Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang
Episode 23 New Project


__ADS_3

Menjelang akhir pekan, pekerjaan Marissa di kantor semakin banyak. Kesibukan para arsitek dengan proyeknya masing-masing, telah menyita waktu istirahat mereka.


Di waktu makan siang pun terlihat, beberapa dari mereka masih berada di depan komputernya.


Zahra sang sekretaris pun mulai menjalankan tugas ekstranya.


" Siapa yang butuh lunch, tulis orderannya!! "


Satu persatu dari mereka pun menuliskan orderan makan siang mereka, termasuk Marissa yang masih menyelesaikan sketsa layout ruang santai sebuah kantor majalah wanita.


Ardan, sang manajer terlihat sibuk dengan kertas-kertasnya di atas meja. Kemudian ia menuju ruang desain dengan kursi kerjanya.


Dilihatnya para arsitek masih sibuk di meja kerja mereka masing-masing.


" Attention please!! "


" Saya butuh dua orang untuk proyek Hotel di Manado. Saya butuh yang bersedia stay di sana selama proyek berjalan, sekitar 6 bulan. "


" Tumben harus stay disana?? memangnya ga bisa pulang pergi aja, sebulan 2 kali kesana?? " tanya Michael.


" Ownernya minta harus ada yang stay disana sampai proyek selesai. Jadi siapa yang bersedia?? "


Risa pun mengangkat tangannya.


" Saya insyaAllah bersedia."


" Oke, satu lagi "


" Gw deh, proyek gw sudah selesai semua. Securelife tinggal finishing akhir bisa diwakilkan. BMYP masih tender nunggu konfirmasi, kalau dapat, gw serahin ke yang mau deh. Nah terus yang galeri juga sudah selesai, tinggal laporan akhir aja kok " ucap Michael.


Ardan pun memeriksa berkas proyek yang dikerjakan Michael.


" Ok Mike, you'll go with Risa."


" Senin pagi, kalian sudah harus sampai di Manado. "


" Ok Bos!! "


" Michael, Risa, kita meeting sebentar !!"


Risa dan Michael pun mengikuti Ardan menuju ruang rapat.


" Kita dapat proyek langsung tanpa tender, untuk renovasi Hotel Grand Kawanua. Yang akan direnovasi adalah lobby, ballroom, dining area dan 4 kamar president suite "


" Michael, you're in charge. Senin depan kalian berangkat, pilih 1 drafter dan 1 site supervisor. Kalau sudah dapat, serahkan namanya ke Zahra biar dia langsung pesankan tiketnya sekalian. "


" Kalian rapat dengan pihak hotel setelah itu kalian mulailah kerjaan kalian. Sebisa mungkin tidak pakai menginap untuk tahap awal ini, nanti setelah masuk tahap on site, baru lah salah satu dari kalian harus berada di sana, hingga renovasi selesai. Saya ambil waktu terlamanya, yaitu 6 bulan. "


" Oiya Ris, here's for your safety " ucap Ardan sambil memberikan sebotol paper spray.


" Astaghfirullah Daaaan!! Lo kira gw mau ngapain ke Risa, gila lo yeee!! " protes Michael yang membuat Ardan dan Marissa tertawa.


" Eh Ris, jangan lengah, jangan tipiskan pertahanan, selalu waspada!! "


" Siap Bos!! "


" Oiya Ris, kamu kan lagi ngerjain lobby kantor majalah, kamu selesaikan sebelum berangkat. Nanti saya minta Fitri handle selanjutnya "


" Makasih, Bang!! "


" Tadi Bos, kenapa sekarang jadi Bang?? " tanya Ardan.


" Katanya boleh suka-suka, kalau bicaranya santai dan lembut, enakan panggil 'Bang' "


" Hmm yowes, terserah kamu deh. "


Ardan lalu menghubungi pihak hotel di Manado, untuk menginformasikan siapa-siapa saja yang akan berangkat.


" Pak Ardan tidak ikut?? "


" Hmm saya rasa tidak perlu, mereka profesional yang sudah paham tugas mereka."


" Tapi Pak, owner minta Anda datang, beliau ingin bertemu langsung, sekaligus ingin melihat proyek-proyek Anda yang telah selesai."


" Jadi, saya harus ikut nih?? "


" Iya, Pak. "


" Baiklah."

__ADS_1


Setelah itu,


" Mike, gw ikut. Zah, pesan tiket PP ke Manado untuk 5 orang. Senin pagi, penerbangan pertama. "


" Ok!! "


Kesibukan pun semakin bertambah, Marissa pun harus segera menyelesaikan layout proyeknya sebelum ia berangkat ke Manado.


" Ris, gw bantuin. Sudah selesai berapa?? " ucap Michael menawarkan bantuan.


" Sudah selesai 2, tinggal 1 lagi. Masih mikir. "


" Gw lihat yang sudah selesai."


Marissa pun menunjukkan sketsa desainnya kepada Michael.


" Hmmm ok nih, tinggal kasih ke drafter aja. 1 lagi?? kenapa?? "


" Mentok ide, Bang. "


" Coba gw lihat. "


Setelah melihat sketsa Marissa, yang masih mentah, Michael pun membuat coretan diatas sketsa Marissa dan menyelesaikannya hanya dalam 10 menit, hingga membuat Marissa takjub akan skill desain Michael.


" Done, terserah kamu mau ditambahin apa lagi atau yaa terserah deh. "


" Makasih Bang!! "


" Sama-sama. "


Michael pun kembali ke mejanya dan melanjutkan pekerjaannya.


Malam harinya, sesaat sebelum pulang.


" Ris, dinner bareng yuk. Gw punya voucher makan diskon 25% , kita bareng sama Fitri dan Novi juga " ajak Sasha.


Risa pun makan malam bersama rekan kerjanya sebelum pulang.


" Ris, nanti titip foto-foto di Manado yaa. " ucap Sasha.


" Pingin sekalian liburan ga sih, ke Bunaken. "


" Eh, kalau kamu stay di sana 6 bulan kan bisa tuh "


" Hmmm kan belum tahu juga yang bertugas di sana aku atau Michael "


" Eh Ris, Michael naksir kamu lho, hati-hati aja." ucap Fitri.


" Hati-hati dalam artian bukan karena Michael itu orang ga baik, bukan. He's nice, always been nice but yaa gitu, centil banget kalau ngeliat yang bening-bening. " lanjutnya lagi.


" Ngeri dong kalau aku bening??!! transparan gitu??!! "


" Hmmm dia ngelawak. "


Tak lama kemudian HP Marissa pun berbunyi.


" Eh, sebentar, aku angkat ini dulu yaa. "


" Assalamu'alaikum, Bi. "


" Wa'alaikumsalam, lagi dimana Mbak?? "


" Lagi dinner di Tamani GI,mau sekalian bareng ga?? aku tungguin, aku baru order kok, belum datang makanannya "


" Eh boleh, tungguin ya Mbak."


" Mau pesan apa?? biar sekalian?? "


" Nasi goreng aja, Mbak "


" Ok, buruan yaa. "


Setelah Marissa menutup teleponnya,


" Siapa, Ris?? "


" Oo ini manajernya Bang Jovan, Bian. Dia mau kesini ikutan dinner. Maaf yaa, kasian Bian sendirian."


" Dirimu sukses membuat kita semua jealous. "

__ADS_1


" Kenapa?? "


" Sudah dekat sama Jovan, manajer juga ikutan. Kok bisa??


" Ga tahu. Mereka seperti Abang buat aku, yang satu lebih sering serius, yang satunya lebih friendly. "


" Tapi Ris, kira-kira Jovan itu bakalan nyari Mischa sampai kapan?? memangnya bisa bertahan sampai 15 tahun?? "


" Ga tahu juga, kita do'akan agar mereka segera bertemu aja " jawab Marissa.


Tak lama kemudian, Bian pun tiba.


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam, duduk, Bi."


" Kenalin ini teman kerja ku, Sasha, Fitri dan Novi. "


" Bian, " ucap Bian memperkenalkan dirinya.


Tak lama, pesanan mereka pun tiba.


" Bian, boleh nanya tentang Jovan ga?? "tanya Fitri.


" Tentang apa, Mbak ?? "


" Itu beneran, Jovan nyari Mischa sampai sekarang belum ketemu juga?? "


" Iya, Mbak. Sempat stress juga, karena mentok terus. Sepertinya Mischa tidak mau ditemukan, kalau menurut aku sih gitu. Kan, ga mungkin menghilang begitu saja, tanpa jejak "


" Tapi kenapa ga mau ditemukan?? bukannya malah harusnya happy, menurut kamu gimana Ris?? "


" Ga tahu. Kalau aku jadi Mischa, aku akan cari abang-abang itu. "


HP Bian pun berbunyi.


" Sst, Bang Jovan VC!! " ucap Bian.


" Assalamu'alaikum, Bang. "


" Wa'alaikumsalam, lagi dimana?? "


" Makan malam, Bang "


" Ooo, sama siapa arahin ke seluruhnya, jangan kasih muka jelek gitu, buruan!! "


Bian pun mengarahkan HPnya ke arah Marissa dan ketiga temannya.


" Stop!! Ris, kamu pegang HPnya. Abang mau ngomong. "


" Tapi aku ga mau ngomong !! " jawab Marissa ketus.


" Kamu masih marah?? serius??? "


" Ga sih, ga marah, cuma kesal aja. "


" Sama aja itu Riiiiss!! "


" Nanti Abang telpon, tolong buka blokirannya. "


" Aku ga mau ditelpon. "


" Harus mau, pokoknya buka blokirannya. "


" Kalau aku ga mau, Abang mau apa?? "


" Yowes, Abang besok ke Jakarta. "


" Eeeee ngapain?? "


" Buka blokiran nomor Abang!! " jawab Jovan ketus.


Ketiga teman Marissa dan Bian pun tertawa.


" Pokoknya, kalau kamu ga buka blokirannya, Abang besok ke Jakarta "


" Iya nih aku buka, sudah yaa, tuh sudah available. Done!! "


" Ok, good girl. I'll call you later "

__ADS_1


__ADS_2