Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang
Rapuh


__ADS_3

Bang Alvian mencoba jujur dengan mengatakan bahwa dia sudah mempunyai kekasih padahal aku sudah berstatus sebagai tunangannya, dan dia hanya menginginkan ku sebagai istrinya kelak , apa aku harus bangga dengan pengakuan nya, tidak aku merasa kecewa.


Aku tidak bisa mengadukannya kepada mama dan kenyataan bahwa mamaku sudah dikhiananti dan dipoligami oleh ayahku. aku harus kuat dengan kenyataan ini dengan pura - pura tidak tahu ,asal aku bisa lihat senyuman mama ku .


"Besok aku harus cepat bangun bang, ayo pulang " ajak ku pada bang Alvian. kamu tidak akan memberitahukan Abang yang sudah punya kekasih kan Del, Abang tidak mau perjodohan ini batal , sudah cukup lama Abang ingin menikahi mu tapi kendalanya mama kamu yang tidak boleh kamu menikah dibawah umur 20 tahun. mama Abang juga setuju , kalau tidak Abang tidak akan pernah pacaran dengan nada , dan hanya kamu satu- satunya di hati ini Del." tidak akan ku beritahu bang , dan terimakasih sudah jujur padaku dan sudah memberitahu rahasia yang selama ini tidak akan pernah aku tahu. biarlah seperti ini berjalan seperti air yang mengalir , jodoh ada di tangan Tuhan batinku .


"Ayo mari kita pulang Del, bang Alvian menarik tangan ku serta mengenggamnya erat, abang lega rasanya sudah jujur kepadamu, dan Abang tidak bermaksud untuk menyakiti mu,Abang akan berusaha membahagiakanmu kelak, dan menghargai mu sebagai istri yang memang patut untuk dihargai .ujar bang Alvian lagi .tak ada getaran di hati ini walaupun begitu banyak bang Alvian mengatakan mencintai ku, hati ini mungkin sudah mati atau sudah terdoktorin kata kata Dian yang jangan gampang baperan.


"Ayo mampir bang", ajak ku ke bang Alvian.lain kali aja dek udah malam , Abang langsung pulang aja ya ,"hati - hati bang ucapku ", seperti tak ada permasalahan tadi, toh bang Alvian orang baik , dia sudah berusaha jujur ,dan tetap mempertahankan aku sebagai calon istrinya,dan dia juga memberitahukan rahasia keluarga ku walaupun dengan caranya yang egois.

__ADS_1


Aku pun membuka pintu seraya mengucapkan salam, tapi tidak ada yang menjawab, aku menuju kamarku melewati kamar mama , sayup - sayup kudengar suara tangisan , " mama aku sudah pulang, ujarku. tapi tak ada sahutan , suara tangisan pun menghilang, "mama sudah tidur ucapku lagi seraya membuka pintu kamar mama tapi tidak bisa karna pintu kamarnya di kunci.


mungkin aku salah dengar dan mama pasti sudah tidur pikirku lagi. aku pun melangkah kekamarku serta membersihkan diri sebelum tidur, kulirik jam sudah menunjukkan pukul 11 malam aku pun menarik selimut untuk tidur, lagi kudengar suara tangisan mama. aku pun langsung lari ke kamar mama, mama buka pintunya seraya aku mengetuk ngetuk pintu kamar mama dengan keras." "ma buka pintunya mah, aku akan terus disini sampai mama membuka pintu" ,ucapku lagi. krek suara pintu yang dibuka , kulihat mama dengan penampilan yang menyedihkan, "mamah kenapa apa ada yang sakit mah? tanya ku lagi, hanya gelengan dan tangisan sebagai jawabannya, "mamah kenapa tanya ku lagi seraya aku pun ikut menangis, mama jangan begini ada aku disini,ceritalah mah,jangan mama pendam sendiri, mama semakin menangis sesenggukan dan aku pun memeluk mama ku yang semakin kurus dan ringkih.


"Apa yang sakit mah ? tanyaku lagi." gak ada Del bukan sakit fisik nak, hati mama yang sakit , mama tidak tahan di buat begini nak , apa salah mama sama ayah nak, padahal mama sudah mau mengalah pindah kesini agar tidak bercerai dengan ayah demi kalian anak - anak mama. agar kalian punya orangtua yang lengkap dan mama sudah merendah diri menerima pernikahan ayah kamu dengan wanita itu. kurang sabar apa mama nak.


mama tidak salah yang salah ayah ,ayah pengecut , penghianat aku malu punya ayah seperti itu mah, mama kenapa tidak pernah cerita padaku mah, " apa Abang sudah tahu ini semua mah? " iya nak Abang sudah tahu". Abang tidak setuju kita pindah kesini. tapi mama masih berharap kalian punya keluarga yang lengkap dan harmonis seperti orang nak ." jadi Abang tidak pernah lagi menghubungi kita pasti gara - gara ayah,ucapku .


Tolong - tolong aku menjerit sekuat tenaga ku , aku takut mama pergi meninggalkanku, aku tidak mau ditinggalkan lagi mah, nenek sudah pergi meninggalkanku, Abang juga pergi, mama jangan pergi, ku mohon jangan tinggalkan aku mah." tolong jeritku lagi , aku menangis, meraung malam ini, aku tidak tahu mau bersandar kemana lagi,aku harus kuat tidak ada orang yang mendengar suara ku , kuletakkan tubuh mamah yang kucintai dilantai, aku berlari sekuat tenaga kerumah tetangga . kuketuk pintu rumah tetanggaku dengan keras. " ada apa nak , kenapa mengetuk rumah dan keadaan mu sangat kacau, tanya Bu Nina tetanggaku." tolong mama saya buk, tadi pingsan tidak ada orang dirumah buk , tolong saya buk, pintaku lagi.

__ADS_1


" Ayo mari ibu bantu, seraya ibu Nina menyuruh suaminya melapor ke RT .Aku pun berlari kerumah ku peluk lagi tubuh mamah dan menangis , mama sadarlah aku gak mau kayak gini mah." sabar ya nak , bentar lagi pak RT sama suami ibu sampai, seraya ibu Nina mengusap perut ibu dengan minyak kayu putih ,serta mengoles ke hidung mama. kalau memang tidak bisa di tangani disini , nanti kita bawa ke rumah sakit mamahnya ya nak. " iya buk, anggukku.


"Apa yang terjadi? suara pak RT dan segerombolan bapak - bapak tiba di rumah. Bu Nina pun menjelaskan bahwa mama sedang pingsan dan sudah di oles minyak kayu putih tidak ada respon . " Ayah kamu mana na? tanya pak RT . "aku pun menggeleng karna tidak tahu ayah dimana,"ayo langsung saja kita bawa ke rumah sakit biar cepat di tangani , seru pak RT pada warga yang ada. tubuh mama pun diangkat ke mobil yang sudah disiapkan warga , serta pak RT menyuruhku membawa baju salinan mama dan tak lupa mengunci pintu rumah.


mama cepat lah sadar ucapku pada mama yang tertidur di pangkuanku , mama aku takut sendiri , aku tak punya teman disini ucapkan dalam hati seraya menggenggam tangan mama yang terasa dingin. "sabar nak , mama kamu hanya pingsan berdoalah terus agar mama kamu cepat sadar, kamu anak kuat ,kamu pasti bisa melewati masalah ini, dan jangan menangis lagi kalau nanti mama mu sudah sadar, beri mama kamu semangat, dan hibur dia agar dia merasa kuat punya anak seperti kamu .


" Mohon maaf apa ada keluarga pasien disini? tanya dokter yang keluar dari ruangan pemeriksaan, " saya pak ucapku! apa orang dewasa ada, tanya pak dokter lagi . " hanya saya disini keluarganya pak , sahutku lagi. harus ada orang dewasa yang mendampingi , akhirnya bu Nina pun menemani ku ke ruangan pak dokter.


Tidak mungkin pekik ku, ketika pak dokter menjelaskan bahwa mama terkena stroke dan harus dalam perawatan intensive selama yang diperlukan. " sabar nak ucap Bu Nina berusaha menenangkan ku.

__ADS_1


Aku pun menangis di pelukan Bu Nina, buk aku tidak tau harus bagaimana, aku bingung buk, aku tak tahu dimana ayah, abangku juga sedang sekolah di luar pulau buk, aku tidak banyak mengenali orang disini buk, tolong aku buk , seruku ke buk Nina ." sabar ya nak, ibu akan membantu sebisa ibu, nanti pak RT yang akan memberitahukan kejadian ini kepada ayah mu , dan soal abangmu tidak usah di beritahu dulu, biarlah dia belajar dulu, kasian dia nak . dan kamu juga harus tetap sekolah ,nanti ibu yang akan membantu mengurus mamah kamu selama di butuhkan ," ayo kita lihat ibu kamu, hapus air matamu jangan biarkan mamah kamu melihat kamu menangis.


__ADS_2