
Malam harinya dengan penerbangan terakhir, rombongan Cinta Yang Hilang pun bertolak menuju Kuala Lumpur.
Jovan dan Marissa pun tertidur sesaat setelah take-off, karena rasa lelah yang mereka rasakan setelah seharian bermain mengelilingi Universal Studio Singapore.
Keesokan harinya, setelah sarapan bersama di hotel, rombongan mulai bergerak menuju lokasi nonton bareng film 'Cinta yang Hilang', di Mall terbesar di KL yang mendadak ramai dengan kerumunan penggemar novel dan film tersebut.
Kedatangan Jovan beserta rombongan 'Cinta yang Hilang', mendapatkan sambutan yang luar biasa ramai. Para aktor dan sutradara pun segera naik ke atas panggung, diikuti oleh Jovan dan Marissa. Suara tepuk tangan, siulan dan teriakan para penggemar, memenuhi atrium utama dan menggema hingga ke lantai-lantai di atasnya.
MC kenamaan Malaysia keturunan Tionghoa, Bernard Koh mengawali acara dengan menduplikasi reaksi pengunjung yang bertepuk tangan dan bersorak tiada henti, yang membuat suasana semakin pecah.
Setelah itu, ia pun mulai memperkenalkan satu-persatu para aktor film Cinta yang Hilang, kemudian di akhiri dengan kemunculan Jovan sebagai bintang acara. Seperti pada acara-acara sebelumnya, kehadiran Jovan adalah yang paling dinantikan oleh para penggemar novelnya.
Rangkaian tanya jawab pun dimulai yang berhubungan dengan film dan novelnya. Tetapi, setelah 1 jam berlalu dengan acara tanya jawab, beberapa penggemar sudah tidak sabar untuk dimulainya sesi tanda tangan, sehingga beberapa dari mereka mulai mendorong barisan yang berada di depannya, tak ayal peristiwa dorong-mendorong pun terjadi yang menyebabkan teriakan protes dan kemarahan. Panitia dan pihak keamanan pun mulai terjun untuk menangani masalah, mereka menarik beberapa orang yang terhimpit karena desakan dari belakang.
Jovan yang melihat kejadian dari atas panggung pun berinisiatif untuk menenangkan penontonnya.
"Tenang, mohon tenang. Mohon berdiri pada tempatnya, jangan mendorong yang di depan. Saya tahu kalian ingin segera berfoto dan mendapatkan tanda tangan, tetapi keselamatan harus diutamakan, please calm down!"
Beberapa saat kemudian, akhirnya para penggemar 'Cinta yang Hilang' mulai terlihat tenang dan kembali pada barisannya dengan teratur sehingga acara pun kembali di lanjutkan dengan tanya jawab dengan para pemeran filmnya.
"Sulitkah memerankan Kevin, yang digambarkan sangat romantik tetapi kekanakan ?" tanya Bernard Koh.
"Sulit sih tidak, tetapi untuk menghayati perasaan kehilangan itu cukup sulit. Harus membayangkan rasa rindu yang sangat dalam kepada Mischa yang bertahun-tahun hilang kontak, buat saya itu yang paling menantang," jawab Azriel Khan pemeran Kevin dewasa alias Jovan.
"Adakah Bang Jovan memberi masukan untuk menghayati peran ini ?"
__ADS_1
"Alhamdulillah, selama pra-syuting dan pembacaan naskah, saya banyak ngobrol sama Bang Jovan, untuk mencari tahu isi hatinya pada scenes yang menguras air mata dan emosi. Untuk itu saya membayangkan diri saya, jika harus kehilangan ibu saya dan adik perempuan saya, apa yang akan saya perbuat, yang saya rasakan. Yaa begitulah hasilnya," jawab Azriel.
"Dan hasilnya sangat best!! Kita semua benar-benar dibawa dalam kesedihan ketika menontonnya, memang terbaik!!" puji Bernard Koh yang diikuti dengan applaus penonton.
"Bagaimana dengan sekuelnya nanti? apakah sudah dimulai untuk persiapannya?" lanjut Bernard Koh.
Kali ini Rakesh, sang produser yang menjawab pertanyaannya.
"Untuk pemeran-pemerannya sudah fix, Azriel akan tetap memerankan Kevin dan Linda juga akan tetap memerankan Mischa. Semua pemeran di film ini akan kembali pada sekuelnya. Aktor-aktor pendukung lainnya pun telah melakukan screen test, jadi secepatnya setelah promosi ini selesai, kami akan langsung mulai prosesnya."
Tanya jawab seputar film pun dilanjutkan dengan pertanyaan dari para penggemarnya.
"Ah, ini ada pertanyaan yang menarik, dari Siti Zubaidah, Selangor. Yang mana kah, Siti ini?" tanya Bernard.
Seorang gadis berhijab pun mengangkat tangannya dengan malu-malu.
"Hmmm, nak tanya, Kak Mischa asli?"
"Saya? Nama saya Marissa, panggilannya Risa," jawab Marissa.
"Ah ya, Kak Risa, Akak kan sekarang sudah menikah dengan Bang Jovan, apa perbedaan dan persamaan ketika masih kanak-kanak dengan yang sekarang?"
Tepuk tangan pun bergema menyambut pertanyaan pertama yang ditujukan untuk Marissa.
Jovan pun memandangi Marissa dengan penuh senyum, menanti jawaban yang akan diberikan. Marissa pun dengan gaya santainya, meletakkan telapak tangannya di kedua mata Jovan, sambil berucap, "Jangan ke-GR-an dulu!"
__ADS_1
Tawa pun memenuhi atrium mall tersebut. Lalu Marissa pun menjawabnya, "Bang Jovan yang dulu dengan yang sekarang, nggak banyak berubah. Masih tetap perhatian tapi pura-puranya cuek, masih tetap iseng tapi nggak lama minta maaf. Hmmm mungkin perbedaannya kalau sekarang lebih bisa serius, lebih kalem, tenang, kalau dulu kan seringnya ngajakin aku berantem," jawab jujur Marissa yang disambut gelak tawa.
"Hmmm bedanya cuma itu? yakin nggak ada lagi?" tanya Jovan dengan memainkan matanya ke arah Marissa.
Marissa pun membalasnya dengan memberikan lirikan tajam lalu, "Sekarang jauh lebih narsis, sok ganteng walaupun emang ganteng tapi nggak gitu juga, Bang!!"
Jawaban Marissa pun kembali mengocok perut penontonnya. Kedua orang tua Jovan pun kembali menggelengkan kepalanya, mendengar jawaban menantunya.
"Sepertinya pasangan ini lebih seru aslinya dari yang diceritakan di novel atau di film," sahut Bernard Koh yang kemudian meminta agar memberikan microphone kepada Jorrian.
"Nah, ayah dan bunda pastilah nak cakap sesuatu pasal Bang Jovan dan Kak Risa," ucap Bernard.
Jorrian dan Jovanka pun saling melirik seolah-olah saling tunjuk siapa yang akan berbicara, membuat Jovan angkat bicara.
"Yah, Bun, udah deh, spill aja, mo jelek kek, bagus kek, mereka tetap terhibur kok."
"Nah! ini, nih! anak ini kalau kambuh, hilang cool-nya, sisa kas doang," sahut Jovanka yang tidak dipahami oleh Bernard Koh dan penonton.
Jorrian pun angkat bicara, "Oke saya nak terjemahkan apa maksudnya, kulkas is a fridge or peti sejuk. So tadi maksud bunda Jovan adalah when he's loosing his coolness, the only left is his cash, cool cash!!"
Sontak seluruh penonton pun tertawa mendengar penjelasan Jorrian.
"Nampaknya the whole member of the family is a comedian!" sahut Bernard Koh.
"Well, as you can see, right!" jawab Jovan.
__ADS_1
"I take the left," timpal Marissa yang memecahkan suasana kembali.
Sesi tanya jawab yang berbalut komedi pun dilanjutkan dengan sesi yang dinantikan, yaitu sesi tanda tangan dan foto. Sorak-sorai para penggemar semakin memenuhi atrium mall. Poster, t-shirt dan topi bertema 'Cinta yang Hilang' pun telah disiapkan untuk dibagikan kepada para penggemar.