Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang
Kepedulian bang Alvian


__ADS_3

Aku pun bergegas mengemasi keperluan mama yang belum selesai dibenahi ketika tadi ayah datang. suara klakson mobil mengagetkanku siapa yang datang? tanyaku dalam hati. Aku pun keluar dari kamar mama kulihat bang Alvian turun dari mobil .


"Del , kamu dimana Del? tanya bang Alvian , aku disini bang habis beresin keperluan mama di rumah sakit. " kenapa Abang gak kamu kabarin Del? tanya bang Alvian . aku pun terdiam dan melihat kesungguhan bang Alvian bahwa dia peduli kepadaku dan keluargaku. "siapa yang membawa mama kerumah sakit del ? tanya bang Alvian lagi. sontak aku pun menangis di depan bang Alvian tanpa rasa malu lagi mengingat betapa kalutnya aku tadi malam tidak tau bagaimana bertindak sampai aku harus meninggalkan mama yang tidak sadarkan diri tanpa ada yang menemani , berlari kerumah tetangga meminta pertolongan , aku merasa tersentuh atas pertanyaan bang Alvian seakan peduli kepadaku. aku mempunyai ayah dan Abang kandung pun tidak bertanya bagaimana kalutnya aku menghadapi situasi semalam .


" Sudah ,sudah jangan menangis lagi Del, ada Abang disini , jangan takut kita akan hadapi sama - sama . " Ayah sudah tau? tanya bang Alvian lagi , aku pun mengangguk mengiyakan perkataan bang Alvian. ayah cuma ngasih duit dan pergi lagi sama istri barunya. ayah tadi datang sama istri barunya ? tanya bang Alvian , " iya bang ,jawabku.ya sudah kamu jangan nangis lagi , nanti Abang yang tanggung jawab semua apa yang dibutuhkan mama di rumah sakit . " terima kasih bang sudah peduli pada ku dan keluargaku , ucapku .


Abang wajar peduli dengan kamu dan mama karna kamu itu calon istri Abang , tunangan kamu dan apa pun yang terjadi akan tetap selalu seperti itu , dan nanti selepas kamu tamat sekolah kita akan menikah ,ucap bang Alvian. perkataan bang Alvian mengingatkan ku dengan pengakuannya yang sudah mempunyai kekasih , apakah aku akan bernasib sama dengan mama, di duakan , setelah seluruh jiwa dan ragaku kuserahkan . aku gak mau batinku . tapi aku tak bisa berbuat apa - apa. Bang Alvian yang terlalu ingin aku menjadi istrinya dan perkataan ayah yang tidak bisa di bantah, dan jika aku membantahnya. ayah tidak akan memberikan duit lagi, padahal saat ini aku sangat membutuhkan duit buat pengobatan mama .


Aku harus bertahan dengan keadaan ini, mama harus sembuh .aku percaya jodoh , maut dan rezeki sudah di atur sama Allah , jika memang bang Alvian memang jodohku , kemana pun aku pergi ,aku tidak akan bisa menghindar. dan begitu juga sebaliknya jika memang bang Alvian bukan jodohku seberapa pun ingin dia menjadikanku istrinya kalau bukan jodoh itu tidak akan pernah terjadi.

__ADS_1


Bang Alvian mengambil tas yang sudah ku persiapkan ," ayo berangkat " kamu jangan bengong, nanti kesambet . aku pun tersadar dari lamunanku dan menggeleng kepala ,serta mengiyakan apa yang dikatakan sahabatku Dian jangan baper.


Ku dorong pintu ruangan mama ,kulihat mama dan ibu Nina berbincang bincang, bang Alvian pun menyalim mama,bang Alvian laki - laki yang sopan pikirku.


" Bagaimana keadaan mama ?" tanya bang Alvian mama sudah baikan nak tapi badan mama sebelah kiri susah di gerakkan , apalagi ini tangan bagaikan tidak ada rasa dan kekuatan untuk menggerakkannya." oh iya kata Delia mama terkena stroke" , mama jangan banyak pikiran dulu , saya mohon mama ikhlaskan saja , biar mama gak sakit kayak gini , kasihan mama , Delia juga kasihan melihat mama sakit seperti ini pasti dia sedih . apalagi dia sekarang sudah kelas tiga , lagi mau PKL lagi ,serta nanti banyak ulangan sebelum kelulusannya.pikirannya pasti bercabang cabang dia nanti gak fokus belajarnya . kita harus saling menguatkan mah.


Kulihat bang Alvian melirikku, aku pun menggeleng jangan diberitahu apa yang sekarang terjadi bahwa bang Alvian punya kekasih tapi masih menginginkan ku sebagai istrinya. bang Alvian memang brengsek , tapi dia jujur dan menjelaskan semuanya kepadaku." gak mah , aku tidak akan melakukan seperti yang ayah lakukan aku sangat mencintai Adelia dari kecil, dan mama tahu itu . aku akan selalu membahagiakan Adelia mah .


" Baiklah nak Alvian ,mama berharap kamu menepati janjimu untuk selalu membahagiakan Adelia". padahal mama masih berharap Adelia bisa sekolah yang lebih tinggi ,dia menggapai cita citanya,dan menikah dengan orang dia cintai dan mencintai dia." aku mencintai bang Alvian mah dan bang Alvian juga mencintaiku", mama doakan kami selalu bahagia , aku pun menggenggam tangan bang Alvian buat meyakinkan mama .

__ADS_1


" Baguslah kalau begitu mama bisa tenang sekarang, kata mama."iya mama harus tenang biar bisa sembuh seperti sedia kala , mama bisa melihat kami menikah dan memberi mama cucu yang lucu.ucap bang Alvian .aku pun menatap bang Alvian dengan heran .


"Mama dan ayah berkirim salam pada mama serta meminta maaf belum bisa kesini menjenguk mama , semoga mama cepat sembuh ,kata bang Alvian. "Waalaikumsalam, dan terimakasih doanya nak, dan sampaikan juga kirim salam mama pada keluargamu.


Bu Nina mendekat ke Alvian serta mengatakan " oh ini nak Alvian itu , tunangannya nak Adelia ibu baru lihat dengan jelas sekarang. tampan ,tinggi , kerjaan bagus , dan pastinya banyak duitkan nak. hahahaha ibu senang melihatmu sayang dengan Adelia dan mamanya . eh tapi bukannya kamu itu teman dekat nya nada ya . anak desa sebelah orangtuanya yang terpandang itu kan ? jangan bohong pasti ibu gak salah orangkan . " iya buk nada teman saya , hanya sekedar teman bukan seperti yang ibu pikirkan , jelas bang Alvian ke Bu Nina .


" oh oiya Del" ibu pulang dulu kerumah , besok pagi ibu kesini menggantikan kamu . besok kamu sekolah kan ,besok pagi ibu yang disini menjaga ibu kamu, kasihan kalu besok gak ada yang menemani ibu kamu disini kalau kamu sekolah.


" iya buk , terimakasih . ucapku pada Bu Nina .saya sangat bersyukur besok agar ada teman sekaligus yang jagain mama disini.

__ADS_1


__ADS_2