Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang
Episode 27 Kembali ke Jakarta


__ADS_3

Sesuai dengan rencana, mereka pun kembali ke Jakarta pada malam harinya.


Jika di awal keberangkatan, Marissa dan Milla asyik berbincang, di saat penerbangan kembali ke Jakarta keduanya tampak tertidur lelap.


Pukul 10 malam, akhirnya mereka tiba di Jakarta. Tanpa bagasi, mereka segera menuju pintu keluar.


" Ris, kamu pulang bareng Jovan kan?? " tanya Ardan.


" Iya, dia akan saya antar pulang, " jawab Jovan yang membuat Michael kembali kesal.


Mobil jemputan Jovan pun tiba di terminal kedatangan.


" That's the car. "


" Kalau begitu saya duluan, thank you for leting me following you "


" No problem, good luck, Bro!! " ucap Ardan sambil mengedipkan satu matanya.


Marissa yang sudah lelah tidak memperdulikannya lagi, ia segera naik ke dalam mobil Jovan diikuti oleh Mila dan Bian.


Tak lama kemudian, mobil yang mereka tumpangi pun melaju.


" Kita makan malam dulu, ke nasi uduk kebon sirih, " ucap Bian.


" Nasi goreng kambing aja, " pinta Jovan.


" Yang paling cepat dan dekat, " ucap Marissa.


" Disana ada semua, " jawab Bian.


" Dekat sama kostan Mbak Risa juga, " lanjut Bian lagi.


Senin malam itu, ternyata kemacetan masih mewarnai titik-titik ruas jalan ibukota. Mereka pun harus bersabar mengikuti keramaian lalu lintas.


Menjelang pukul 11 malam, mereka pun tiba di lokasi warung tenda malam yang masih ramai oleh penikmat kuliner malam hari.


" Ris, sekalian pesan untuk dibawa pulang, untuk sarapan besok pagi, " ucap Jovan.


" Abang pesenin aja, minumnya minta lemon tea hangat " ucap Marissa yang nampak lelah.


HP Marissa tiba-tiba berbunyi,


" Assalamu'alaikum, Lik "


" Wa'alaikumsalam, wis ning Jakarta?? "


" Sampun Lik, lagi mau makan malam "


" Walah mbengi banget, yowes nanti langsung pulang dan istirahat ya. Sesuk mlebu kantor, ora?? "


" Masuk Lik, tetap masuk "

__ADS_1


" Yowes, 'met makan malam!! suplemennya jangan lupa diminum "


" Iya Lik "


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


" Your uncle?? " tanya Jovan.


" Iya, mereka yang merawat aku dari umur 10 tahun, setelah ibu meninggal. "


" Ayah kamu dimana?? "


" Ga tahu, ga pernah dengar kabarnya setelah ibu meninggal. "


" Kamu ga nyari?? "


" Selama di Jakarta ini, aku nyari, tapi karena minim informasi, jadi yaa sulit. "


Makan malam mereka pun terhidang, tanpa banyak bicara mereka pun menikmatinya tanpa suara.


Setelah itu, mereka pun mengantarkan Marissa pulang ke kosnya.


" Mil, thank you yaa. Kapan-kapan main ya ke kostan "


" In syaa Allah, Mbak "


Marissa memeluk Milla cukup lama hingga akhirnya ia turun dari mobil.


" Makasih yaa "


" Iya, Mbak "


" Get in, sleep tight " ucap Jovan.


" Iya Bang, assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


Hari yang melelahkan itu pun berakhir. Ketika Marissa meminta Mila memeluknya, Jovan dapat merasakan betapa kesepian Marissa saat itu. Ia membutuhkan keluarga yang hangat, sedangkan ia sendirian di Jakarta.


Jovan tetap berkutat dengan penulisan novelnya, ia pun menambahkan momen perjalanan ke Manado dalam ceritanya.


" I thought I had known the storyline, but it turned out different than I expected "


Perjalanannya dalam mencari Icha, selama hampir 13 tahun berakhir sudah. Jovan menyerahkan semua kepada Illahi, Sang Maha Berkehendak.


" I choose Risa over Mischa, maybe I'm a bad person cause of it. But Risa is in front of my eyes, she's here and she's real. Ada kalanya aku melihat Risa seperti aku melihat Mischa, ntah karena kemiripan namanya atau perilakunya yang terkadang sangat mirip dengan Mischa "


" So, I stop my search, if Allah says I'm gonna meet her, then I will. If Allah says I won't ever gonna meet her, then I won't. I trust Him, I put my life on Him, The All-Willed "

__ADS_1


Sementara itu, pembuatan film Cinta yang Hilang telah memasuki tahap pasca produksi dan dijadwalkan akan selesai dalam 3 pekan.


Di saat yang sama, mencari rumah untuk dirinya nanti, menjadi prioritas setelah pembuatan film pertamanya dan penulisan novel keduanya.


" Bi, ingat yaa. Cari lokasi yang ga banjir dan strategis "


" Harus rumah Bang?? kalau ga mau kena banjir yaaa apartemen aja, lantai 5 keatas "


" Terserah deh, but rumah is priority "


Setelah beberapa pekan, Marissa mengirim pesan ke Jovan.


" Bang, aku kirim data rumah di jual di Summarecon Bekasi sama Royal Residen Cakung "


Jovan yang saat itu sedang berada di Singapura, pun segera membalasnya.


" Like I said before, kamu yang pilih. Harga ga masalah, yang make sense aja buat kamu. Rumah seperti apa yang kamu suka, then that's the house "


" Kok gitu Bang?? "


" Just do what I said, okay. Nanti kalau ada rumah yang cocok, tapi butuh renovasi sedikit, itu juga ga masalah. You'll decide apa yang harus direnovasi. I'm sorry but I have to be in Singapore for a little while. Abang sudah minta Bian untuk bantu kamu. Kamu bilang aja ke Bian, biar dia yang survey, kamu cukup from the internet. Abang ga mau kamu kecapean, yaa. I'll be back soon "


Jovan sedikit merasa bersalah kepada Marissa karena tidak dengan jelas menyatakan keinginannya untuk menikahi Marissa, tetapi walaupun begitu, ia semakin mematangkan kemantapan untuk segera mempersunting Marissa terlebih setelah perjalanan mereka ke Manado.


Untuk itu, ia kembali ke Singapura untuk berbicara dengan kedua orang tuanya.


" Yah, Bun, I want to get married with Risa. I'm sorry but I stopped my search of Icha. Risa, she's alone in Jakarta, she also has no parents, at least that's what I know "


" Are you sure, Van?? " tanya Jorrian.


" Yes, I do "


" Kamu sudah cek keluarganya?? "


" What I know that, she's from Surabaya dan sekarang bekerja di Jakarta. Usianya sekitar 22-23 tahun, I guess "


" Umurnya saja kamu belum tahu jelas "


" I'll ask her CV then "


" Segera, biar ayah dan ibu bisa tahu "


" Setelah itu, kamu akan stay di Jakarta?? "


" Probably yes, I'm looking for a house at Jakarta and around. Sudah ada beberapa calon, but I haven't decide yet "


" Ayah dan bunda tidak akan mengintervensi akan keputusan kamu, you know what best for your life "


Untuk itu, Jovan menargetkan untuk menyelesaikan novel keduanya sebelum premier film pertamanya yang direncanakan akan digelar di bulan yang akan datang.


Kepulangannya kali ini, ia fokuskan untuk menyelesaikan novelnya. Ia mulai menyusun puzzle demi puzzle, mencari jawaban atas pertanyaannya.

__ADS_1


__ADS_2