Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang
Episode 89


__ADS_3

Keesokan harinya, Jovan dan Marissa tengah bersiap untuk menikmati aktivitas di resort.


"Yang, Abang mau main jetski, mau ikut nggak?" tanya Jovan.


"Nggak ah, takut. Abang ntar ngebut, trus ntar aku basah semuanya," tolak Marissa.


"Lah namanya juga main di air, yaa pasti basah, eeh tapi main di kasur juga basah," ucap Jovan sambil menaik-turunkan alisnya dan senyum jahilnya.


Dan seperti biasa, Marissa pun melempari Jovan dengan bantal-bantal yang ada di dekatnya.


"Kan emang basah, Yang," protes Jovan.


"Tapi kan nggak usah diperjelas!!"


"Iyaa, iya. Udah dong mukulnya, nanti ketampanan Abang memudar," canda Jovan sambil menahan tangan Marissa yang sudah siap untuk melemparinya dengan bantal kembali.


"Ya Allah, kuatkan hamba-Mu ini dari kenarsisan suami hamba dan kuatkan hamba dari serangan-serangan mendadaknya yang bertubi-tubi."


Mendengar do'a yang dipanjatkan oleh Marissa, Jovan pun tertawa lalu melepaskan genggamannya.


"Dah yuk, kita sekarang main air, oke?!" ajak Daffa.


"Let's goooo!!" jawab Marissa penuh semangat.


Dengan penuh semangat, Jovan dan Marissa pun berlari menuju bibir pantai dan segera menuju ke tempat penyewaan jet ski.


"Bang, aku dibonceng aja yaa. Aku takut naik sendirian," pinta Marissa.


"Siap, Sayang. Abang pilih jet skinya dulu, yaa," jawab Jovan.


Adam yang lebih dahulu sampai di tempat penyewaan jet ski, segera menyewa 3 jet ski untuk mereka gunakan.


"Mas, tadi sudah saya pesankan. Yang hitam, biru dan hijau, ya Mas. Hmm nomor 25, 31 dan 40," ucap Adam sambil memberikan kunci kepada Jovan.


"Hmmm aku pilih yang hitam nomor 25 aja," jawab Jovan.


Adam pun segera mengantarkan Jovan ke motor jet ski yang dimaksud. Lalu Jovan melengkapi dirinya dengan atribut keamanan sebelum menaiki jet skinya.

__ADS_1


Marissa yang masih menunggu Jovan pun kesal karena Jovan tak kunjung datang, sehingga ia berjalan mencari Jovan di tempat penyewaan jet ski.


"Om Adam, Bang Jovan mana?"


"Tuh Mbak, lagi nyobain motor jet skinya," tunjuk Adam.


Marissa pun berlari ke


bibir pantai setelah melihat keberadaan Jovan.


"Bang, kok nggak ngajak aku, kan aku nungguin?" protes Marissa.


"Abang mau nyoba dulu, yang mana yang enak pegangannya. Yowes naiklah!"


"Eeee pakai pelampung jaket dulu!!" teriak Jovan karena melihat Marissa yang tidak sabar dan segera berlari ke arahnya.


"Oiya, tunggu Bang!"


Setelah memakai jaket keselamatan, Marissa segera membonceng di belakang Jovan.


"Siap! Pegangan yang kenceng, yaa!" ucap Jovan.


Jovan pun segera melajukan motor jet skinya dengan perlahan kemudian ia mulai meningkatkan kecepatannya sedikit demi sedikit, hingga Marissa mulai berteriak ketakutan.


"Bang, aku masih mau hiduuuuup!! Aku belum mau mati!! Pelan-pelan!"


Jovan pun tertawa lalu perlahan ia menurunkan kecepatannya.


"Sudah?" tanya Jovan.


"Nah, gini kan enak, bisa nikmatin pemandangan," jawab Marissa.


Dari jauh, Boris dan rekan-rekannya yang telah mengikuti liburan Jovan dan Marissa, telah menyusun strategi.


"Diapakan, Bang?"


"Kita kek mana, Bang?"

__ADS_1


"Bodoh kalian semua! Ikuti mereka sampai tidak ada pengawalnya, baru kita kerjakan!" ucap Boris yang kesal dengan ketiga anak buahnya.


Mereka akhirnya membagi tugas dengan sebagian mengikuti Jovan dari jauh dengan motor jet ski dan sebagian lagi menunggu di salah satu pulau kecil tak berpenghuni.


Sementara itu, Marissa sudah mulai kelelahan dengan hentakan-hentakan motor jet ski yang melawan ombak.


"Bang! aku udahan, capek. Abang lanjut sendiri aja, turunin aku!" pinta Marissa.


"Kita muter sekali ke sana dulu, yuk!" ajak Jovan.


"Nggak mau, Abang aja yang jalan. Turunin aku, beneran aku capek, Bang," ucap Marissa.


"Iya iya, Abang minggir dulu," jawab Jovan.


Jovan pun menurunkan Marissa di tepi pantai, sebelum ia melanjutkan permainan jet skinya.


"Bang, jangan jauh-jauh, jangan lama-lama," ucap Marissa.


"Siap, Nyah! Love you!" jawab Jovan sambil memberikan ciuman jauhnya.


Lalu dengan kecepatan tinggi Jovan mengarahkan motor jet skinya ke tengah laut, sedangkan Marissa kembali ke tengah pantai untuk melihat Jovan dari kejauhan.


"Om Adam!!" panggil Marissa ketika melihat Adam berdiri di bibir pantai dengan teropong jauhnya.


Adam lalu berjalan menghampiri Marissa.


"Iya, Mbak," jawab Adam.


"Om, Bang Jovan sendirian ke sana, aman kan?"


"In syaaAllah aman, Mbak. Tadi kita sudah konfirm ke security di sini," jawab Adam.


Sementara itu, Boris yang telah mempersiapkan rencana untuk menculik Jovan, mulai melaksanakan aksinya dengan melakukan pengejaran menggunakan speedboat.


Jovan pun merasa ada yang aneh dengan speedboat yang bergerak dengan kecepatan tinggi menuju ke arahnya.


"Eh ngapain itu speedboat?" ucap Jovan dalam hati. Ia pun mulai menaikkan kecepatan jet skinya untuk menghindari speedboat tersebut. Tetapi speedboat itu terus mengejarnya.

__ADS_1


Jovan pun mengarahkan jet skinya semakin jauh menuju ke tengah laut,


__ADS_2