aku lagi ada masalah dengan istriku, sekarang aku dan istriku telah baikan, aku tak ingin kamu jadi penghalangku"


"Jadi kamu hanya menganggap ku sebagai pemuas hasratmu. Apa kamu lupa,kamu juga menikmati setiap kita bercinta"ujar Dina


"Jangan banyak omong, berapa yang kamu inginkan, tinggal kamu tulis di cek "Jino menyerahkan selembar cek kosong.


"Aku tak meninginkan uangmu, jika kamu tak menginginkan anak ini, biarlah ku besarkan sendiri. Terima kasih atas semua kebohonganmu selama ini"


Dina meninggal kan ruangan, tanpa memandang Jino.


"Sialan......... "Jino membanting gelas ke lantai yang mengakibatkan gelas hancur berkeping di lantai.


"*Aku harus menyembunyikan semua ini. Aku juga tak mungkin membiarkan darah dagingku hidup tanpa seorang ayah. Mungkin lebih baik aku membawa Dina menjauh dari kota ini agar Mia tak pernah tau semuanya"Jino membatin.


*************


Jangan lupa tinggalkan jejak

__ADS_1


Like, koment, dan vote nya


Terima kasih*


__ADS_2