
"Maaf bu Mia.... sepertinya pemotretan tak bisa kita lanjutkan"lapor Farrel ketika semua kru dan karyawan telah siap akan melaksanakan pemotretan.
"Apa...... kenapa tak bisa dilaksanakan Farrel ada masalah apa"tanya Mia kaget dan kuatir. Karena mereka telah menyewa tempat dan fotografer yang terkenal.
"Kamu bilang semua persiapan telah matang... jadi apa lagi masalahnya"tanya Alex
"Saya baru menerima telepon dari manager model yang kita kontrak kalau model tersebut mengalami kecelakaan dan tak mungkin bisa laksanakan pemotretan."ucap Farrel
"Bagaimana ini pak Alex, apa pemotretannya kita tunda aja"tanya Mia
"Sebaiknya pemotretan tetap kita laksanakan hari ini, karena kita telah banyak mengeluarkan dana buat hari ini. Jika kita lakukan di hari lain selain biaya akan bertambah,promosi kita juga akan tertunda"ujar Alex
"Berarti kita harus mencari model yang bisa dikontrak buat hari ini"tanya Mia
"Tapi pak Alex, bu Mia , akan sangat sulit jika mendadak mencari model dan tekan kontrak. Karena biasanya kontrak paling lama harus diajukan seminggu sebelum pelaksanaan"Farrel
"Jadi sebaiknya apa yang harus kita lakukan agar tidak mengalami kerugian yang besar"Mia
Alex tiba tiba memandang wajah Mia dengan seksama. Ia terus memandanginya tanpa berkedip. Mia yang menyadari pandangan Alex tertuju ke dirinya menjadi salah tingkah.
"Hhmmmmm.... gimana pak Alex tindakan selanjutnya"ucap Mia mengagetkan Alex
"Gimana kalau ibu Mia yang menjadi modelnya"ucap Alex
"Sayaa....... "Mia menunjuk dirinya atas ucapan Alex
"Ya... ibu Mia bisa menggantikan model itu buat pemotretan. Wajah dan postur tubuh ibu Mia saya rasa tidak kalah ama model. Bukan begitu pak Farrel"ucap Alex
"Saya setuju. Bu Mia memang mempunyai wajah dan postur yang bagus. Bagaimana bu Mia.... apakah ibu bersedia"tanya Farrel
"Tapi saya tidak berpengalaman sebagai model. Dan apakah tampang saya bisa menjual. Saya takut nanti karena iklan memakai saya orang jadi kurang tertarik dengan produk kita. "ucap Mia
"Saya rasa anda cukup pas dengan produk kita. Malahan ini akan menekan biaya produksi. Anda harus percaya diri. Buat apa punya wajah cantik kalau cuma disembunyikan aja"canda Alex
"Kalau gitu ibu Mia bisa pergi keruang rias buat di dandan"ucap Farrel
"Tapi saya tidak yakin akan hasilnya nanti... "Mia
"Percayalah sama saya bu Mia. Biasanya felling saya jarang yang tak sesuai. Anda pasti tambah mendukung produksi kita"Alex
"Baiklah.... kalau anda setuju"Mia
Mia masuk keruang rias dan mulai didandani.
Kulit Mia yang putih dan bersih memang sangat cocok buat iklan produk kecantikan.
Pemotretan dilakukan dekat kolam renang dan ruang terbuka.
__ADS_1
Mia yang keluar setelah didandani membuat semua mata karyawan dan terutama pak Alex terkesima.
Dengan memakai dress pink tanpa lengan,kecantikan Mia tambah terpancar.
"Saya tidak salah menilai bukan. Bu Mia sangat cantik, lebih cantik dari model yang semula kita kontrak"puji Alex
"Terima kasih pak Alex, anda terlalu memuji"Mia
"Tapi bu Mia memang terlihat sangat cantik"ucap Farrel
"Bisa kita mulai bu Mia pemotretan nya"ucap salah seorang karyawan.
"Baiklah... saya telah siap"ucap Mia
Fotografer mengambil gambar Mia dari beberapa sudut dan berbagai gaya. Alex terus memandangi wajah Mia tanpa berkedip.
"Bu Mia sangat cantik banget. Beruntung pak Langit sebagai suaminya. "bathin Alex
Pemotretan di ruang terbuka akhirnya selesai sampai jam makan siang. Mia duduk sambil memegang pipinya. Ia tersenyum,membayangkan Langit pasti akan kaget ketika melihat ia menjadi model produk kali ini.
"Kak.... pasti kak Langit kaget kalau lihat Mia bisa juga jadi modelkan. Biasanya kalau Mia dandan, kakak pasti akan marah. Kakak bilang Mia hanya boleh dandan buat kak Langit seorang. Kecantikan Mia hanya buat kakak aja. Setelah itu pasti kakak akan menciumi semua di wajah Mia. "Mia membathin sambil tersenyum membayangkan Langit menghujani wajahnya dengan ciuman.
"Hhmmmm... bu Mia, apa anda tak makan siang. Karena pemotretan di kolam renang akan segera dilaksanakan. Agar matahari siang tampak,sesuai dengan produk yang akan kita promosikan"ucap Alex mengagetkan lamunan Mia.
"Baiklah,saya akan segera makan"
Mia merasa sedikit malu dengan pakaiannya yang agak sedikit mengekspos pahanya. Tapi produk kecantikan mereka memang buat kulit jadi memang seharusnya memperlihatkan bagian kulit Mia.
Semua karyawan Mia memuji kecantikan wajah dan kulit bersih mulus Mia. Mereka mengagumi pimpinannya yang tak kalah cantik dengan model.
Alex semakin terkesima melihat Mia. Ia melihat dan mengikuti setiap pemotretan yang dilakukan Mia. Tanpa rasa lelah ia menunggu sampai Mia selesai.
Ketika pemotretan selesai dan Mia mau istirahat, Alex melihat wajah Mia yang lesu dan sedikit pucat.
"Apa ibu Mia capek,sebaiknya istirahat dulu. Karena wajah ibu kelihatan pucat. Ibu tadi nggak jadi makan siang ya"tanya Alex dengan kuatir.
"Saya cuma makan sedikit, kepala saya memang sedikit pusing"ucap Mia
"Apa ibu Mia sakit.. "tanya Alex
"Sedikit... apa kita udah bisa istirahat dan pulang"Mia
"Kita bisa pulang sekarang, biar saya antar ibu, nanti saya kembali buat membereskan semua disini"ucap Farrel
__ADS_1
Mia berdiri dari duduknya dan akan menuju kamar rias buat mengganti pakaiannya.
Baru beberapa langkah tubuhnya oleng dan ambruk. Untung Alex yang berapa dibelakang Mia cepat menyambutnya.
Mia digendong Alex menuju mobilnya dibantu Farrel.
"Pak Farrel biar bu Mia saya bawa langsung kerumah sakit. Setelah anda selesai membereskan di sini, anda segera menyusul saya"Alex
"Baiklah pak Alex, terima kasih karena telah membantu membawa ibu Mia"Farrel
##############
Disudut salah satu rumah sakit tampak Rangga dan Daniel sedang mendorong seseorang yang duduk di kursi roda. Mereka menuju ruang ortopedi.
Setelah selesai dengan pemeriksaan,mereka mendorong kursi roda itu menuju keluar dari rumah sakit.
Sampai depan ketika menunggu Rangga, Daniel dan orang tersebut dikagetkan dengan pasien wanita yang dibawa menuju ke IGD.
"Bukankah itu Mia, apa yang terjadi,mengapa ia dilarikan ke IGD"ucap Langit.
Ternyata lelaki yang duduk dikursi roda itu adalah Langit. Suami yang sangat dicintai Mia.
"Aku mana tahu, bukankah itu salah lo. Yang meninggalkannya dengan semua prasangka nya. Gue udah sering bilang kalau Mia itu sedih dan menderita semenjak lo tinggalkan"ucap Daniel
"Bawa gue ke tempat Mia.... "Langit
"Lo yakin... selama ini lo yang memaksa buat sembunyi. Malu dengan keadaan lo yang cacat. Apa sekarang lo dah siap bertemu Mia"Daniel
"Ayo kita pulang... "Rangga
"Langit mau menemui Mia dulu... "Daniel
"Lo yakin... Syukurlah akhirnya lo mau menemuinya. Lo harus yakin Mia pasti menerima apapun keadaan lo. Ayo kita ke apartemen lo"Rangga mendorong kursi roda yang diduduki Langit dengan semangat
"Tapi Mia ada disini.... Di ruang IGD"Langit.
"Apa.... Mia ada disini.... Sakit apa Mia"tanya Rangga
"Mana kami tahu... kita ke ruang IGD aja langsung"Daniel
"Tunggu.... kita lihat dari jauh aja dulu. Aku belum siap ketemu Mia"lirih Langit
"Kalau lo belum siap ketemu Mia dan hanya ingin melihatnya dari kejauhan,mendingan kita pulang. Gue nggak tahu apa yang ada dalam pikiran lo saat ini. Padahal lo tahu seberapa cintanya Mia. Apa lo yakin akan muncul menemui Mia setelah lo kembali berjalan. Dan apa yang akan lo lakukan ketika lo muncul, Mia telah melupakan lo dan menjadi milik orang lain. Apa lo siap jika hal itu yang terjadi"ucap Rangga gusar.
Langit terdiam mendengar kata kata Rangga. Ia takut jika hal itu terjadi. Dia tak akan siap melihat Mia menjadi milik orang lain.
*******************
__ADS_1
Jangan lupa like..... koment dan vote nya
Terima Kasih