Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang
Episode 83 Tawaran


__ADS_3

Jovan dan Marissa terlihat sibuk berbincang-bincang dengan tamu undangan pada acara gala dinner, diantaranya adalah tawaran untuk membuat serial dari novel 'Cinta yang Hilang' di channel televisi berbayar, dengan kontrak fantantis sebesar 50 ribu dollar Singapura/episode yang rencananya akan dibuat hingga 30 episode.


"Pihak sponsor juga telah siap, hanya tinggal persetujuan Anda, bagaimana ?" tanya Rasyid Johar, seorang produser asal Singapura.


"Apa dibuat seperti sinetron?" tanya Jovan.


"No, bukan sinetron, tetapi mini series, seperti drama Korea, Jepang atau Taiwan. Nah, untuk itu kami juga membutuhkan cerita dari Marissa. Saya dengar, Anda sedang menyusun novel jawabannya?" tanyanya kepada Marissa.


"Iya, masih awal penulisan," jawab Marissa.


"Sebaiknya untuk serial dramanya ditunda sampai Rissa menyelesaikan novelnya, jadi nantinya bisa lebih pas ceritanya," jawab Jovan.


"Bang, peminat novel dan film Anda sangatlah besar. Tengoklah di IG 'Cinta yang Hilang', permintaan akan serial televisi banyak diposting, ini kesempatan besar untuk memanjakan peminat-peminat Abang," lanjut Rasyid.


"Saya tahu saat ini memang novel saya sedang naik popularitasnya, ditambah dengan filmnya, peminat film tapi bukan pembaca novel akhirnya membeli novelnya, bahkan permintaan di youtube juga sangat tinggi, tetapi ada satu hal kekhawatiran saya, yaitu jika saat ini kita gempur mereka dengan semua yang berkaitan dengan 'Cinta yang hilang', tiba-tiba terjadi momen jenuh pada pasar, ini akan merugikan kita semua," jawab Jovan.


"Look, semua magazine, radio, internet, they're talking about cinta yang hilang, they put my face in every layer. Don't you think they'll get bored?" tolak Jovan.


Rasyid pun terdiam sesaat, tetapi tidak mengurangi niatannya untuk segera mendapatkan izin untuk memproduksi serial cinta yang hilang.

__ADS_1


"Saya paham kekhawatiran Anda, tetapi proses untuk pembuatan serial ini juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Kami tidak akan mengerjakan produksi kejar tayang, tetapi benar-benar akan mengerjakannya dengan kualitas terbaik yang didukung oleh aktor-aktor yang berpengalaman," jelas Rasyid.


"Kalau boleh, bagaimana jika novelnya telah selesai, bisa diserahkan kepada kami untuk segera dibuatkan naskah ceritanya," pinta Rasyid lagi.


"Nanti akan kami siapkan kontraknya terlebih dahulu," ucap Bian yang akhirnya bersuara sebagai manajer.


"Maaf, saya Bian, saya manager Bang Jovan dan Mbak Risa. Untuk semua urusan kontrak kerja ataupun perjanjian kerjasama harus melalui saya, yang nantinya juga harus melewati Pak Mario Sofyan, selaku komisaris dan penanggungjawab dari novel dan film cinta yang hilang. Beliau juga ayah kandung dari Mbak Risa yang sekarang sedang berbincang dengan orang tua Bang Jovan," ucap Bian sambil menunjuk ke meja tempat Mario dan Jorrian berbincang.


"Selain itu, untuk adaptasi ke layar televisi juga harus melalui Pak Rakesh, selaku produser film ini. Jadi sebaiknya Anda ke Jakarta dan buatlah temu janji dengan mereka. Bang Jovan tidak akan memutuskan sekarang, semua ini membutuhkan pertimbangan yang matang, walaupun keuntungan yang ditawarkan cukup tinggi, tetapi disini kami tidak semata-mata mengejar keuntungan, tetapi juga harus mempunyai strategi untuk memaintain penggemar," jelas Bian lagi yang membuat Jovan cukup terpukau.


"Bang, peminat novel dan film Anda sangatlah besar. Tengoklah di IG 'Cinta yang Hilang', permintaan akan serial televisi banyak diposting, ini kesempatan besar untuk memanjakan peminat-peminat Abang," lanjut Rasyid.


"Saya tahu saat ini memang novel saya sedang naik popularitasnya, ditambah dengan filmnya, peminat film tapi bukan pembaca novel akhirnya membeli novelnya, bahkan permintaan di youtube juga sangat tinggi, tetapi ada satu hal kekhawatiran saya, yaitu jika saat ini kita gempur mereka dengan semua yang berkaitan dengan 'Cinta yang hilang', tiba-tiba terjadi momen jenuh pada pasar, ini akan merugikan kita semua," jawab Jovan.


"Okay, I think I get your point. Let see, kira-kira kapan naskah dari Risa selesai?" tanya Rasyid.


"Hmmm saya juga tidak bisa memastikannya, tapi mungkin paling cepat bulan depan atau sekitar 3 pekan dari sekarang dan paling lambat yaa sekitar 2 bulan," jawab Marissa.


"Baiklah, nanti saya akan ke Jakarta, setelah mendapat kabar jika naskah telah selesai. Bisa saya berbicara langsung dengan Pak Mario?" tanya Rasyid.

__ADS_1


"Nanti saya tanyakan dulu kesediaanya," jawab Bian yang segera berjalan menuju meja Mario.


"Permisi Pak, maaf mengganggu sebentar," izin Bian kepada Mario.


"Kenapa, Bi? ada masalah apa, kok kamu kelihatannya serius banget?" tanya Mario.


"Itu Pak, ada yang nawarin ke Bang Jovan untuk bikin serial cinta yang hilang, tuh orangnya namanya Rasyid, orang Singapura," jawab Bian sambil menunjuk ke arah meja Jovan.


"Apa isi tawarannya?" tanya Mario.


"50 ribu dollar Singapura/episode yang rencananya akan dibuat hingga 30 episode," jawab Bian.


"Hmm, Jovan jawab apa?" tanya Mario.


"Bang Jovan nolak, Pak. Takut para penggemarnya bosan, karena beruntun. Mau Bang Jovan nanti setelah beberapa bulan setelah mereda, jangan digempur tanpa jeda," jelas Bian.


"Yup, memang harus pakai strategi tarik ulur untuk memaintain penggemar. Buatkan jadwal pertemuan saya dengan Rasyid di Jakarta di kantor utama, sepekan dari sekarang. Kamu hubungi sekretaris saya untuk koordinasi jadwalnya," ucap Mario.


"Baik, Pak. Saya permisi."

__ADS_1


Bian pun kembali menemui Rasyid.


"Tadi saya sudah berbicara dengan Pak Mario, beliau minta bertemu di Jakarta untuk pembahasan mengenai drama ini. Nanti akan saya jadwalkan pertemuan Anda dengan Pak Mario di kantor beliau sepekan dari sekarang. Nanti akan kami hubungi lagi," ucap Bian.


__ADS_2