Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang
Episode 26


__ADS_3

Marissa berjalan keluar menuju area kolam renang yang sepi. Ia pun duduk di pinggir salah satu kolam yang tidak dalam dan memasukkan kakinya ke dalam kolam.


Jovan pun mengikutinya, ia berjongkok di pinggir kolam.


" Bajunya basah " ucap Jovan.


" Hmm " jawab Marissa.


" Kaos kakinya juga basah " lanjut Jovan.


" Hmm " jawab Marissa lagi tanpa mengucap kata.


" Still angry with me?? "


" Bukan still angry!! tapi angry again!! "


" Why "


" Do you have to ask, Mr. Chen??!! " ucap Marissa kesal sambil meninggalkan Jovan di pinggir kolam.


Jovan pun mengejar Marissa yang kembali masuk ke dalam hotel.


" Wait, you're wet "


Jovan lalu mengajak Marissa masuk ke dalam butik pakaian yang terletak di dalam hotel.


Ia membelikan Marissa long dress berwarna hitam dan pasmina, juga tak lupa kaos kakinya.


" Go get change first " ucap Jovan sambil memberikan paper bag berisi belanjaannya.


" Thanks " ucap Marissa sambil berjalan ke arah toilet untuk mengganti pakaiannya.


Sambil mengganti pakaiannya, Marissa kembali berbicara sendiri.


" Heran, kok aku nurut lagi sih ?? Ilmu hipnotis apa sih yang dia pakai?? sampai-sampai aku berulang kali ngikutin perkataannya??!! "


" Tapi emang sih, ga ada yang salah dari perkataannya, tapi kok aku nurut aja?? Musti jauh-jauh ah, daripada nanti kejebak "


" Terjebak cinta author yang tampan.... iiidiiiii gelai banget!!! hiiii aduh ususku geliiiii!!! Ris, control yourself!! "


Setelah selesai mengganti pakaiannya ia pun mengganti jilbabnya dengan pashmina lalu ia pun menatap dirinya di cermin.


" He treats you like a queen, is he really serious about his feelings for me?? "


" Aaah ga tahu!! look Ris, stay neutral jangan kebawa ke dalam permainannya !! jangan!! stay cool.... I wish I can !!"


Marissa pun mempercepat gerakannya dan segera berjalan keluar. Dilihatnya Jovan masih menunggunya di lobby.


" Nice " ucap Jovan setelah melihat Marissa dengan pakaian barunya.


" Ris, I'm sorry yaa. I didn't mean to embarrassing you. Forgive me yaa "


" Iya "


" Oiya Bang, ntar aku jawab apa kalau ditanya kok ganti bajunya?? "


Jovan pun tertawa mendengar kepolosan Marissa.


" Listen, laki-laki itu don't pay attention to details like clothing or things like that. Mereka ga akan nanya, trust me "


" Oiya, sini " ucapnya lagi untuk meminta pakaian Marissa yang basah.


" Kenapa?? ini kan basah "


" Just give me "


Marissa pun memberikan paper bag yang berisi pakaiannya yang basah kepada Jovan.

__ADS_1


Jovan lalu membawanya menuju resepsionis.


" Excuse me, bisa minta tolong untuk laundry pakaian ini, hmmm 2 jam bisa selesai?? "


" Bisa Pak, kami ada jasa laundry cepat, 1 jam selesai. Tolong diisi formnya dulu Pak "


Setelah itu,


" Here's untuk ambil baju kamu, they said 1 jam selesai. Saya sudah bayar "


" Thank you "


" It's okay. We better go back inside, ga enak sama Pak Raymond. I hope he's still there "


Marissa pun terkesiap.


" Oiya!! Ya Allah kenapa aku sampai lupa?!! "


" Sudah yuk, kita kesana " ajak Jovan.


Marissa pun berjalan cepat menuju private dining area di lantai 2.


Setelah mengetuk pintu, keduanya pun segera masuk ke dalam.


" Alhamdulillah, balik juga!! " goda Ardan setelah melihat Marissa masuk bersama Jovan.


" Lanjut dessertnya dulu, ini khas Manado, tapi pasti sudah pernah makan " ucap Raymond pada makanan pencuci mulut yang baru saja dihidangkan, klappertart.


Jovan dan Marissa tidak langsung memakannya, tetapi mencium aromanya terlebih dahulu.


Lalu keduanya saling berpandangan dan...


" Rhum??!! " ucap keduanya bersamaan.


" Makanan kami semua telah tersertifikasi halal MUI, jadi in syaa Allah halal. Kami tidak menggunakan rhum, tetapi vanilla asli, bukan cair atau bubuk. Sehingga menghasilkan aroma yang sangat wangi " jelas salah satu pelayan.


" Alhamdulillah, amaaan!! " ucap Marissa yang segera menyendokkan potongan klappertart ke mulutnya.


" Bang, makan aja ga usah ribet!! " jawab Marissa.


"'Kalian berdua ini cocok, saya tunggu undangannya " goda Raymond kembali yang membuat Marissa memutar matanya berbeda dengan Jovan yang tersenyum lebar hingga matanya menyipit.


" Awas Bang, nanti ga tahu kalau ada yang ngambil klappertartnya kalau matanya merem gitu " ucap Marissa datar.


" Ambil aja, buat kamu."


" Sincha!! bener yaa?? "


" Take it "


" Okay, thank you "


Tanpa Jovan dan Marissa sadari, mereka berdua menjadi pusat perhatian pada acara makan siang itu.


Hingga timbullah banyak pertanyaan dari mereka akan hubungan keduanya.


" Maaf, jika boleh saya tahu, kalian berdua ini sebenarnya sudah saling mengenal berapa lama?? " tanya Ardan.


" Belum lama, hmmm berapa bulan yaaa?? " jawab Marissa.


"3-4 bulan?? sekitar itu, " jawab Jovan.


" How?? " tanya Ardan lagi.


" Sewaktu penerbangan pertama saya ke Jakarta dari Surabaya , " jawab Marissa.


" Ooo, berarti hampir 4 bulan, " ucap Ardan.

__ADS_1


Lalu Jovan pun tertawa kecil mengingat pertemuan pertamanya dengan Marissa.


" Kalau ada yang lucu, bagi-bagi dong !! " ucap Ardan.


" No it's nothing, just remember something " jawab Jovan.


" Ga boleh bikin orang penasaran, " lanjut Ardan lagi.


" So, waktu itu hmmm Ris, you terpesona akan ketampanan diriku ini kan?? sampai kamu tersedak, tapi sewaktu saya tawarkan minuman, kamu menolak, takut diracun yaa?? "


Seisi ruangan pun tertawa mendengarnya, membuat wajah Marissa memerah karena malu.


Tetapi bukan Marissa jika tidak menjawabnya.


" Iya, karena baru kali itu lihat laki-laki bisa kinclong. Perawatan di salon apa Bang?? " balas Marissa.


Ardan pun tersenyum,


" It's starting again ." gumamnya dalam hati.


" Ini natural Ris, my skin is beautifull, just like my heart ."


" Uuwaaw!! Anda narsis!! but for your information, I don't drink from stranger ."


" I know, so that's why I took it easy ," jawab Jovan santai.


" Fix!! saya tunggu undangannya !!! " canda Ardan kembali sambil mengajak Jovan berjabat tangan.


" It's coming soon" jawab Jovan.


" Ups, no ngambek no more yaaa " ucap Jovan kepada Marissa


" Siapa yang ngambek, aku ga ngambek kok "


" Jov, it's mean she's really ngambek " bisik Ardan ke Jovan.


" Yeah I know, my mom told me once " jawab Jovan.


" Saya tidak bisa membayangkan keseruan suasana kerja di kantor kalian " ucap Raymond.


" Jovan tidak termasuk, Pak ," jawab Michael.


" Iya, saya tahu, tapi melihat Pak Ardan sangat fleksibel dan easy going, saya dapat melihat suasana kerja di kantor Anda sangat menyenangkan "


Makan siang dengan diselingi senda gurau tanpa henti itu pun tak lama kemudian berakhir.


" Baiklah, saya tunggu hasil desain Anda untuk hotel kami "


" InsyaAllah kami akan memberikan yang terbaik untuk hotel bapak. Saya ucapkan terimakasih atas undangannya dan jamuan makan siangnya yang sangat lezat ini " jawab Ardan.


" Kalau begitu, saya permisi. Untuk urusan selanjutnya, akan diwakilkan oleh Petra. Selamat siang "


" Siang Pak, terima kasih "


Ardan kemudian berbincang dengan Petra untuk penandatanganan kontrak pradesain, yang dijadwalkan untuk presentasi pada pekan depan melalui telekonferensi.


Sedangkan Marissa dan Michael bersama dengan drafter dan site supervisor kembali berkutat dengan data on site di ruang rapat.


" Abang ke lobby ya " pamit Jovan.


" Bang, ga ngetik disini aja?? daripada di lobby sendirian "


" Ga papa, saya ga mau mengganggu pekerjaan kalian "


" Jov, disini aja. Gue ga gigit kok, daripada Risa jadi ga tenang mikirin lo di luar sendirian, mending disini deh, " ucap Michael.


" Eh, siapa bilang aku mikirin Abang?? enak aja nuduh, " bantah Marissa.

__ADS_1


" Laa dia kata gw nuduh??? "


" Biarin aja Mike. Ris, aku ngetik di lobby aja, inspirasinya lebih dapat kalau di luar. I'll see you there "


__ADS_2