Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang
Episode 34 The New Icha


__ADS_3

Setelah membelikan mobil untuk Marissa, Alex mengajak untuk berbelanja di sebuah Mall mewah di kawasan Pondok Indah.


Ia pun menghubungi istrinya untuk segera menyusul.


Sesampainya di tempat perbelanjaan, Alex membebaskan Marissa untuk berbelanja apa pun yang ia inginkan.


" Silahkan kamu beli yang kamu mau, sepatu, tas, pakaian, apa pun, ga masalah "


Marissa yang masih belum selesai dengan keterkejutannya, hanya memandangi barang-barang bermerk internasional didepannya.


" Cha?? ayo pilih aja "


" Tapi Om, aku bingung mau beli apa?? aku lagi ga butuh baju, sepatu juga ga. Maaf Om, aku ga tahu mau beli apa "


" Bagaimana kalau skincare aja, Cha " usul Jovanka.


" Kita ke sana " tunjuk Jovanka pada salah satu toko kosmetik dan perawatan kulit terkemuka.


" Ayo Cha "


Marissa pun mengikuti Jovanka, lalu sesampainya di toko yang dimaksud, Jovanka meminta seorang beautician untuk memeriksa jenis kulit Marissa.


" Tolong diperiksa jenis kulitnya dan perawatan mana yang sesuai "


Tak membutuhkan waktu yang lama, setelah 5 menit hasil pemeriksaan jenis kulit Marissa pun keluar.


Beautician tersebut kemudian memilihkan paket perawatan kulit untuk Marissa lalu menjelaskan cara pemakaiannya.


Setelah Marissa selesai, Alex segera melakukan pembayarannya.


" Cuma 3,5 juta untuk paket lengkap siang dan malam?? " tanya Alex di kasir.


" Iya Pak "


" Ini untuk berapa lama?? "


" Krim-krim ini cukup untuk 6 bulan pemakaian, kecuali facial wash yang sekitar 2-3 bulan saja "


" Kalau begitu, saya minta 1 lagi untuk facial washnya "


Setelah itu, Alex mengajak Marissa ke sebuah cafe.


" Kita ngopi dulu, sambil ngemil. Sekalian nunggu tante Alisa, sebentar lagi dia sampai "


Beberapa saat sebelum itu, Jorrian menghubungi Jordan dan Jovan.


" Dan, ayah tunggu kamu di PIM 2, secepatnya "


" Ada apa Yah?? Icha kenapa?? "


" Ga papa, tapi sebaiknya kamu kesini, segera!! "


Setelah itu,


" Van, kamu sebaiknya segera ketemu sama Pamannya Icha. Sekarang kami lagi di PIM 2, ayah tunggu secepatnya "


" Aku usahakan secepatnya kesana "


Jovan pun meminta izin untuk pergi kepada Rakesh.


" Pak, saya ada urusan lainnya, bisa saya permisi dulu?? "


"'Silahkan, oiya nanti akan saya jadwalkan kamu untuk bertemu dengan seseorang, istrinya sangat menyukai novelmu "


" Siapa Pak ??"


" Alex Sofyan, dia owner percetakan yang mencetak novel kamu. Perusahaannya juga yang membuat poster dan merchandise untuk peluncuran novel dan filmnya nanti "


" Baik Pak, saya tunggu jadwalnya "

__ADS_1


Jovan pun segera menaiki kendaraannya menembus keramaian kota Jakarta.


" Fix, ujung ke ujung!!! jauh banget!! "


Selama perjalanan, Jovan mengendarai mobilnya sambil mendengarkan rekaman percakapan Alex dan Marissa, yang tentu saja membuat dirinya terkejut luar biasa.


Sementara itu istri Alex dan 2 orang anaknya telah tiba.


"'Kenalkan ini Tante Alisa, kemudian ini adik sepupumu, Nasya dan Najmi "


Alisa pun segera memeluk dan mencium pipi Marissa.


" Terakhir tante melihat kamu, sewaktu kamu masih berumur 5 tahun. Sekarang kamu sudah dewasa dan mirip sekali dengan ibumu. Akhirnya tante bisa peluk kamu lagi, Cha. Alhamdulillah Ya Allah, akhirnya Kau pertemukan keluarga kami kembali " ucap Alisa sambil menitikkan air mata haru.


" Sekarang kamu tidak sendirian lagi, ada 2 adik yang mungkin sudah lelah mendengarkan cerita betapa Om dan Tante merindukan kamu. See, she's not our imagination. Mbak Icha is real!! bukan dongeng!! " canda Alisa.


Marissa pun tertawa dan memeluk Nasya yang juga ikut menangis.


Sementara itu, setelah hampir 1 jam berkendara, akhirnya Jordan sekeluarga dan Jovan sampai hampir bersamaan dan segera menuju ke cafe yang dimaksud oleh Jorrian.


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam. Pak Alex, kenalkan ini Jordan putra pertama saya, ini istrinya Jesie dan putrinya Joselyn, kemudian ini putra bungsu saya Jovan Chen "


Alex pun berdiri dan menyalami Jordan dan Jovan.


" Alex Sofyan, saya pamannya Icha " ucap Alex memperkenalkan dirinya.


" Pak Jorrian, Anda sungguh beruntung memiliki 2 orang anak yang tampan seperti ini " puji Alex.


" Yaaa, genetik itu memang ga lari kemana "


" Capek Yah, kalau lari-lari " sahut Jovan.


" Dan mereka pun ngelawak " ucap Jovanka sambil menggelengkan kepalanya.


" Wait, Anda penulis buku itu kan ?? " tanya Alex.


" Iya, kamu penulisnya kan?? "


" Iya Pak " jawab Jovan sambil bertanya dalam hati bagaimana pria di depannya ini mengenalnya.


" Perusahaan saya yang mencetak novel kamu. Poster dan merchandise untuk filmnya nanti pun akan dicetak di perusahaan saya " jelas Alex.


" Berarti, beliau ini yang dimaksud Pak Rakesh " ucap Jovan dalam hati.


" Ooo, terima kasih atas dukungan perusahaan Pak Alex "


" Sama-sama, saya juga senang bisa mendapatkan cetakan pertama dari novelnya " canda Alex.


" Silahkan duduk. Istri dan anak saya penggemar novelnya, kemarin ikut datang juga di GrandInd "


" Terimakasih, Pak "


" Tante datang ke acara yang di GI itu?? " tanya Marissa.


" Bukan cuma tante, Om juga, sekeluarga lah. Kita berempat datang " jawab Alisa.


" Aku juga di sana " ucap Marissa lirih.


" Icha disana, ikut antri tanda tangan juga, well ikut nimbrung sebagai fans terakhir lebih tepatnya " tambah Jovan.


Semua pun memandang ke arah Jovan dengan pandangan penuh tanya.


" It's a long story, but sudah saya masukkan dalam novelnya, so kalau mau tahu ada apa, yaa tunggu sampai novelnya dipasarkan " canda Jovan.


" Hmmm ga seru kamu Van!! " protes Jordan.


" Oiya, bagaimana pencariannya ?? " tanya Alex kepada Jovan.

__ADS_1


" Om, Bang Jovan kemarin sudah melamar aku"


Alex pun membelalakkan matanya sambil melihat ke arah Jovan dan Marissa bergantian.


" Wait, saya harus mencerna ... "


" Saya adalah Kevin dan Icha adalah Mischa " jelas Jovan singkat.


" Aaaaahh, now I get it!! It's a good news for us "


" Well, since kita sudah kumpul semuanya disini, saya traktir makan siang, yaa makan siang yang kepagian ga masalah kan?? "


" Tentu tidak " jawab Jorrian yang disambut tawa.


Alex pun mengajak makan siang di sebuah restoran yang menyajikan makanan dari negeri tirai bambu.


" So, kamu kan sudah melamar keponakan saya, I have to ask you, kapan rencana akadnya dan dimana?? "


" Saya sih, ingin secepatnya saja, sebelum pemutaran perdana film Cinta yang Hilang " jawab Jovan.


" Pemutarannya kapan?? "


" Dijadwalkan 4 bulan lagi "


" Hmm kalau begitu, bagaimana kalau pernikahannya 3 bulan lagi ?? Om rasa waktunya cukup mempersiapkan semuanya."


" Rencana acaranya dimana?? " tanya Alex.


" Kami belum membahasnya sampai sana " jawab Jovan.


" Cincinnya aja kegedean, masih harus dikecilin, otakku ga sanggup untuk menampung semua hal sekaligus!!! aku mau liburan dulu ah!! eh huaaaaaaa proyek Hotel itu!!! kan baru mulai, mana bisa resign?? "


" In syaa Allah bisa, nanti Om yang atur. Senin pagi kita ke kantor, sekalian Om bayar tunai penaltinya "


" Sekarang kalian pikirkan untuk acara pernikahan kalian saja. Mau pakai WO yang mana, kalian pilih saja. Untuk biaya, in syaa Allah tidak ada masalah, berapa pun "


" Dan mulai malam ini Icha pulang ke rumah saya, sampai nanti ia resmi menjadi istrimu "


" Nah, sekarang tinggal kalian pikirkan konsep pernikahannya bagaimana "


" Aku ga mau mikir, aku mau terima jadi " ucap Marissa.


" Bener yaa, terima jadi, no protes??!! " tanya Jovan.


" Iyes Bang, I want to be a real princess yang ga perlu mikirin printilan. Terima beres is jalan ninjaku"


" Temanya ??? model dressnya?? juga ga mau mikir?? " tanya Jovan.


" Nope, aku milih yang sudah ada "


" Cha, ini acara sekali seumur hidup. Biasanya perempuan itu punya impian akan pernikahannya, kamu ga?? " tanya Jovanka.


" Ga, kan Bunda bilang itu biasanya, kalau aku kan luar biasa "


" Marissa Shafiyya binti Mario Sofyan!!! "


" Ada apa, Tuan Jovan Ahmad Chen?? "


" Ga papa, tapi karena kamu luar biasa, yaa biasa di luar kan?? keluar dulu deh "


" Eh...?? Bundaaaaaa, Abang ngusir aku, belum-belum aku sudah diusir?? Waaah Abang!! "


" Maaf yaa, sepertinya ingatan Icha sudah kembali 100%, jadi kalau sudah begini, mereka berdua, harus dipisahkan dulu " canda Jovanka sambil mengajak Marissa pindah ke meja lain.


" Seperti dejavu, ayah jadi kangen masa-masa kalian berdua sering bertengkar " kenang Jorrian.


" Kalau membaca novelnya, saya bisa membayangkan keseruan masa kecil Icha bersama kalian " ucap Alex.


" Tiada hari tanpa teriakan Icha, ' Abaaaang!!! ' " kenang Jorrian.

__ADS_1


" Dan yang diteriakin kabur sambil ketawa-ketawa " tambah Jordan sambil menggelengkan kepalanya.


Jovan pun tertawa mengingat keisengannya menggoda Marissa.


__ADS_2