
Jovan mulai menyadari posisi dirinya nanti ketika ia menjadi suami dari Marissa, suksesor Sofyan Corporation.
Tentu bukan hal yang mudah untuknya dan Marissa untuk bergabung dalam sebuah korporasi yang bernilai ratusan miliar rupiah.
Jovan pun mulai berselancar di dunia maya, guna mencari tahu lebih lanjut tentang Sofyan Corporation.
'Sofyan Corporation, didirikan oleh dua
bersaudara Mario dan Alex Sofyan, pada tahun 1990, yang berawal dari sebuah PT. Indoseni Persada, yang bergerak dalam bidang percetakan. Seiring berjalannya waktu, peningkatan keuntungan perusahaan membuat mereka mulai melebarkan sayapnya, dengan menanamkan modal di beberapa perusahaan di Indonesia.'
'Salah satunya adalah Chokusen Arc and Design, yang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang perencanaan. Pada tahun 2005, Sofyan Corporation mengucurkan dana yang cukup fantastis, sehingga membuatnya menjadi pemegang saham terbesar di Chokusen sebesar 45% yang bernilai 20 miliar rupiah.'
'5 tahun kemudian melalui Chokusen, Sofyan Corporation mulai melebarkan sayapnya dengan menambah bisnis mereka dalam bidang properti, dengan menanamkan modal pada PT. Jaya Indo Properti, sebesar 50 miliar rupiah, yang membuatnya menjadi salah satu pemilik usaha tersebut. PT. Jaya Indo Properti sendiri, telah membangun banyak properti di seluruh Indonesia, yang meliputi perumahan, perhotelan, rumah sakit, pusat perbelanjaan seperti Mall dan sejenisnya, serta taman hiburan. Saat ini nilai Chokusen dan PT. Indo Jaya Properti, ditaksir lebih dari 300 miliar rupiah atau sekitar 20 juta USD.'
'Di tahun 2012, Sofyan Corporation juga merambah ke dalam bisnis foods and beverages dengan menanamkan modal pada PT. Abbasyi Makmur Abadi, yang memegang lisensi jaringan waralaba Hayaku Bento, Jozz Burger, Crunchy Crush Chicken dan Chae Milk Tea and Buble Drink yang outletnya tersebar di seluruh Indonesia.'
'Tak berhenti disitu, pada tahun 2015, Sofyan Corporation bekerja sama dengan 2 perusahaan properti besar, membangun salah satu gedung pencakar langit termegah dan termodern di Jakarta, yaitu DCS Tower yang terletak di kawasan Mega Kuningan. Pada tahun 2017,ia pun memindahkan kantor Chokusen ke gedung barunya itu, setelah sebelumnya berkantor di kawasan Pancoran.'
'Sofyan Corporation sendiri, tetap berkantor di Lebak Bulus, di tempat awal mereka membangun bisnisnya.'
'Selain memperluas jaringan bisnisnya, Sofyan Corporation juga bekerja sama dengan pemerintah untuk membantu permodalan UMKM. Setiap tahunnya, ia mengucurkan dana 2 milliar rupiah untuk dibagikan kepada pelaku industri kecil di Indonesia.'
'Selain itu, Sofyan Corporation juga mendirikan pusat pelatihan dan ketrampilan bagi remaja putus sekolah dan ibu rumah tangga. Pusat pelatihan ini didirikan di beberapa tempat yang tersebar di pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.'
Jovan pun terdiam, ia tidak menyangka jika keluarga Marissa adalah salah satu keluarga terkaya di Jakarta yang memiliki banyak badan usaha dan pelatihan.
__ADS_1
Ia pun mulai merasakan beban berat yang akan dipanggulnya setelah menikah dengan Marissa.
Ia juga dapat merasakan beban yang berada di pundak Marissa. Kebahagiaannya bertemu dengan keluarga yang lama tak dijumpainya, harus dibebani dengan masalah warisan dan suksesor.
Jovan pun mengirimkan perihal keluarga Sofyan kepada Jordan.
"Reply me, when you can," ketik Jovan pada pesannya.
Jordan yang sedang bertugas, tidak dapat mengaktifkan HPnya. Jovan pun harus menunggu hingga Jordan selesai bekerja.
Beberapa jam kemudian, Jordan baru saja mendaratkan pesawatnya di Changi Internasional Airport. Setelah menyelesaikan shiftnya, Jordan pun segera pulang ke apartemennya.
Di dalam perjalanan pulang, ia segera menghubungi Jovan.
"What's up??" tanya Jordan.
"Belum, apa sih itu?? kayaknya panjang, intinya apa, Van?? aku capek banget kalau harus baca skripsi," jawab Jordan dengan nada lelah.
"It's about Icha's family background, it's very important for you to know so you can help me," jawab Jovan.
" Memangnya ada apa dengan Icha?? she's a wealthy girl now, any problem with that??" tanya Jordan yang tidak mengerti dengan maksud adiknya ini.
"Bang, please read it first, then call me. I'll be waiting," ucap Jovan mengakhiri sambungan teleponnya.
Walau lelah, Jordan segera membaca kiriman Jovan.
__ADS_1
Ia pun mencermati kalimat demi kalimat yang terangkai dalam keterangan keluarga Marissa. Ia pun terdiam setelah membaca 2 paragraf. Pikirannya mulai melayang, membayangkan bisnis keluarga Marissa yang tak pernah terfikir oleh keluarganya.
"She's rich??!! this rich??!!! no, no !! that must be a mistake!! How?? is it?? really??!!" ucap Jordan tidak mengerti.
Jordan pun mengirim pesan singkat kepada Jovan.
"You must ask her uncle about all of this. Ask him everything you need to know."
"I will, Bang. I'll ask him, tommorow," jawab Jovan.
Keesokan paginya, Jovan kembali menemui Alex di kantornya.
"Assalamu'alaikum, pasti ada yang ingin kamu tanyakan setelah membaca sejarah perjalanan Sofyan Corporation," tebak Alex.
"Wa'alaikumsalam, iya, Om," jawab Jovan.
" Apakah Om yang memberikan bantuan modal kepada perusahaan tempat Pakdenya Icha bekerja?? selain itu, apakah Om juga yang memberikan dana bantuan untuk UMKM, termasuk usaha budenya Icha??" tanya Jovan yang tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan untuk segera bertanya.
"Yes, I did, well actually Mario did that. Ayahnya Icha, membantu dalam diam dengan memberikan dana secara tidak langsung untuk kelangsungan hidup Icha. Memberikan bantuan langsung kepada pakdenya Icha, jelas akan ditolak mentah-mentah, sehingga satu-satunya cara adalah melalui pihak ketiga atau kesekian," jelas Alex.
"Dengan memberikan suntikan modal kepada perusahaan tempat mas Aryo, pakdenya Icha bekerja, artinya membuat perusahaan tersebut lebih maju dan mudah bergerak. Sehingga keuntungan yang didapatkan pun meningkat yang berdampak pada kesejahteraan karyawan. Lalu melalui program UMKM, Sofyan Corporation dapat membantu usaha-usaha mikro yang dilakukan oleh para ibu rumah tangga untuk membantu perekonomian keluarga. Untuk itu, setiap tahunnya kami mengucurkan dana yang tidak sedikit untuk kemajuan mereka. Well, sampai saat ini mereka tidak mengetahui jika kami adalah dibalik kemajuan perekonomian mereka. Let it be," tambah Alex lagi.
"Kami juga melakukan promosi terselebung untuk membantu mbak Aini menjalankan bisnisnya. Kami menempatkan marketer-marketer di tempat-tempat yang ramai wisatawan mencari oleh-oleh yang tidak biasa," Alex menambahkan.
"They say, when you help someone, never let the other hand knows," ucap Alex mengakhiri pertanyaan Jovan.
__ADS_1
"Tetapi kami memang tidak pernah muncul dihadapan Aryo, agar ia tetap menganggap kami tidak perduli dengan Icha. Sehingga tidak ada kekhawatiran darinya, jika suatu saat kami akan datang mengambil Icha, untuk merebut hak asuhnya. Semua itu kami lakukan, agar ia dapat membesarkan Icha dengan baik, sebagaimana mas Mario dan mbak Riska akan membesarkannya," jelas Alex.