Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang
Episode 101


__ADS_3

Bagian psikiatri rumah sakit mulai memberikan terapi pada pusat memori Jovan, baik dengan tanya-jawab ataupun melalui video-video masa kecil hingga pernikahannya dengan Marissa secara bertahap, selama kurun waktu 3 pekan dan dibarengi juga dengan terapi rehabilitasi fisik.


Sementara itu dengan perlahan, akhirnya Marissa berhasil menyelesaikan novel pertamanya. Novel yang menceritakan kebahagiaan di masa kecilnya yang ia lewati bersama keluarga Chen.


Kenangan-kenangan manis saat berlibur dan bermain bersama, semua ia tuangkan dalam kisahnya.


Air matanya pun mengalir ketika ia harus mengingat kesedihan yang ia alami ketika ditinggal pergi sang bunda untuk selamanya. Kemudian kebahagiaan ketika dirinya didaulat untuk mewakili kampusnya ke Singapura, harus berakhir dengan kesedihan ketika ia menyadari identitas pria baik dan tampan yang ia temui di sana.


"Bang Josie, maafkan aku yang tidak mengenalimu. Maafkan aku, yang ragu menanyakan siapakah dirimu, padahal aku merasa sangat mengenalmu, tetapi aku terlalu takut untuk bertanya, karena aku takut akan perasaan ditinggalkan itu kembali datang," kenang Marissa dalam novelnya.


Kedatangannya ke Jakarta yang menjadi awal kisah antara dirinya dengan Jovan pun di narasikan dengan berbagai rasa yang campur aduk di dalam hatinya.


Ini adalah perjalanan soloku pertama kali dan ini adalah perjalanan yang akan mengubah hidupku untuk selamanya.


Di Bandara Juanda yang sangat ramai dengan calon penumpang, mataku teralihkan oleh seseorang pria yang bersinar lebih terang dari cahaya lampu yang menerangi ruang tunggu keberangkatan domestik. Kulitnya yang putih bersih dan mulus, bahkan lalat dapat terpleset ketika mencoba mendarat di atasnya, membuatku cukup merasa insecure.


Aku berusaha untuk tidak terlihat dan berpura-pura sibuk membaca novel yang sangat kusukai, tetapi bodohnya aku yang tiba-tiba menjadi salah tingkah dan malah menarik perhatian pria tampan itu.


Kebodohanku seakan mengikuti ketika berada di dekatnya, saat aku menolak air mineral yang ia tawarkan kepadaku disaat aku tersedak, karena aku sangat mengingat nasihat pamanku, untuk tidak menerima segala makanan dan minuman dari orang yang tidak dikenal.


Pria tampan itupun hanya tersenyum kecil, lalu meminum air mineral yang ia tawarkan padaku, untuk membuktikan keamanannya. Aku bersyukur tidak membawa kameramen saat itu, karena jika aku membawanya, sudah pasti momen wajahku bagaikan kepiting rebus akan terabadikan.

__ADS_1


Sungguh takdir yang luar biasa, karena setelah salah tingkah tingkat dewa yang kurasakan pada saat menunggu penerbanganku menuju Jakarta, tiba-tiba aku harus duduk bersebelahan dengannya selama di pesawat.


Untuk mengurangi kegugupanku, aku pun mulai membaca novel yang sedang booming, yaitu cinta yang hilang. Ternyata ini adalah awal perkenalanku pada ingatan masa kecilku yang telah lama terkubur.


Saat aku bertanya, siapakah sosok Mischa yang ia gambarkan sebegitu apiknya, sehingga membuatku cemburu, karena siapa perempuan di dunia ini yang tidak ingin dicintai tanpa syarat oleh pria seindah dirinya.


Ia pun menjawab dengan kerinduan yang mendalam pada sosok Mischa, matanya memandang jauh, sejauh angannya untuk menemukan cinta pertamanya.


Sungguh aku cemburu. Cemburu pada rasa cinta yang begitu dalam kepada seseorang yang bisa jadi telah melupakannya. Cemburu pada kegigihannya untuk menemukan sosok cintanya yang belum tentu akan menerimanya sebagai seorang pria.


Tetapi, aku malah mengatakan yang sebaliknya, bahkan aku memberikan dukungan moril agar jangan menyerah.


Takdir memang tidak dapat ditebak. Kukira aku hanyalah angin lalu yang berhembus tanpa meninggalkan jejak, tetapi aku acapkali bertemu dengannya tanpa sengaja yang membuat irama jantungku tidak karuan.


Walaupun begitu, aku menangkap sisi lain darinya. Kehangatan itu bisa mendadak berubah menjadi dinginnya kutub utara, tanpa sebab yang pasti, seperti ketika ia baru saja menyelesaikan acara jumpa fans-nya, wajahnya yang hangat tiba-tiba menjadi sangat dingin, senyuman yang biasa menghiasi wajahnya menghilang begitu saja. Nada bicara yang datar dan tanpa ekspresi, membuatku bertanya dalam hati, apakah yang membuatmu tiba-tiba berubah.


Kehangatan dan perhatian yang dia berikan selama beberapa pekan sungguh membuatku terlena dan disaat aku mulai mengharapkannya, ia pun menghilang.


"Mbak, Bang Jovan mendadak pulang ke Singapura, nggak tahu kenapa."


Itulah informasi yang kudapatkan dari manajernya.

__ADS_1


Aku pun mengira, ia merindukan orang tuanya dan ingin berkonsentrasi menyelesaikan buku ke-duanya.


Lalu seperti biasa, aku kembali ke hari-hariku sebagai seorang desainer interior, hingga beberapa pekan berlalu aku kembali mendapatkan pesan dari Bian.


"Mbak, saya tunggu di lobby lantai dasar, kita makan malam bareng."


Aku pun mengira ini adalah sekedar makan malam biasa, tetapi ternyata makan malam kala itu membuka semua kenanganku akan keluarga Chen yang telah lama terkubur.


Di saat itulah aku kembali bertemu dengan bunda dan ayah, serta Bang Jordan setelah bertahun-tahun berpisah. Bunda memeluk dan menciumiku sambil menangis bahagia.


Aku yang masih belum mengerti hanya terdiam dan membeku, siapakah mereka? Mengapa wanita ini sepertinya sangat mengenalku dan merindukanku? Mengapa ia berurai air mata dan menyebut nama ibuku?


Lalu kudengar kalimat yang keluar dari mulut Bang Jordan, "You found her, you found her."


Aku pun masih belum mengerti apa maksudnya, hingga bunda menceritakan semuanya. Saat itulah, aku merasakan duniaku telah kembali, kehangatan bunda yang kerindukan telah kembali memelukku dengan erat.


Kami pun berurai air mata dan tersenyum bahagia, aku adalah si cinta yang hilang, yang akhirnya ditemukan tanpa sengaja oleh pria yang mencariku dengan segenap rasa rindunya yang terpendam.


Aku pun menertawakan diriku sendiri yang telah bersitegang dengan Bang Jovan perihal Mischa. Aku menganggap Bang Jovan telah menduakan Mischa, karena ia menyukaiku.


Bunda pun bercerita, bahwa Bang Jovan sendiri merasa seperti telah menduakan cintanya, karena tiba-tiba menyukai perempuan lain, yang ternyata adalah perempuan yang sama. Sungguh kebodohan yang sangat konyol.

__ADS_1


Reuni penuh haru dan tawa membawaku pada mimpi indahku di tidur malamku. Aku berharap ketika aku bangun di keesokan harinya, mereka masih berada di dekatku dan kembali menjagaku seperti saat aku kecil.


__ADS_2