
Keesokan paginya di saat Alex dan Marissa berangkat bersama menuju Chokusen,
" Cha, Om minta maaf yaa, kalau tiba-tiba membebani kamu dengan sesuatu yang kamu tidak paham dan Om juga minta maaf telah membuat kamu tidak nyaman dengan status barumu "
" Eh ga kok Om, aku ga papa, ga merasa terbebani kok, cuma bingung aja "
" Dan untuk masalah pekerjaan, maaf Om mengambil keputusan tanpa berdiskusi dengan kamu. Terserah kamu mau lanjut bekerja atau tidak, itu keputusan kamu "
" Kalaupun kerja lagi ga mungkin di Chokusen, aku kan sudah resign walaupun baru secara lisan, ga enak lah kalau tiba-tiba batal, sedangkan mereka sudah mempersiapkan pengalihan tugas, selain itu hubungan kerjanya akan menjadi aneh jika mereka tahu sekarang aku pemegang saham terbesar di Chokusen. Om benar kok, aku lebih baik resign dan mencari kegiatan atau pekerjaan yang lain. Sekarang aku mau fokus ke pernikahan aku "
" Jadi benar, kamu ga papa?? "
" Iya Om, I'm fine. Hmmm hitung-hitung aku persiapan untuk menjadi istri, latihan masak kan penting juga Om "
Alex pun tertawa mendengar jawaban Marissa.
" Terserah kamu aja, Cha. As long as you're happy. Jadi mulai kapan kamu berhenti?? "
" Ini pekan terakhir ku di Chokusen, Om "
" Baiklah, suratnya akan dimasukkan besok, jadi Jum'at nanti adalah hari terakhir kamu di Chokusen "
" Iya Om "
" Oiya, pada saat rapat pemegang saham bulan depan, Om akan memperkenalkan kamu sebagai putri Mario Sofyan dan sebagai pemegang saham terbesar di Chokusen. Kamu cukup hadir di rapat itu saja."
" Harus kah??" tanya Marissa.
" Iya, kamu cukup memperkenalkan diri and that's all," jawab Alex.
" Baiklah, aku cukup setor muka aja kan yaa?? "
" Iya, dan hari ini, Om setengah hari di Chokusen, setelah dzuhur Om kembali ke Lebak Bulus, nanti seperti kemarin, kamu dijemput Agung."
" Baik, Om."
Sesampainya di kantor, Marissa segera menyelesaikan desain hotel Kawanua.
" Ris, kamu masih disini?? " tanya Michael.
" Masih sampai Jum'at."
" Kita farewell party lah, Jum'at pulang kantor gimana?? " usul Zahra
" Iya Ris, kita makan-makan bareng," tambah Fitri.
"Boleh, pilih aja mau makan dimana, my treat," jawab Marissa.
"Eh serius nih, nraktir kita semua disini?? " tanya Novi.
"Iya, mau dimana??" tanya Marissa balik.
" Hmmm all you can eat or fine dining??" tanya Bagas.
"All you can eat aja, lebih santai," jawab Raffael.
"Kalau gitu di Grand Via aja, di Grand Melia, menunya enak-enak," usul Fitri.
"Enak sih, apalagi kalau gratisan, tapi mikir dong kita berapa orang?? 470ribu perorang lho, mau habis berapa juta??" protes Novi.
"Ga papa, disana juga boleh. Zah, tolong buat reservasinya yaa, hari Jum'at malam jam 7.00," ucap Marissa menyetujui usul Fitri yang membuat semua rekan kerjanya terheran-heran.
"Untuk semuanya?? sama abang-abang drafter sekalian? Itu total 25 orang lho!!" tanya Zahra
"It's okay, my treat," jawab Marissa.
"Ris, gaji kamu berapa?? emang beda ya sama kita??" tanya Zahra lagi.
"Gaji aku mungkin yang paling sedikit, kan aku masih baru, belum setahun disini. Tapi alhamdulillah, ada dari kantong yang lain," jawab Marissa.
"Oiya, kamu keponakannya Pak Alex," ucap Novi.
__ADS_1
"Hmm yaa salah satunya," jawab Marissa lirih.
Marissa mulai merasakan hawa kecemburuan dari rekan-rekannya, untuk itu ia paham mengapa Alex ingin ia segera resign, walaupun sebenarnya ia tidak ambil peduli karena ia telah terbiasa mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari lingkungannya sewaktu kecil dahulu.
Sementara itu, sesuai dengan janjinya, Alisa menghubungi Jovanka untuk membicarakan persiapan pernikahan Jovan dan Marissa, yang akan dilaksanakan 2 bulan kedepan.
"Kita langsung ketemu di WOnya aja yaa," ucap Jovanka.
"WOnya apa, Mbak ??" tanya Alisa.
"Ever After, nanti aku kirim share loc-nya nya. Aku tunggu disana jam 9, kemarin aku sudah buat perjanjiannya."
"Oke, Mbak. See you there," ucap Alisa mengakhiri sambungan teleponnya.
Jovan bersama ibundanya pun menuju kantor 'Ever After', yang terletak di Tebet.
Pukul 9 pagi di ruang tamu 'Ever After', Jovanka dan Jovan tengah melihat-lihat album tema pernikahan, tak lama menunggu Alisa pun tiba.
"Assalamu'alaikum, maaf sudah nunggu yaa," sapa Alisa.
"Wa'alaikumsalam, ga kok, kami belum lama sampai," jawab Jovanka.
"Rencananya akad dan resepsinya dimana dan kapan ya, Mas," tanya Rani selaku konsultan Ever After.
"Grand Ballroom JW Marriott, akad jam 09.00, resepsi jam 19.00, Ahad tanggal 20 Agustus, bisa?? " tanya Jovan.
Rani segera mengecek ketersediaan ruang di tempat yang dimaksudkan.
"In syaa Allah bisa, Mas. Saya input ya untuk tanggalnya. Resepsi atas nama Jovan Ahmad Chen dan Marissa Syafeeya, tanggal 20 Agustus, pukul 19.00 di Grand Ballroom JW Marriott."
" Untuk akad kami sarankan di ruang yang lebih kecil atau garden party juga bisa dengan kapasitas sampai dengan 500 orang," ucap Rani.
"Garden party sepertinya oke, Mbak," jawab Jovan.
"Oke, berarti untuk akadnya menggunakan konsep garden party dari jam 9 sampai jam 1."
"Sekarang, silahkan Mas Jovan pilih tema yang diinginkan," ucap Rani sambil memperlihatkan foto-foto dekorasi pernikahan.
Jovanka dan Alisa duduk berdampingan melihat-lihat foto-foto tema pernikahan yang ditawarkan oleh Ever After.
"Hmmm ini terlalu manis Bun, Icha kan tipenya agak sedikit tomboy. Desainnya sih boleh simple seperti ini, tapi warnanya jangan. Hmmm warnanya lavender dan silver aja," jawab Jovan.
"Warnanya nanti bisa disesuaikan, untuk bunganya juga tergantung calon mempelai ingin warna apa," jelas Rani konsultan Ever After.
"Putih, bunganya putih saja," jawab Jovan.
"Tidak ada warna lain, hanya putih??" tanya Rani memastikan.
"Iya, putih saja," jawab Jovan.
"Van, sejauh apa sih, kamu memahami Icha?? Kalian kan sudah belasan tahun ga ketemu?? kamu yakin dengan semua pilihan kamu??" tanya Jovanka.
"In syaa Allah yakin Bun. Icha, itu tipe yang tidak banyak protes atau permintaan, ada ya dipakai, ga ada yaa sudah. Dari dulu Icha sudah diperlakukan bagaikan putri oleh kami bertiga, jadi dia terbiasa menyerahkan semua keputusan kepada kami," jawab Jovan.
"Tipe terima beres secara total," lanjutnya.
"Ada yaa, perempuan tipe seperti itu??" tanya Jovanka.
"Ada Bun, calon mantu Bunda," canda Jovan.
"Dan kamu yang selalu diribetin sama urusan Icha, jadi ketagihan untuk ngurusin Icha??"
"Aku kangen masa-masa itu, Bun," jawab Jovan penuh senyum.
"Bunda jadi ingat, sewaktu Icha minta kamu ambil mangga, kamu manjat pohon mangga lalu kamu pura-pura tidak bisa turun, akhirnya kamu turun dengan cara loncat dan kembali berpura-pura kakimu terkilir, Icha nangis panik luar biasa, dia ketakutan kalau kamu kenapa-kenapa, eh kamunya malah ketawa."
"Dan Icha nangis semakin kencang sambil mukulin aku, ' Bang Jovan nakal!!! Abang jahat!! iseng!! '. Kalau dipikir-pikir, aku memang jahat banget yaa, bikin Icha nangis seperti itu," tambah Jovan mengingat keisengannya dulu.
"Sewaktu kalian kecil, pasti sangat seru dan menyenangkan yaa??" tanya Alisa.
"Sangat seru, Te. Drama berangkat sekolah setiap hari. Aaaaah jadi pingin boncengan sepeda lagi," jawab Jovan.
__ADS_1
"Heh, sabar!! tunggu halal," tegur Jovanka.
"Iya Bun, aku tahu kok," jawab Jovan.
"Eeee ini kok jadi nostalgia, ayo ini diberesin urusannya," ucap Jovanka.
"Boncengan sepeda?? bagaimana kalau pada saat resepsi kalian memasuki ruangan dengan sepeda, saya rasa itu akan menjadi konsep yang unik," usul Rani.
"Eh boleh tuh Mbak!!" jawab Jovan penuh semangat menyambut usul Rani.
"Nanti kita akan siapkan sepedanya yang seperti ini??" tunjuk Rani pada sebuah sepeda mini bewarna putih.
"Boleh," jawab Jovan.
"Jadi nanti tema dekorasinya rustic yang sekarang yang lagi happening, yaa" tunjuk Rani pada sebuah foto dekorasi pernikahan.
"Oke, Mbak," jawab Jovan tanpa berfikir panjang.
"Kamu yakin semuanya??" tanya Jovanka.
"In syaa Allah Bun, I think Icha will love it," jawab Jovan.
Akhirnya, Jovan memilih tema rustic dan paket pernikahan untuk 1000 tamu undangan dengan lokasi di Ballroom Hotel JW Marriott.
"Hmmm tambahin 500 lagi. Relasi Om Alex banyak sekali dan mereka juga harus diundang karena Om Alex juga akan memperkenalkan Icha sebagai putri tunggal Mario," ucap Alisa.
"Jadi di acara nanti, Icha akan diperkenalkan di sana sekalian??" tanya Jovanka.
" Iya, kalau di Chokusen, rencananya bulan depan di rapat pemegang saham," jawab Alisa.
"Makanya pekan ini adalah pekan terakhir Icha bekerja karena untuk tetap bekerja disana sekaligus sebagai pemegang saham terbesar pastinya tidak mudah, rekan-rekannya pasti memandang Icha dengan cara berbeda yang pastinya akan menimbulkan ketidaknyamanannya bagi Icha," lanjut Alisa.
"Jadi rencananya, Icha mau ngapain??" tanya Jovanka.
"Katanya sih mau belajar masak, dia masih menyimpan buku resep ibunya," jawab Alisa.
"Brownies," kenang Jovan.
"Brownies??" tanya Alisa.
"Icha dan brownies adalah 2 hal peninggalan Riska yang sangat disukai Jovan," jawab Jovanka sambil tertawa kecil.
"Eh jadi ngelantur lagi kan. Yuk lanjut milihnya," ucap Jovanka.
Jovan pun memilih busana yang akan digunakannya nanti.
"Untuk busana pengantin, bisa fitting weekend ini??' tanya Jovan.
"Bisa, Mas. Sabtu kami tetap buka, pukul 9 pagi sampai 2 sore," jawab Rani.
"Saya pilih jas koko berwarna putih tulang dan gaun yang senada," tunjuk Jovan pada sebuah foto jas koko panjang dengan sulaman bordir pada lengan bawah dan gaun yang senada.
"Beda yaa, kalau hanya calon mempelai pria yang milih, ga kelamaan mikirnya," canda Jovanka melihat putranya yang begitu cepat memutuskan.
"Bun, this kind of look and concept is already in my head," ucap Jovan.
"Apakah ini judulnya mempelai pria yang memimpikan pernikahan??" goda Jovanka.
" Hmmm Bunda pura-pura ga tahu aja," jawab Jovan sambil tersipu.
Setelah mendengarkan percakapan kliennya, Rani pun tersadar, siapa pria yang tengah duduk di depannya.
"Maaf, apakah Anda Jovan Chen yang penulis itu ??"
"Iya," jawab Jovan.
Rani pun terkejut sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Jadi Anda sudah menemukan Mischa??" tanya Rani lagi.
"Alhamdulillah, we're getting married. Ssst jangan dipublish yaa, it's a secret. But ada di second booknya," jawab Jovan.
__ADS_1
"Siap Mas, mulut saya terkunci rapat," ucap Rani.
"Waaah, tidak menyangka dapat klien yang sedang happening banget ceritanya. But tenang saja, kami akan menjaga kerahasiaan Anda," tambah Rani lagi.