Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang
Episode 79 Meet and Greet


__ADS_3

Pemutaran perdana "Cinta yang Hilang", di Singapura mendapatkan sambutan yang tak kalah dari Jakarta. Antusiasme penonton sangat besar untuk menyaksikan salah satu karya yang telah mereka nantikan. Liputan dari berbagai media lokal, hingga negara tetangga pun ikut meramaikan pemberitaan tentang Jovan dan hasil karyanya.


Wawancara Jovan dan para aktor dengan beberapa stasiun televisi dan radio pun dilakukannya secara maraton.


Di hari kedua, setelah menyelesaikan serangkaian wawancara, di malam harinya Jovan dan para aktor telah dijadwalkan untuk kegiatan meet and greet dengan konsep gala dinner.


Gala dinner tersebut juga turut dihadiri oleh Jorrian dan Jovanka, serta keluarga Jordan yang tak pernah lepas untuk memberikan dukungan terbaik untuk sang adik tercintanya.


"You made it, Bro!! They love your work, well done!" ucap Jordan sambil memeluk dan menepuk-nepuk punggung Jovan.


"Thanks, Bang. Thanks for all of your support," ucap Jovan sambil membalas pelukan Jordan.


Acara pun berlangsung dengan meriah, karena dipandu oleh MC bintang Singapura keturunan Cina, David Lee, yang juga seorang komedian terkenal. Ia pun berhasil mengemas acara Meet and Greet ini dengan sentilan humornya, yang membuat acara semakin hangat.


Hingga tiba sesi tanya jawab dimana Jovan yang mendapatkan pertanyaan terbanyak.


"Bang Jovan, ada satu soalan yang menarik dari Siti Arlita. Soalan tersebut adalah mengapa Abang gunakan mask? Nah pasal itulah yang saya nak tanyakan, so mengapa Bang?" tanya David Lee.

__ADS_1


"Why? Hmm soalan itu pun sudah saya kira sebelumnya, pastilah ramai nak kisahkan pasal ni. Well, first of all, I'm a jealousy person, so I don't want to people looking at my wife and admire her beauty, so I have to be fair to her, that's why I'm wearing a mask. If she covers her face, then I should too, though not all the time, but must of it," jawab Jovan yang disambut dengan tepukan tangan para penggemarnya.


"From the answer, I think we all can feel how deep is your love to her, but what about Kak Risa. We all can feel the love from Bang Jovan to you, from reading the book and watching the movie, but how about you, how much do you love him?" tanya David Lee kepada Marissa.


Marissa pun tersenyum mendengar pertanyaan yang diajukan untuknya, lalu ia menggenggam tangan Jovan dengan erat.


"Just like I don't want to let this hand off," jawab Marissa yang berhasil membuat Jovan tersipu dan penggemarnya tersenyum serta memberikan applaus yang meriah.


"Oouh very romantic. Kiranya tough sangat, semasa kalian berpisah," sahut David.


"Hmmm it was, saya terbiasa berangkat sekolah bersama Risa, waktu cuti sekolah pun banyak waktu kami habiskan bersama, jadi saat memulai sekolah di sini, seperti ada yang hilang. Tetapi perasaan itu bukan hanya saya yang merasakannya, melainkan seluruh anggota keluarga saya, ayah, bunda, Bang Jordan dan Bang Josie, juga merasakan kekosongan yang dulu biasa diisi oleh Risa," jawab Jovan.


"But had you ever forget her, even once?"


"No, I never forget her. I always keep her in here," jawab Jovan sambil mengarahkan tangannya ke dadanya.


Jorrian dan Jovanka yang menyaksikan dari kursi penonton pun hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Your son, start it again, Hon," bisik Jorrian kepada Jovanka.


"Aha, he's in Romeo mode," jawab Jovanka juga dengan berbisik.


David kemudian kembali bertanya, "What about Kak Risa, how did you feel when you separated and how you overcome of it?"


"Hmmm saya masih kecil pada saat itu, usia saya baru 9 tahun, jadi kenangan itu hanya samar-samar saja. Yaa, yang jelas dalam ingatan saya, setelah Abang pindah, jadi sepi, aku suka ngecek rumah Abang, siapa tahu tiba-tiba datang lagi, but unfortunately it was never happened. Sampai akhirnya aku pindah ke Surabaya karena ibu meninggal. Semua kenangan di album foto yang Bunda kasih, ketinggalan di Jakarta, jadi yaa akhirnya lupa semua. Lupa wajahnya dan kenangan itu pun perlahan menghilang," jawab Marissa.


"Well, semuanya akan ada dalam novel Risa, tunggu saja kapan release-nya," tambah Jovan.


"Eh, Kak Risa juga buat novel?" tanya David.


"In syaa Allah, masih dalam tahap penulisan, do'akan saja bisa cepat selesai," jawab Marissa.


"Cannot wait to read that, right!!" sahut David yang mendapatkan sambutan tepuk tangan meriah.


"Your love story is just like a fairytale, the lost princess without knowing that she's a princess. Ketika saya membaca novel kedua ini, rasanya seperti bagian dalam kisah Anda. Terlebih ketika mengetahui siapa ayah Kak Risa sebenarnya, kisah yang banyak twist mengejutkan," ucap David.

__ADS_1


"Saya juga tidak pernah membayangkan kehidupan yang seperti ini, dulu saya hanya berfikir untuk dapat bekerja dengan layak di Jakarta, but it turns out to be... yaa begitulah, saya juga speechless," jawab Marissa.


__ADS_2