Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang
Episode 45 He's not Dead


__ADS_3

Malam itu, Marissa pun merenungi kehidupannya. Semua prasangka atas ayah dan keluarga ayahnya terbantahkan sudah.


Ia merasa bagaikan di dalam sebuah film aksi, dimana ia adalah pewaris tahta tunggal sebuah kerajaan yang wajib dilindungi dari sebuah intrik jahat ibu tirinya.


Perasaannya pun bagaikan rollercoaster, naik, turun kemudian seolah-olah dihempaskan, kemudian kembali naik dan turun.


Ia pun mencoba menebak-nebak, kejutan apalagi yang disimpan oleh pamannya.


Sementara itu, Alex mengunci dirinya di kamar kerjanya.


Ia lalu menuju rak bukunya, kemudian ia menarik salah satu buku yang berjajar rapi dan tiba-tiba sebuah pintu rahasia pun terbuka.


Pintu tersebut mengarah ke sebuah ruangan kamar eksklusif yang diisi dengan furnitur mewah.


Tampak seorang pria yang mirip dengannya duduk di sofa dan sedang menunggu kedatangannya.


"Bagaimana proses pemindahan sahamnya??" tanya pria itu tanpa basa-basi.


"Alhamdulillah, berjalan lancar. Besok berkasnya sudah siap untuk ditandatangani Icha," jawab Alex.


"Good. What about Jovan??" tanya pria itu lagi.


"Dia banyak bertanya, seperti yang sudah kita duga. Mereka berdua cukup cerdas menyusun puzzle yang ada. So, sebentar lagi kita akan kembali berjuang bersama mereka," jawab Alex tanpa ragu.


"She's a very smart daughter, she's strong also. I can't wait to hug her," ucap pria itu dengan penuh kesedihan dan harapan.


"Tunggu 3 pekan lagi, disaat 2 hari menjelang pernikahannya, datangilah Icha," jawab Alex dengan mata berkaca-kaca.


"Can you imagine, how long we've been waiting for that moment to happen??!!" ucap pria itu lagi.

__ADS_1


"It's been 18 years since you left them. But it's been 5 years since you faking your death," jawab Alex berurai air mata.


"How are you gonna tell the world, that you are actually a life ??" tanyanya lagi dengan suara bergetar.


"With Icha beside me, everything would be okay, so don't you worry. You've done a great job. Just let me do the rest," ucapnya penuh keyakinan.


"I'll talk to the cops and lawyer about this, okay?? So they can protect you and Icha. But why did you have to take this risk??!!" tanya Alex kembali.


"Like I said before, it's the only way I can help my daughter without that witch intervesion," jawab pria itu yang tak lain adalah Mario yang telah bersembunyi selama 5 tahun.


Alex pun mengenang peristiwa dimana ia harus berpura-pura menguburkan Mario.


5 tahun yang lalu, Mario dirawat intensif selama 2 pekan di salah satu rumah sakit Internasional di Jakarta, setelah ia didiagnosis terkena serangan jantung dan diabetes secara bersamaan.


Setelah dilakukan perawatan intensif dari tim medis, keadaannya pun berangsur membaik, hingga tanpa sengaja ia mendengar percakapan antara istrinya dan salah satu asistennya.


Mario yang saat itu berpura-pura tidur pun sangat marah, ia lalu merencanakan kematian palsu dengan dibantu oleh dokter yang merawatnya dan polisi kenalannya.


Alex sebagai adik dan orang terpercaya Mario pun bertugas untuk memberitakan kematiannya.


Alex mengatur agar tidak ada orang yang mentakziahi Mario dengan membuat skenario pemakaman tertutup yang hanya dapat dihadiri oleh kerabat dekatnya saja. Tentu saja, hanya Alexlah kerabat terdekat Mario. Pemakaman pun dilakukan tertutup, di sebuah pemakaman eksklusif di Bekasi, yang sebenarnya pemakaman itu tidak pernah terjadi.


Alex pun menyembunyikan Mario di sebuah apartemen miliknya selama 4 tahun. Sebelum akhirnya ia membuat sebuah ruang rahasia di belakang ruang kerjanya, setelah mengetahui kedatangan Marissa ke Jakarta.


Itulah yang membuat ia sering berdiam di ruang kerjanya, karena tanpa sepengetahuan siapapun ia mengunjungi Mario setiap malam untuk berdiskusi tentang Marissa dan bisnisnya.


Semua kebutuhan Mario ia suplay di malam hari di bantu oleh salah satu asisten terpercaya Mario.


Ruangan itu pun tidak sepenuhnya tertutup, karena untuk alasan kesehatan ia mengatur ruangan sedemikian rupa, agar cahaya matahari masih tetap dapat masuk dengan baik.

__ADS_1


Jadilah Mario terkunci selama 5 tahun dan sedang menunggu saatnya untuk keluar untuk memulai kehidupan yang baru dengan putri kesayangannya, Marissa.


Di suatu malam di ruang rahasianya, Alex pun mengabarkan tentang Marissa.


"Icha sekarang tinggal di sebuah kostan sederhana di Benhil. Ia selalu dibantu oleh seorang pria bernama Jovan, dia penulis buku yang dicetak di perusahaan kita," ucap Alex.


"I remember that boy, he's always nice to Icha since they're kids. Just watch them from a far. Make sure you can get to know them, as soon as possible," ucap Mario.


"How?? lebih baik kita menunggu mereka yang mencari kita, itu jauh lebih baik dan aman. Mas, aku tahu perjuangan kita untuk membebaskan dirimu hanya butuh kehadiran Marissa. Kita akan tunjukkan kepada dunia, bahwa Marissa Shafeeya, pewaris tunggal Mario Sofyan telah ditemukan. Hingga saat itu terjadi, kita harus berhati-hati bergerak. Jangan sampai mereka menganggap kita penipu, walaupun tidak ada satu pun pihak yang dirugikan," ucap Alex panjang lebar.


Mereka pun menyusun rencana untuk memunculkan Mario, bersama dengan pengacara dan pihak kepolisian yang akan melegalkan aksi mereka.


Polisi pun membantu dengan memberikan surat keterangan saksi rahasia yang wajib dilindungi, karena pada kenyataannya Mario adalah saksi kejahatan dan keserakahan istrinya.


Malam itu, Mario pun tidak dapat tidur, memikirkan pertemuan yang akan terjadi beberapa saat lagi. Pertemuan yang sudah sangat ia nantikan bertahun-tahun lamanya.


Ia tidak banyak berharap akan reaksi Marissa ketika mengetahui jika dirinya masih hidup. Ia telah mempersiapkan hatinya untuk mendapat penolakan dari putrinya itu.


Tetapi harapan akan cerita yang indah pun tak dapat dilepaskan begitu saja. Cita-citanya untuk kembali bersama dengan putrinya semakin tak dapat dibendung lagi.


Do'a dan harapan ia panjatkan sepanjang waktu. Ia pun tak lepas meminta ampunan atas dosa-dosa yang ia lakukan pada Riska dan Marissa di masa lalu.


Penyesalan memang selalu datang belakangan, tetapi memperbaiki kesalahan dengan membahagiakan dan memberikan kehidupan yang layak bagi putrinya, menjadi tujuan dan cita-citanya saat ini.


Ia pun merasa beruntung, karena dikelilingi oleh orang-orang yang dapat dipercaya dan diandalkan setiap saat.


Raka, asistennya yang telah setia mendampingi sejak awal pernikahannya dengan Riska, sehingga ia tahu benar apa yang terjadi.


Raka dan Alex adalah 2 orang terpercaya Mario selama puluhan tahun, mereka berdua adalah kaki dan tangan Mario.

__ADS_1


__ADS_2