Cinta Tak Pernah Salah...

Cinta Tak Pernah Salah...
eps. 42


__ADS_3

Kamu...... adalah orang yang selalu ada dalam ceritaku bersama sahabatku..


kamu adalah orang yang paling aku takuti jika kehilanganmu, aku takut kamu berubah, takut kamu pergi jauh dan yang paling aku takuti jika kamu tidak mencintaiku lagi, padahal cintaku padamu melebihi cintaku pada diriku sendiri.......


*******************


Mia berdiri di pembatas pagar balkon kamar Langit memandangi bintang bintang ...


"Lagi mikirin apa sayang.... ngelamun aja"Langit memeluk Mia dari belakang.


"Lang.... Mia merasa kalau Mia nih orang jahat"


"Siapa yang bilang Mia jahat, kamu wanita paling baik, cantik, pintar dan terutama paling seksi yang pernah Langit kenal"Langit mencium tengkuk Mia dan menggigit telinga Mia pelan...


"Lang.... geli ah"Mia merasa ada gelenjer aneh ketika Langit mencumbunya...


"Emang napa Mia merasa orang yang jahat"Langit mencium leher Mia..


"Mia udah ada tunangan, tapi Mia masih aja bersama pria lain"


"Kamu nggak jahat Mia, bukankah kita udah saling mencintai sebelum kamu tunangan"ujar Langit


"Tapi Mia merasa jahat dan tak adil buat kak Jino, Mia merasa mengkhianati kak Jino"lirih Mia...


"Kamu udah tak perduli lagi ama cinta kita, kamu udah mulai mencintai Jino,aku tak menyangka kamu cepat berubah Mia"ujar Langit dan melepaskan pelukannya di pinggang Mia, masuk kamar dan langsung menidurkan diri nya keatas tempat tidur.


Mia menyusul Langit masuk kedalam kamar dan naik ke atas tempat tidur, memeluk langit....


"Lang... jangan salah paham dulu, cinta Mia takan pudar dan hilang, Mia tetap sayang ama kamu dan jangan takut Mia takan pernah berubah"Mia mengecup pipi Langit...


"Mia.... yang paling aku takuti kamu tak mencintaiku lagi... "Langit memiringkan badannya menghadap Mia dan memeluk erat gadis itu erat....


"Lang.... jangan kuat kuat meluknya, sesak nih nafas Mia"Lirihnya...


"Habis kamu gemesin banget sih"


Cup.... Langit mengecup kening Mia.

__ADS_1


Cup.... Langit mengecup pipi kiri dan kanan Mia..


Cup... Langit mencium hidung dan turun ke bibir Mia...


"Udah ah Lang, kalau setiap hari kamu mencium Mia gini, bisa bisa pipi nya Mia cepat kempot"Mia mendorong muka Langit agar menjauh darinya...


"Habis kamu makin hari makin sexi, makin cantik, membuat aku semakin takut kehilanganmu sayang"Langit naik ketubuh Mia dan menghimpitnya...


"Lang... kamu mau apa"tanya Mia


"Mau.... kamu"ujar Langit kembali menciumi seluruh wajah Mia..


"Maaf.......gue nggak ngelihat ya... gue tutup mata ya... sumpah gue nggak nampak apa yang kalian lakukan"ujar Daniel yang tiba tiba muncul didalam kamar Langit..


Langit turun dari tubuh Mia dan langsung menendang bokong Daniel yang berdiri membelakangi nya.


"Lo, harus berapa kali gue bilang, kalau masuk apartemen gue apalagi kamar gue, harus permisi dulu. Sekarang juga keluar dari kamar gue"


"Sakit lo Lang, bokong gue. Yang salah Lo tuh, masa lagi ena ena pintu kamar nggak ditutup"cengir Daniel.


"Itu mata suci gue selalu ternoda dengan perbuatan mesumnya Langit, yang tak tau tempat kalau mesum"Daniel duduk di smping Rangga.


"Lo yang tak tau diri, selalu aja datang disaat yang tak tepat dan sangat mengganggu gue"Langit langsung menoyor kepala Daniel dan duduk di sofa


"Jadi Lo tadi ngelihat Langit lagi ena ena ya Niel, kok nggak ngajak gue sih"ujar Rangga


"Bacot lo ya..... "Langit menendang kaki Rangga.


"Mau di buatin air minum apa Lang,. Daniel ama Rangga mau minum apa"tanya Mia


"Nggak usah dibuatin minum yang, mereka bisa buat sendiri, sini duduk"Langit menepuk sofa disampingnya.


"Kamu seksi banget Mia, kalau gue tinggal ama pacar yang seksi kayak kamu mungkin juga gue selalu mesum dan ena ena terus"Daniel memandang ke paha Mia yang terekspos karena dia hanya memakai kaos Langit yang kebesaran hingga batas tengah pahanya.


Langit yang menyadari pandangan mata Daniel langsung mengambil jaketnya yang terletak disandaran sofa buat menutupi pahanya Mia.


"Mata lo di jaga, mau gue colok mata lo"Langit berkata dengan gusar

__ADS_1


"Itu bukan salah mata Daniel Lang, pemndangan yang indah harua dinikmati,sayang kan kalau nggak dilihat, gue juga tadi memperhatikan"Rangga menutup mulutnya seusai berkata melihat mata Langit yang melotot kearahnya...


"Gue hitung sampai tiga kalau kalian berdua masih didekat gue,jangan salahkan gue kalau muka kalian babak belur"


"Tiga....... "ucap Langit. Rangga dan Daniel telah kabur ke dapur menghindari amukan Langit...


"Wek..... gue udah tau pasti hitungnya langsung tiga,nggak pakai satu dan dua.... "Rangga menjulurkan lidahnya mengejek Langit dari dapur...


"Lo belum tau ya Rang... Langitkan nggak pintar hitung"Daniel menimpali...


Mia yang melihat tingkah Daniel dan Rangga yang seperti anak kecil dan selalu mengundang tawanya...


"Daniel dan Rangga lucu ya Lang"ujar Mia..


"Kami emang lucu, imut dan manis.... "ucap Daniel menirukan suara anak kecil...


"Najis gue, lihat tingkah lo. Mending gue dikamar daripada gue muntah lihat tampang kalian. .."Langit langsung menggendong Mia ala bridal style.


"Jangan lupa pesankan makanan,ntar kalau dah datang baru lo panggil gue"ucap Langit meninggalkan Daniel dan Rangga masuk ke kamarnya...


"Bilang aja lo ama Mia mau ena ena"teriak Daniel...


"Daniel.... jangan pikirannya mesum aja ya ntar Mia cium lho..... "teriak Mia dari kamar menggoda Daniel.


"Mau.... dong dicium Mia"


"Sebelum Mia mencium lo, gue yakini muka lo rata ama aspal"Langit juga berteriak dari kamar...


"kamu udah mulai nakal ya, bukan aja berani godain Langit tapi sekarang juga berani godain Daniel"Langit menggelitik tubuh Mia sampai gadis itu kewalahan menahan geli...


"Ampun Lang..... "Mia pun mencium Langit agar menghentikan gelitikannya.....


****************


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, like dan komentnya...


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2