Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang
Merasa An


__ADS_3

Bangun pagi ini badanku terasa pegal karna tidur di kursi travel, " mah kita kapan sampainya" tanyaku, "sebentar lagi Del kira kira lima belas menit lagi sampai nak", jawab mama.


Aku menatap keluar jendela travel suasana disini masih sejuk, kuhirup udara segar.kulihat persawahan yang luas, air yang mengalir jernih, desa yang dikelilingi gunung, serta udaranya disini terasa dingin.


Travel pun berhenti di depan rumah batu bata yang tidak terlalu besar , dengan halaman yang cukup luas, disana sudah tertata rapi batu batu pualam, kulihat ayah sudah menunggu kami, akupun berlalu memeluk ayah yang sudah hampir tiga bulan ini tak pernah bertemu.


kami pun masuk kerumah yang kata ayah rumah yang sudah lama di siapkan untuk kami tinggal, aku lihat lihat rumahnya lumayan lebih bagus dari rumah penduduk sekitar. Mama pun dengan sigap membereskan barang barang yang kami bawa. ayah pun sudah selesai menata makanan di meja makan seraya memanggil kami buat sarapan yang sudah sangat terlambat.inilah yang ku suka dari keluarga ku ,kalau lagi bersama wajib makan bersama , kalau ada yang masih mandi atau ngerjain yang lain pasti di tunggu buat makan bersama .


Ku lihat ibu makan dengan lahap, karna lauknya makanan kesukaan ibu tumis kangkung atau karna sudah lama tidak makan masakan ayah, hatiku senang melihatnya."Del gimana teman- temanya yang disana sudah pamitan kan nak", aku pun tersedak karna melupakan teman temanku .

__ADS_1


Aku senang melihat keluarga ku kumpul kembali walaupun tinggal di desa,aku harus melupakan mereka , batinku." mah enak ya masakan ayah" tanyaku ke mama," jelaslah ini Kan sayur kesukaan mama di masak sama ayah Yah pasti enak nak" . " mamah bisa aja" ,sahut ayah . bahagianya batinku.


selesai maka aku pun membereskan peralatan makan serta mencucinya," mah aku ke kamar dulu ya " kata ku ke mamah. " iya nak sekalian beresin baju baju dan masukin ke lemari ya" kata mama. "iya mah "jawabku.


setelah selesai beberes baju aku pun naik ketempat tidur mau rebahan , malah kebawa tidur . kudengar suara mamah memanggil namaku tanpa aku sadari aku sudah tidur selama tiga jam. aku bingung ini bukan kamarku , dan aku keluar kamar kulihat raut wajah ibu seperti menahan tangis , serta kulihat wajah ayah seperti orang yang marah , aku pun keluar rumah , bukan bukan ini bukan rumah ku, itu bukan raut wajah ibu yang mau kulihat, ibu ku orang suka tersenyum bukan seperti orang menahan tangis, dan itu bukan bukan ayah ku, ayahku bukan orang yang suka marah . dan aku pun terduduk mengingat ingat kejadian hari ini, tak terasa air mata ini mengalir, mah bukan seperti ini yang ku mau , aku mau kita bahagia . mah anakmu ini sudah besar bagilah sedikit resah mu kepadaku.


Mamah mengajakku ke kamar menenangkan ku, " mamah tidak apa apa nak"mamah cuma tidak setuju kalau ayah mu akan mewujudkan perjodohan dulu antara kau dan Alvian , mama mau kamu melanjutkan sekolah mu ke perguruan tinggi dan menikah dengan pilihan mu sendiri. Ayahpun menggebrak pintu kamar ku dengan keras serta berkata" tidak bisa Delia harus menikah dengan Alvian ",itu sudah kita rencanakan dengan orang tua Alvian sewaktu Delia umur 1 tahun dan mereka akan menikah jika Delia berumur 20 tahun . aku yang membuat keputusan , aku adalah kepala rumah tangga , mau taruh dimana ini muka ,jika janji yang sudah di ucapkan tidak di tepati. dan Delia kamu harus menerima Alvian sebagai calon suami mu. dan itu sudah keputusanku sebagai kepala rumah tangga dan sebagai ayah dan harus kalian patuhi.jangan kalian coba untuk menentang apa yang sudah aku putuskan ,dan ingat dalam Minggu ini Alvian akan datang melamar secara resmi ,dan rencananya sehabis kamu tamat SMK akan dilangsungkan pernikahan kalian.


" iya ayah " jawabku, .mama pun menatapku sambil menggeleng kepala, " bagus nak kamu harus nurut sama ayah, dan juga janji memang harus ditepati, dimana harga diri ayah nanti jika kamu tidak mau" sembari ayah keluar dari kamar." nak jangan pikirkan itu semua yang penting sekarang kamu harus sekolah "urusan jodoh Allah yang mengatur " , kata mamah menghiburku.

__ADS_1


"Aku tidak apa apa mah, mungkin bang Alvian memang jodohku,ucapku pada mamah , mamah pun keluar dari kamarku seraya mengusap lebih dulu rambutku , aku tahu mah kau sedang gusar dengan jawabanku tapi aku gak mau melihat mamah sedih lagi , kalau memang perjodohan ini adalah salah satu alasan kita tinggal di sini aku terima mah , asal mamah dan ayah bahagia.sudah terlalu jauh aku pergi dan tak mungkin bisa kembali lagi , dan tak mungkin perasaan itu sama lagi.


Malam ini tepat sudah seminggu setelah kejadian itu , dan memang benar Alvian dan keluarganya datang melamar ku, Ayah tanpa bertanya lagi langsung menerima lamaran itu. kulihat Alvian tersenyum ke arahku dan Alvian datang kehadapanku serta melingkar kan cincin di jari manis ku tanda aku sudah ada yang punya. tepuk tangan dari dua keluarga pun membuyarkan lamunanku. Alvian mengajak ku keluar untuk berbicara lebih dekat lagi." Del terimakasih sudah menerima perjodohan ini" kata Alvian . " sama sama bang " jawabku." kok jawaban nya begitu sih dek "seraya dia tersenyum menggodaku ".


" Kamu sudah jadi daftar sekolahnya dek" tanya bang Alvian , " sudah bang " aku sekolah di SMK yang dekat sini aja. " maaf ya Abang gak bisa nemenin , Abang agak sibuk akhir akhir ini kerjaan Abang numpuk di gudang. " iya bang gak apa - apa kok " jawabku.


" o iya Del sepertinya Abang gak bisa sering sering kesini karna seperti yang Abang bilang kerjaan Abang lagi banyak ,"maaf ya Abang gak bisa nemenin kamu , lebih baik jarang bertemu tapi dirindukan kan Del daripada sering bertemu tapi gak dirindukan sama kamu . seraya bang Alvian mengedipkan matanya kepadaku, aku pun mengangguk kan kepala ku tanda setuju dengan pemikiran bangga Alvian , lelaki yang lebih dewasa dariku, laki laki yang lumayan ganteng dan cara bicaranya juga sopan menurutku.


" Ayo kita gabung dengan mamah dan ayah " disini mulai dingin dek kata bang Alvian,bang Alvian pun menarik tanganku dan menggenggamnya aku pun merasakan hangat di telapak tanganku, kutatap bang Alvian lagi meyakinkan hatiku bahwa inilah teman hidupku nantinya .

__ADS_1


__ADS_2