Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang
Episode 41 Talk to Talk


__ADS_3

Setelah Jovan menyelesaikan urusan persiapan pernikahannya, ia dan Jorrian segera menyusul Marissa ke Pacific Place.


"Dimana??" tanya Jovan singkat.


"Thai Alley," jawab Marissa tak kalah singkat.


Jovan dan Jorrian pun menuju ke restoran yang menyajikan makanan khas Thailand itu yang terletak di lantai 5.


Tak sulit untuk menemukan Marissa di antara para pengunjung restoran, karena penampilannya yang mudah untuk dikenali.


"Duduk Yah, Bang!! ini makanannya tadi sudah dipesenin," ucap Marissa sambil mempersilahkan Jovan dan Jorrian.


"Kamu pesan apa??" tanya Jovan.


"Pad Thai sama ayam pandan. Bang, tadi aku nyicip kuah tom yamnya dikit ya," ucap Marissa.


"Pesan lagi aja, kalau mau," ucap Jovan.


"Mulutnya mau, tapi takutnya perutnya yang ga mau," jawab Marissa.


Jovan pun meminta mangkuk tambahan,, kemudian ia menuangkan sebagian makanannya dan memberikannya ke Marissa.


"Ini buat kamu," ucap Jovan.


"Lho, eh?? kok?? ga usah Bang, aku tadi nyicip doang. Nanti Abang kurang makannya kalau cuma segitu," tolak Marissa.


"Nanti bisa pesan yang lain lagi," ucap Jovan sambil memulai makan siangnya.


Marissa pun menawarkan ayam pandannya dengan mendorong piringnya ke arah Jovan.


Keduanya kemudian menikmati makan siang dengan berbagi bersama, yang membuat Jorrian dan Jovanka tersenyum.


"Setelah ini, mau kemana??" tanya Jovan.


"Ga tahu," jawab Marissa.


"Ga ada yang mau dibelanjain??" tanya Jovan lagi.


"Ga, lagi ga kepingin," jawab Marissa.

__ADS_1


"Untuk seserahan belanjanya sama Bunda, yaa. Terserah kapan, dimana, tapi kasih listnya ke Abang. Biar Abang bisa siapin boxnya," ucap Jovan.


"Hmmm, Bun!! kapan kita mau belanja seserahan??" tanya Jovan kepada Jovanka.


"Eh Bang, memangnya ga bisa beli online yaa?? males muterin Mall. Kan enak kalau cuma tinggal pencet doang," pinta Marissa.


"Terserah aja, kalau ada yang online dan terpercaya yaa ga masalah," jawab Jovan.


"Nanti coba Bunda lihat yang online yang mana atau mungkin Alisa ada saran??"


"Hmmm sebentar aku coba WA temanku," jawab Alisa yang segera menghubungi temannya perihal seserahan untuk Marissa.


Tak lama kemudian,


"Untuk seserahan bisa pesan ke temanku semua, tinggal minta isinya apa, berapa jumlahnya, nanti dia yang atur semuanya. Ini contohnya," ucap Alisa sambil memperlihatkan foto-foto seserahan eksklusif yang pernah ditangani.


"Boleh Tan, ini eksklusif banget!! ini kira-kira berapa yaa??" tanya Jovan pada salah satu foto.


"1 juta untuk 10 box, termasuk dekorasinya. Isinya yaa tergantung maunya apa saja," jawab Alisa.


"Ini yang sedang dikerjakan, seserahan harganya total sampai 100juta, karena semua branded item kelas 2, kalau branded item top bisa sampai setengah miliar," tambah Alisa sambil menunjukkan foto-foto paket seserahan.


"Branded handbag aja harganya bisa sampai seratus juta, belum pakaian, sepatu, make-up set, yaaa wajar kalau lengkap harganya sampai setengah miliar," jawab Alisa.


"Coba lihat ini, tas Gucci ini harganya mencapai 40 juta, belum Hermes dan tas top branded dunia yang bisa tembus miliar," tambah Alisa.


"Waaah bukan aku banget!! aku pakai Mulberry atau Coach aja sudah beban banget, serasa nenteng motor," ucap Marissa yang membuat tawa.


"Perjuangan untuk membelikan Icha tas yang eksklusif," ucap Alisa sambil tertawa.


"Akhirnya dari pada diajak cari di Mall, saya langsung belikan saja dan taruh dikamarnya. Eeee dia cek harganya di internet, setelah bilang terima kasih dia nanya, 'Tan, ini beneran harganya 28 juta?? serius?? seharga motor??', yaa memang harganya segitu. Itu yang dijual di Indonesia, coba kalau beli langsung di Inggris, pasti lebih eksklusif dan lebih mahal," lanjut Alisa lagi.


"Tas ini?? yang lagi dipakai??" tanya Jovan.


"Iya, Bang. 28 juta, cuma buat tas ini aja?? kebayang dong!! aku dibelikan tas semahal itu??" jawab Marissa.


"Beban yaa, berat bawanya??" goda Jovan.


"Iya, Bang, padahal isinya cuma HP," jawab Marissa.

__ADS_1


"Ga bawa dompet??" tanya Jovan.


"Ga, di dalamnya ada kantong untuk naro uang, jadi ga perlu dompet lagi, praktis," jawab Marissa.


"Makasih ya Tan, tahu aja seleraku," ucap Marissa kepada Alisa.


"Iya, sama-sama. Tante senang kok, beliin kamu barang," jawab Alisa.


Setelah menyelesaikan makan siangnya, tiba-tiba Jovan teringat akan sesuatu.


"Tan, aku kan belum lamar Marissa secara resmi?? kan belum ada pertemuan keluarga?? trus gimana dong??"


Alisa pun tertawa.


"Ga perlu, video yang dikirim Bunda mu sudah cukup, kok. Lagipula nanti akan ada drama apa lagi, kalau lamaran resminya diadakan," goda Alisa.


"Yaa drama ketika yang dilamar bisa tiba-tiba ngambek atau ngajakin berantem. Hmmm bisa juga tiba-tiba jadi pelawak, bukan begitu bukan, Cha??" jawab Jovan.


"You are so right, Mister!! so I take the left side, biar ga tabrakan," canda Marissa.


"See, comedian mode on by Marissa!!" ucap Jovan sambil menggelengkan kepalanya.


"Bunda ga sabar nunggu acara akadnya, kalau dicepetin gimana?? akad secara agama dulu, nanti setelahnya baru yang kenegaraan, yang acaranya di hotel itu," usul Jovanka tiba-tiba yang membuat Marissa dan Jovan mengernyitkan dahi mereka.


"Ini kenapa jadi Bunda yang jadi ga sabaran??" tanya Jorrian yang juga keheranan dengan istrinya itu.


"Lama nunggunya, sudah keburu gemas lihat mereka berdua," jawab Jovanka.


"Omnya pasti tidak setuju, karena dengan adanya akad terlebih dahulu akan membuka asumsi-asumsi yang negatif, jadi sebaiknya tetap sesuai jadwal saja," ucap Alisa.


"Oiya benar juga, maaf saya ga terfikir sampai ke sana."


"Kita fokus ke persiapan pernikahannya, sementara Icha juga harus mempersiapkan dirinya pada saat resepsi yang akan diperkenalkan sebagai penerus dari bisnis keluarga Sofyan. Mulai bulan depan, Icha juga mulai menjalani serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan bisnis keluarga. Maaf Cha, kamu tetap harus turun, walaupun hanya sebagai pengamat. Tetapi suatu saat, mungkin 5-10 tahun lagi, ketika kamu sudah siap, kamu akan memimpin perusahaan ini," ucap Alisa yang membuat Marissa merasa sedikit terbebani.


"Yaaa selama ini mungkin kamu hanya melihat di sinetron, drakor atau cerita-cerita dalam novel, tetapi ternyata sekarang kamu sendiri yang mengalami. Let's say you were the lost princess, then we finally found you. Inilah saatnya untuk mengeluarkan your inner princess, you had it, jiwa bisnis itu telah mendarah daging. Kita lihat saja, dalam beberapa bulan ke depan, kamu pasti akan menikmati tantangan-tantangan yang ada. Kita sedang memoles sebuah batu untuk dijadikan berlian, membutuhkan waktu yang tidak sesaat dan usaha yang keras. Mungkin nanti kamu akan membutuhkan ilmu yang khusus mempelajari bisnis, yaaa sekolah lagi. Ambil S2, mungkin magister manajemen?? Tante juga tidak tahu, tetapi keinginan untuk terus mau belajar harus selalu dimiliki oleh calon pemimpin. Walaupun mungkin nantinya ternyata kamu tetap memilih untuk dibalik layar, bukan sebagai pelaksana, kamu tetap membutuhkan ilmu itu. Nanti pelan-pelan, kamu pasti bisa. Learn by doing, just take one step a head to another," tambah Alisa.


"Tan, kalau boleh tahu, kenapa Tante tidak ikut dalam bisnis keluarga ini??" tanya Marissa.


"Tante sudah cukup menjadi asisten Om kamu selama 10 tahun, sekarang Tante memilih untuk di rumah saja, karena Om kamu membutuhkan perhatian lebih ketika pulang bekerja. Jika Tante juga bekerja, akan sama-sama lelah, sehingga komunikasi akan terkendala karena lelah itu. Om juga lebih senang, kalau Tante dirumah."

__ADS_1


"Yaaa hanya sesekali saja, Tante menemani om kamu bekerja, seperti perjalanan dinas yang lebih dari 2 hari, biasanya om Alex minta tante ikut, sisanya yaa di rumah," jawab Alisa.


__ADS_2