Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang
Episode 72 Meeting


__ADS_3

Setelah selesai sarapan, Jovan segera menghubungi Bian, untuk mencarikan masker unik untuk dirinya gunakan pada saat keluar.


"Buat apa, Bang? Kok pakai masker?" tanya Bian.


"Nanti aku jelasin, pokoknya tolong belikan aku masker minimal 2. Untuk modelnya gimana, tapi yang keren, yaa kamu pikirin sendiri," jawab Jovan.


Jadilah Bian kembali disibukkan dengan urusan Jovan yaitu, mencari masker.


Sementara itu di kediaman Mario, Jovan tengah bersiap untuk pergi menuju kediaman Rakesh di perumahan mewah di timur Jakarta.


"Pakai mobilku aja, Bang. Kasian dia jarang dipakai," pinta Marissa.


"Oiya bener, nanti kapan Abang juga pingin lihat skill nyetirnya Sayang," jawab Jovan.


"Yaaah, aku kan belum lancar, belum berani bawanya, Bang," sahut Marissa.


"Sekalian nanti Abang ajarin, tenang aja. Insyaa Allah Abang akan atur jadwal untuk ngajarin Sayang nyetir," ucap Jovan sambil membelai pipi Marissa.


"Hari ini, Abang usahakan secepatnya pulang, Sayang kalau mau pergi kemana gitu, pergi aja. Nanti kalau sempat, Abang nyusul," lanjut Jovan.


"Enggak lah, aku mau mager di kamar, nunggu Babang super gantengku pulang," jawab Marissa yang kembali membuat Jovan tersipu.


"All right, not left! Abang akan pulang secepatnya, yaa," ucap Jovan penuh senyuman.


"You know me so well. Jangan dilanjutin, nanti kita bisa konser tak berujung," sahut Marissa sambil tertawa.

__ADS_1


"Yowes, assalamu'alaikum. I'm gonna miss you, hon," goda Jovan sambil tertawa kecil.


"Bang, buruaaaan !Wa'alaikumsalam," jawab Marissa sambil mendorong badan Jovan ke luar kamarnya.


Jovan pun bertolak menuju rumah Rakesh dengan mengendarai mobil milik Marissa, membelah kepadatan ibukota di awal pekan, sementara itu Marissa menyibukkan dirinya di dalam rumah.


Aktifitas Jovan di luar rumah, masih tetap dalam pengawalan Adam, yang kali ini ia duduk santai sebagai penumpang, karena Jovan ingin mengendarai sendiri mobilnya.


Perjalanan dari Selatan Jakarta menuju Timur Jakarta, pagi itu cukup menantang, dengan adanya kemacetan lalu lintas yang telah menjadi langganan pada beberapa ruas jalan di ibukota.


Sesampainya di kediaman Rakesh, tanpa menunggu lama, mereka segera melangsungkan pembahasan mengenai premiere film 'Cinta yang Hilang', yang rencananya akan di gelar dalam 2 pekan ke depan.


Promosi berupa tayangan cuplikan adegan dalam film tersebut akan mulai ditayangkan di media-media elektronik dan sosial pada pekan depan.


Sedangkan jadwal wawancara baik media eletronik maupun cetak yang dijadwalkan setelah premier filmnya pun telah mengantri.


"Maaf Pak, tapi 2 bulan lagi, saya sudah mulai kuliah kembali dan juga bekerja di kantor Pak Mario, jadi waktu saya untuk promo ataupun jumpa fans, hanya bisa sampai 6-7 pekan ke depan," ucap Jovan yang sudah merasa kewalahan dengan jadwal kegiatan yang diberikan oleh Rakesh.


"Iya, saya juga sudah dihubungi oleh Pak Mario langsung mengenai jadwal kamu nantinya. Bian juga sudah mulai mengutak-atik jadwal untuk kamu, lihat saja wajahnya, sepertinya pusing," jawab Rakesh dengan sedikit bercanda.


"Masalahnya, saya juga sama, 3 bulan lagi saya kuliah juga. Saya ambil kelas malam, agar tidak mengganggu jadwal kerja di siang hari," Bian menanggapi dengan tidak bersemangat.


"Bi, semangat dong!! Fighting!!" ucap Jovan.


"Abang sih enak, sudah ada yang nungguin kalau pulang, ada yang bikin kangen, laaa kalau nasib jomblo akut kek aku gini, kesian deh Bang," melas Bian.

__ADS_1


"Kamu ikutan nikah juga dong, Bi," sahut Rakesh.


"Sama siapa, Pak? Belum ada calon, lagian nyari perempuan keren seperti mbak Risa itu susah, langka!" jawab Bian.


"Icha itu memang langka, Bi. Cuma dia aja di dunia, nggak ada kloningannya," Jovan pun menimpali dengan penuh senyuman.


"Yang baru nikah, senyumnya memang nggak habis-habis," sindir Bian yang cemburu dengan kebahagiaan Jovan.


"Oiya Pak, nantinya penampilan saya akan berubah, Risa cemburu dengan banyaknya fans wanita. Jadi saya akan memakai masker di setiap acara-acara," ucap Jovan.


"Oiya, mana masker yang kamu beli?" pinta Jovan ke Bian.


Bian pun menyerahkan bungkusan paper bag kepada Jovan.


"Ini masker sudah yang paling gahar, Bang," jawab Bian.


Jovan pun membuka bungkusannya dan segera mencoba maskernya.


"Ah!! Bang, pakai masker malah tambah misterius, cewek semakin demen!!" ucap Bian.


"Iya Van, kamu jadi kelihatan lebih ganteng kalau pakai masker," canda Rakesh yang menimpali komentar Bian.


Adam yang sedari tadi hanya diam pun ikut berkomentar.


"Sepertinya penggunaan masker untuk mengurangi efek ketampanan akan berbuah sebaliknya. Efek misterius malah akan membuat menarik para gadis."

__ADS_1


"But, itu lebih baik, karena mereka tidak bisa mengambil foto dan menyimpannya. So, wearing a mask is fine," lanjut Adam yang menyetujui keinginan Jovan.


"Makasih Bang. Well, starting today I'm gonna wear this mask," ucap Jovan.


__ADS_2