
Nico mendekati Alvin yang lagi asyiknya bermain..
"Sayang.... sebelum pulang kita lihat teman daddy yang lagi sakit ya... "
"Emang teman daddy sakit apa.. "
"Daddy juga belum tahu... sakit apa sebenarnya teman daddy.. tapi menurut mamanya teman daddy sakitnya sakit kanker sayang"
"Sakit kanker itu sakit apa daddy..? "
"Sakit yang cukup bahaya... makanya Alvin harus banyak makan sayur... san buah buahan biar nggak sakit"
"Ya... daddy... Alvin akan banyak makan sayur dan buah"
"Anak mami... anak yang pintar. Alvin nanti kalau ketemu oom itu... jangan banyak tanya dan bicara... biar mami dan daddy aja yang ngomong... oke! "
"Oke... mami"ucap Alvin sambil mengacungkan ibu jari.
"Anak pintar.... "ucap Nico sambil mengusap kepala Alvin dan menggendongnya.
#################
Nico dan Rachel mengetuk pintu kamar rawat inapnya Dion. Tante Dina membukanya dengan senang.
"Masukalah nak Nico dan Rachel... Alvin yang ganteng... silakan masuk... "Dina mengusap lembut pipi Alvin. Ia terharu melihat perkembangan Alvin yang semakin besar semakin tampak ganteng dan sehat. Dina menghapus air mata yang jatuh disudut matanya.
Dion membuka matanya perlahan melihat ada langkah kaki yang masuk ke kamarnya.
"Rachel.. Nico... Alvin... apa itu benar kamu sayang... "ucap Dion terbata melihat Alvin yang ada digendongan Nico
Air mata jatuh membasahi pipi Dion melihat Alvin anaknya. Ia berusaha untuk duduk. Dina mamanya Dion membantunya duduk.
"Ma... ini bukan mimpikan... "Dion berkata lirih kepada mamanya
"Bukan... sayang. Itu benar Alvin... kamu kangenkan... "Dina mengusap tangan Dion
"Alvin... kamu sehat.. "
__ADS_1
"Alvin sehat om... oom yang sakitkan.. oom sakit apa... "
"Alvin... mami ngomong apa tadi.. "Rachel memandangi Alvin agar ia tak banyak tanya.
"Oom sakit kanker... Mungkin ini hukuman buat oom yang pernah berbuat jahat..."Dion tampak menahan air matanya
"Oom jahat sama siapa. Makanya oom tak boleh jahat, nanti Tuhan marah... "
"Alvin... "Nico memajukan bibirnya mengisyaratkan Alvin untuk diam juga. Tapi Alvin yang usianya masih anak anak tak mengerti akan kode yang diberikan daddy nya.
"Daddy... bukankah daddy bilang, kita tak boleh jahat nanti Tuhan marah. Apa Tuhan marah ama oom ini... "
"Bukan sayang... Tuhan tak akan pernah memberi ujian melebihi kemampuan kita. Ini hanya teguran... "ucap Nico
"Alvin... kamu harus jadi anak yang baik jangan seperti oom... kamu harus jadi anak yang pintar dan sayang dengan orang tua"
"Alvin akan jadi anak yang baik seperti daddy... Alvin kan anaknya daddy jadi Alvin harus seperti daddy... "Alvin menciumi pipi Nico.
Dion dan tante Dina yang melihat kedekatan dan sayangnya Alvin dengan Nico tanpa sadar mengeluarkan air matanya. Ia tahu ini semua memang salah Dion... mereka tak berhak meminta Alvin buat menyayangi Dion seperti Alvin yang menyayangi Nico.
"Alvin... apa boleh oom menyayangi Alvin... "
"Kenapa oom harus menyayangi Alvin... Alvin bukan anak oom... Alvin cuma boleh disayang sama daddy dan mami.. "
"Alvin... walaupun bagi Alvin om Dion bukan papanya Alvin... apa salahnya jika oom Dion menyayangimu nak... "ucap Tante Dina.
"Tante... Rachel rasa cukup. Alvin harus kami bawa pulang. Kak Nico... mari kita pulang"Rachel menggenggam tangan Nico mengajaknya pergi dari kamar ini
"Nico... Rachel... apa boleh Alvin datang lagi... aku mohon... bawalah Alvin lagi kesini"ucap Dion disela tangisnya.
"Maaf Dion... kami tak bisa menjanjikannya. Kami harus minta izin papi dulu... Jaga kesehatanmu... semoga lekas sembuh"Nico beranjak pergi..
"Alviinnnn...... "teriak Dion sambil menangis. Dina memeluk Dion yang terisak isak.
"Mama.... Dion masih kangen dengan Alvin... Dion masih mau lama lama melihat wajahnya Alvin sebelum Dion pergi selamanya... "
"Mama akan usahakan nanti agar Nico dan Rachel membawa Alvin ke sini nak... "Dina mengusap punggung Dion yang kurus.
"Ma... apakah ini hukuman buat Dion yang telah menelantarkan dan tak mengakui Alvin. Apakah ini karma bagi Dion... Ma... Jika ini memang hukuman dan karma bagi Dion.. akan Dion terima dengan ikhlas... karena ini memang pantas Dion terima. Tapi apa Dion tidak boleh meminta sedikit aja kebahagiaan disisa hidup Dion... Dion hanya ingin melihat senyum anak Dion ma... "Dion kembali terisak
__ADS_1
Ia mengambil foto Alvin yang dibingkainya diatas meja samping tempat tidurnya.. Dion memandangi foto itu sambil mengusapnya
Ia mengambil foto itu dari akun sosial media Rachel. Dan mencetaknya.
"Ma... apakah Dion tak pantas untuk bersama Alvin walau hanya sesaat sebelum Dion meninggal... "
"Nico dan Rachel anak yang baik... pasti nanti jika mama memintanya lagi.. pasti mereka mau membawa Alvin ke sini lagi.. "
"Tapi Dion senang Alvin mencintai Nico. Ia memang pantas dicintai sama Alvin, karena Nico juga mencintai Alvin mulai dari Alvin masih dalam kandungan... "
"Kamu jangan terlalu pikirkan masa lalumu... semua telah menjadi kenangan. Yang terpenting sekarang kamu jaga kesehatan agar kamu bisa lebih lama bertahan hidup... dengan begitu kamu masih akan dapat melihat Alvin lebih lama... sekarang kamu tidurlah.. istirahat yang banyak.. "
##############
"Daddy... mami... mengapa oom tadi menangis melihat Alvin. Alvin nggak jahatkan sama oom tadi"
"Nggak sayang... oom tadi menangis karena senang melihat Alvin yang tambah besar dan sehat "
"Mami... mengapa foto Alvin ada dekat oom tadi... "
"Foto Alvin.. dimana Alvin melihatnya"tanya Rachel
"Di atas meja samping tempat tidur oom tadi"
"Oh mungkin itu karena Alvin ganteng... jadi banyak yang suka dan senang melihat Alvin"
"Alvin ganteng kayak Daddy ya mami... "
"Ya... sayang. Kamu jangan bilang sama pepo ya tadi lihat oom yang sakit.. "
"Siaapp... mami"
"Ih... gemes banget sih mami.. "Rachel mencubiti pelan pipi Chubby nya Alvin.
****************************
Terima kasih buat yang tetap setia membaca novel ini.
__ADS_1
Jangan lupa mampir juga dinovelku
AKU BUKAN SIMPANAN