Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang
Episode 96 Konferensi Pers RS


__ADS_3

Sepekan sudah Jovan dalam status semi koma dan belum terlihat ada perkembangan akan kondisinya.


Marissa pun bergantian dengan Jovanka, untuk menemani Jovan di ruang perawatan khusus, sambil sesekali memberikan rangsangan-rangsangan verbal maupun non-verbal, seperti bercerita seolah-olah sedang mengobrol. Sedangkan untuk rangsangan non-verbal seperti menggerakkan anggota tubuh Jovan seperti mengangkat dan menekuk tangan dan kakinya.


"Bang, Abang ingat waktu kita ke Danau Toba? Waktu Abang main layangan sama Bang Josie, trus kita main jet ski, hmmm abang juga beliin aku cemilan. Kalau ingat masa-masa itu, aku jadi kepingin ke Danau Toba lagi. Saat itu adalah liburan terakhir kita bersama, sebelum Abang pindah ke Singapura. Nanti kalau Abang sudah sembuh, kita liburan ke Danau Toba lagi yaa! Ke Samosir, trus nanti kita ke Brastagi, yaa Bang!"


Marissa juga melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran di samping Jovan setiap selesai mengerjakan shalat lima waktu.


Sementara itu, di tempat yang berbeda, Bian yang sedang berada di kantor, mendapat panggilan dari Rakesh.


"Bi, kamu sudah hubungi Jovan? Bukannya besok dia ada jadwal interview dengan stasiun TV?"


"Belum, Pak. Bang Jovan kan lagi bulan madu, saya takut mengganggu," jawab Bian.


"Tapi ini kan sudah lewat dari jadwal cutinya, harusnya dia sudah di kantor," ucap Rakesh.


"Kalau begitu, saya telpon Bang Jovan dulu, Pak," ujar Bian.


Bian pun segera menghubungi nomor ponsel milik Jovan, yang dipegang oleh Adam.


"Assalamu'alaikum, Bi," jawab Adam.


"Wa'alaikumsalam. Eh Om Adam, Bang Jovan-nya kemana, kok Om Adam yang jawab?" tanya Bian.


"Ada perlu apa?" ucap Adam yang balik bertanya.


"Nggak Om, kan besok jadwalnya Bang Jovan untuk wawancara dengan stasiun TV, mau konfirmasinya aja nih," jawab Bian.


Adam pun teringat, bahwa tidak ada satupun dari mereka yang memberitahukan keadaan Jovan.


"Bi, kamu cancel semua jadwal mas Jovan untuk waktu yang tidak ditentukan, ka...."


"Lho kok dicancel semua, kenapa?" potong Bian.

__ADS_1


"Bi, tolong kamu dengar saya baik-baik, jangan dipotong lagi," ucap Adam.


"Oiya, maaf Om."


"Mas Jovan sedang dirawat di rumah sakit pusat otak, karena gegar otak ringan dan sekarang dalam status semi-koma," jelas Adam.


"Tunggu, gimana? Maksudnya gimana? Bang Jovan dirawat? Koma? Om, jangan bercanda dong!"


"Saya serius, Bi. Mas Jovan sudah sepekan lebih dirawat. Tunggu, aku kirim fotonya kalau kamu nggak percaya," jawab Adam.


"Om? Ini beneran, serius?" tanya Bian yang tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Sangat serius. Mbak Risa dan ibu Mas Jovan yang bergantian nungguin," jawab Adam yang membuat Bian terdiam dan berusaha mencerna berita yang ia terima.


"Om, ini beneran? Om?!"


"Iya, Bi. Aku kirim fotonya," ucap Adam yang segera mengambil foto Jovan dari luar kamar ICU.


Bian yang menerima foto tersebut pun membeku, ia tidak dapat mempercayai apa yang baru saja ia lihat. Jovan yang berada di dalam ruangan perawatan yang dipenuhi dengan peralatan penunjang medis untuk menopang hidupnya, sungguh membuat hati Bian serasa teriris.


Adam pun menceritakan keseluruhan kronologisnya kepada Bian.


"Om, Pak Mario dimana?" tanya Bian.


"Sekarang ada di kantor, tetapi biasanya sepulang dari kantor, beliau akan ke rumah sakit," jawab Adam.


"Oke, Om. Makasih, aku mau ketemu Pak Mario dulu," ucap Bian sebelum mengakhiri teleponnya.


Bian pun bersegera menuju kantor Mario, untuk mengkonfirmasi keadaan Jovan serta menanyakan kelanjutan jadwal kegiatan yang telah disusun sebelumnya.


"Assalamu'alaikum, Pak."


"Wa'alaikumsalam, tumben kamu nemuin saya, ada masalah apa?" tanya Mario.

__ADS_1


"Maaf sebelumnya, Pak. Tetapi, kok Bapak nggak bilang kalau Bang Jovan ada di rumah sakit?"


"Kamu barusan nelpon Adam, ya?" tebak Mario.


"Iya, Pak. Pak, kenapa keadaan Bang Jovan dirahasiakan, memangnya ada apa?" tanya Bian lagi.


"Sebenarnya bukan dirahasiakan, tetapi hanya tidak dipublikasikan, itu saja. Kenapa? karena saya menjaga mereka-mereka yang bersedih atas keadaan Jovan saat ini, saya takut mengganggu mereka dengan kehebohan media nantinya," jawab Mario.


"Tetapi Pak, publik berhak mengetahui keadaan Bang Jovan, terlebih lagi saat ini promosi film masih berlangsung yang pastinya akan ada pertanyaan tentang Bang Jovan," protes Bian.


"Hmmm, kumpulkan manajemen promosi film, kita rapat 1 jam lagi, di ruang rapat besar," perintah Mario.


Bian pun segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Mario.


Satu jam kemudian, seluruh pihak manajemen promosi telah berkumpul di ruang rapat besar.


"Saya tidak akan panjang lebar, tetapi saya ingin mengumumkan berita yang akan membuat kita semua bersedih. Jovan saat ini sedang dirawat di rumah sakit, tetapi tidak bisa dijenguk. Ia saat ini berada di ICU RS Pusat Otak, karena mengalami semi-koma."


Mario pun menceritakan kronologis apa yang terjadi pada Jovan, lalu Bian menambahkan dengan memperlihatkan foto Jovan di RS.


"Jadi saya minta, bantu Jovan dengan do'a-do'a kalian," ucap Mario.


"Pak, boleh kami share berita ini di media sosial? agar publik dapat ikut memberikan do'a-do'a terbaik mereka untuk kesembuhan Bang Jovan."


"Silahkan, lakukan yang terbaik untuk kesembuhan Jovan," jawab Mario.


Melalui laman media sosial film Cinta yang Hilang, mereka memberikan pengumuman terkait jadwal promosi film yang nantinya akan tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal, tetapi tanpa dihadiri oleh Jovan, serta membatalkan sejumlah jadwal wawancara dan kegiatan publik lainnya.


Tidak sampai 1 jam, laman media sosial film Cinta yang Hilang pun dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan dari para penggemarnya akan kondisi Jovan. Beberapa jam kemudian, karangan bunga yang bertuliskan do'a untuk kesembuhan Jovan pun mulai berdatangan di halaman rumah sakit.


Satu persatu penggemar Jovan pun mulai berkumpul di depan halaman rumah sakit, dengan harapan mereka dapat mendapatkan informasi langsung dari dokter yang menangani Jovan. Beberapa dari mereka yang beragama Islam pun duduk bersama dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.


Sementara itu, pusat informasi rumah sakit cukup kewalahan dengan telepon yang menanyakan kondisi Jovan, sehingga akhirnya para dokter yang menangani Jovan mengadakan konferensi pers.

__ADS_1


"Bismillah. Sebagaimana yang telah diberitakan di media sosial atas kondisi kesehatan saudara Jovan Chen, yang saat ini sudah memasuki hari ke-10 dalam perawatan intensif di rumah sakit ini. Adapun saat ini status saudara Jovan Chen, dalam keadaan semi koma, yang berarti ia masih merespon rangsangan pada panca inderanya, tetapi kondisinya dalam keadaan tidak sadar. Jika ada pertanyaan, kapan saudara Chen akan sadar? Jawaban dari kami, seluruh dokter, hanya 1, yaitu tidak ada satupun manusia yang dapat mengetahui kapan seorang pasien koma akan sadar. Jawaban itu hanya Allah-lah yang mengetahuinya."


__ADS_2