Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang
Episode 36 Bisnis Keluarga Sofyan


__ADS_3

Setelah makan malam, Alex mengajak Marissa berbicara di ruang keluarga.


" Tadi pagi om sudah bicarakan masalah pengunduran diri kamu agar diselesaikan secepatnya, kemungkinan besok adalah hari terakhir kamu ke kantor sebagai karyawan "


" Maksudnya sebagai karyawan??? memangnya aku bakalan ke sana menjelma jadi owner ?? "


" Yes, saham Ayah kamu akan menjadi milik kamu sepenuhnya, yaitu sebesar 25% dan om memberikan 10% saham untuk kamu. Jadi besok kita ke notaris perusahaan untuk mengurus pemindahannya yang akan membuatmu menjadi pemilik saham terbesar di Chokusen sebesar 35% "


Marissa masih tidak mempercayai apa yang baru saja ia dengar dari pamannya.


" Om, boleh nanya ga?? "


" Mau tanya apa?? "


" Jadi ayah itu salah satu pemilik Chokusen?? Om juga?? "


" Iya, ayahmu dan om adalah salah satu pemilik Chokusen. Ayahmu salah satu pemodal disana sejak 9 tahun yang lalu "


" Kok bisa?? "


" Pemiliknya adalah sahabat ayahmu dari SMA, kami berteman baik hingga saat ini "


" Om?? apakah ini yang disebut dengan tajir melintir?? "


Alex pun tertawa mendengar kata-kata Marissa, ditambah ekspresi wajah Marissa yang benar-benar polos.


" You can say that "


" Eh tapi, Om tahu dari mana kalau aku kerja di Chokusen?? "


" Om ga tahu sampai pagi ini, makanya begitu tahu, yaa Om santai saja. Look ayahmu adalah pemegang saham terbesar, kamu bisa artikan sendiri pengaruhnya di Chokusen "


" Ayah?? Berarti kalau semua saham Ayah dialihkan ke aku, ditambah dengan punya Om, aku jadi pemegang saham terbesar di Chokusen??!! "


" Om, aku mau rebahan dulu deh, lemes kakiku dengerin kenyataan yang bagaikan mimpi ini "


" Cha, semua perjuangan, kesedihan, kemarahan mu, dibayar tunai oleh Allah saat ini. Om hanya akan melakukan apa yang ayah kamu akan lakukan untukmu, putri kesayangan yang sangat dirindukannya. Don't worry, sekarang kamu nikmati hidupmu dengan kegiatan yang kamu sukai saja "


" Besok kita urus peralihan saham untukmu dan untuk pengunduran dirimu, seharusnya besok suratnya sudah siap, tinggal kamu tanda tangani saja "


" Ini kok jadi lucu yaa, aku mengundurkan diri, tapi HRD yang bikin suratnya "


" Biar cepat Cha. Well, sudah malam, Om mau istirahat, kamu jangan kemalaman tidurnya "


" Iya Om "


Marissa pun menuju ke kamarnya, kemudian ia berbaring di atas tempat tidurnya, menatap langit-langit kamarnya yang berhiaskan keindahan langit malam yang penuh bintang.


" Ketika orang kaya dapat menghadirkan langit malam ke dalam kamarnya, siapa yang ngegambar sedetail ini sih?? "


" Wait, Marissa alias Icha, now you are the owner of Chokusen?? !!! "

__ADS_1


" Aaarrghh!! otakku sulit mencerna ini semua!! "


" 18 tahun!! and this is what I get !! I don't need all of this, I just need Ayah dan ibu next to me "


" Bunda, Icha pingin dipeluk seperti kemarin, Icha butuh pelukan Bunda lagi, Icha disini kesepian " ucapnya lirih.


Tiba-tiba terdengar ketukan pintu kamarnya.


" Cha, tante boleh masuk?? "


Marissa pun segera membuka pintu kamarnya.


" Tante buatkan minuman coklat hangat, biar kamu relaks "


" Makasih Tan "


Marissa pun meminum coklat hangatnya.


" Cha, tante paham dengan apa yang kamu rasakan saat ini, terkejut, bingung, bahagia semua berkumpul menjadi satu, iya kan Cha?? " ucap Alisa sambil mengusap punggung Marissa.


" Iya, Tan. Aku bingung, ga percaya dengan kenyataan yang selama ini aku percaya "


" Tante paham, selama ini seolah-olah kamu hidup dalam kepalsuan. Kamu bagaikan putri Mahkota yang hilang "


" Ketika kerajaan telah menemukan putri Mahkota, sang ahli waris yang suatu saat nanti akan mengambil alih kepemimpinan, raja dan jajarannya sangat bahagia. You are the lost princess, Cha.


" Perubahan statusmu terjadi hanya dalam kejapan mata, memang sulit untuk dipercaya. Tetapi inilah yang terjadi dalam kehidupan mu "


" Sini Tante peluk "


" Kami paham sekali jika kamu masih belum dapat mencerna ini semua, sangat paham. Tetapi semua hak yang seharusnya kamu dapatkan, harus segera diurus, karena ini memang hak kamu "


" Look, nanti kamu akan didampingi pengacara dan akuntan untuk mengurusi keuangan kamu. Mereka yang kerja kok, kamu bebas menggunakannya kapan saja dan untuk apa saja "


" Dan sebagai pemegang saham, tenang saja, tidak serumit apa yang kamu pikirkan. Tidak ada keputusan atau pekerjaan yang harus kamu lakukan dengan kekuatan saham itu, kamu cukup duduk manis. Biarkan Om Alex dan orang-orang kepercayaannya bekerja, mereka toh selama ini yang mengolah keuangan dan bisnis ayah kamu. Nanti seiring berjalannya waktu, perlahan kamu akan mempelajari hal yang berkaitan dengan pengolahan bisnis, pengambilan keputusan dan lain sebagainya. Tapi itu masih nanti, masih lama, bukan sebulan, dua bulan yang akan datang, tapi bisa jadi setahun atau dua tahun lagi atau mungkin lebih, ketika kamu sudah siap "


" Tante dan Om percaya kamu bisa melakukannya, yang penting jangan sampai stress, perbanyak istighfar ya, Cha "


" Iya, Tan. Terimakasih "


" Sekarang, pikirkan pernikahan mu saja. Bagaimana sudah menentukan tanggal?? dimana?? "


" Biar Bang Jovan yang mikir, aku mau istirahat otak dulu "


Alisa pun tertawa mendengar jawaban Marissa.


" Ya sudah, boleh tante bantu?? tante minta nomornya ibunya Jovan, boleh?? "


" Eh beneran, Tan?? "


" Iya, bener dong. Mau dibantu ga?? "

__ADS_1


" Tante makasiiiiiiih " jawab Marissa sambil memeluk erat Alisa.


Marissa pun segera memberikan nomor kontak Jovanka kepada Alisa.


" Cha, sekarang kamu memiliki keluarga, jika kamu butuh bicara, pelukan atau sekedar bercanda untuk melepaskan penat, kami selalu disini, kamu ga sendiri lagi, yaa," ucap Alisa sambil menggenggam tangan Marissa.


"Iya Tan, maafin Icha. Icha masih bingung, ga tahu harus ngapain."


" Ga papa, tante paham kok. Oiya, makanan kesukaan kamu apa?? "


" Aku sih suka apa aja, Tan," jawab Marissa.


"Hmmm, kamu besok mau makan apa??nanti tante masakin," tanya Alisa.


"Apa yaa, sayur asem, pakai tahu dan tempe goreng, kayaknya seger deh,Tan," pinta Marissa.


" Serius kamu cuma kepingin makan sayur asem?? pakai sambal terasi ga?? "


" Pakai dong Tan. Kalau makan pakai sambal terasi, hati-hati di nasi, cepat habisnya!!" canda Marissa.


" Oke deh, in syaa Allah besok tante masakin sayur asem plus nasinya dibanyakin yaa. Sekarang kamu istirahat, yaa."


" Oiya, besok tante akan bicara dengan ibunya Jovan mengenai pernikahan kalian, ada pesan ga?? " lanjut Alisa.


"Ga ada Tan, aku terima beres aja," jawab Marissa.


" Siplah kalau begitu. Nite, sweet dream."


Alisa pun keluar dari kamar Marissa, tak lupa ia mengecup kening keponakannya itu.


Lalu Alisa berjalan menuju kamarnya, tetapi tak dilihatnya Alex.


"Pasti di ruang kerjanya lagi, sudah lewat jam 9, bukannya istirahat malah kerja lagi??!!" gumam Alisa sambil berjalan menuju ruang kerja Alex.


Alisa menggelengkan kepalanya ketika ia melihat Alex masih sibuk dengan berkas-berkas pekerjaan di ruang kerjanya.


" Kok masih disini?? " tanya Alisa sambil menghampiri suaminya dan mengecup keningnya.


Alex pun tersenyum dan melingkarkan tangannya di pinggang istrinya itu.


" Maaf ya Yang, beberapa hari ini aku sibuk dengan urusan Icha. Bagaimana pun juga dia adalah...... "


" Iya, aku tahu Mas. Dia adalah ahli waris Mas Mario, tapi aku minta tolong agar berbicara ke Icha jangan terlalu serius, kasihan dia bingung. Setelah bahagia menemukan keluarganya, tiba-tiba ia harus pusing luar biasa menghadapi beban tanggung jawabnya sebagai pewaris perusahaan ini," potong Alisa.


"Dia anak yang dibesarkan dengan cara sederhana, seperti mbak Riska. Lihatlah Icha, mendapatkan segitu banyaknya uang, ia tidak segera membelanjakannya. Ia sibuk dengan pikirannya yang belum memahami apa yang terjadi pada dirinya. Please go easy on her, she's fragile, she's a baby inside," lanjut Alisa.


"Biarkan dia melakukan apa yang ia inginkan, biarkan ia bekerja jika memang itu keinginannya, jangan paksakan ia untuk mengikuti keinginan Mas," tambah Alisa.


" Tidak melakukan apa-apa, dapat membuat dirinya stress. Lihat wajahnya yang tanpa senyum memikirkan beban dan tanggungjawab sebagai pemilik perusahaan," lanjutnya lagi.


" Astaghfirullah, Mas tidak terfikirkan seperti itu. Icha stress yaa ??" tanya Alex sedikit khawatir.

__ADS_1


" Sepertinya begitu. Ia masih segan untuk mencurahkan isi hatinya kepada kita, karena kita masih asing untuknya. Pelan-pelan Mas, berikan ia waktu," jawab Alisa.


" I think you're right. Mas akan biarkan ia untuk memilih, tetap bekerja atau resign," ucap Alex.


__ADS_2