Cinta Yang Hilang

Cinta Yang Hilang
Episode 52 Pengamanan Diperketat


__ADS_3

Setelah berbicara dengan Silla, pikiran dan hati Marissa terlihat lebih tenang, ia pun memutuskan untuk menikmati hari itu dengan bersantai di rumahnya.


Sedangkan Mario sibuk memikirkan kata-kata yang akan ia ucapkan di depan Aryo, yang dapat ia pastikan, tidak akan mudah berbicara dengan Aryo tanpa membuatnya emosi.


Melihat keadaan yang belum sepenuhnya tenang, Alisa mencoba berbicara kepada Marissa agar dapat meringankan beban pikiran Mario.


"Cha, coba kamu ngobrol sama ayahmu, bantu dia untuk berbicara kepada pakde Aryo," ucap Alisa.


"Rencananya juga begitu, Tan. Besok pakde 'kan pasti ke sini, jadi yaa aku akan ngomong duluan. Aku jadi deg-degan lagi, kalau mikirin itu. Mana Pakde pasti marah besar, kalau tahu ternyata aku sudah akad duluan," ucap Marissa dengan nada khawatir.


"Nanti om Alex akan mendampingi kamu, kok. Jadi kamu tenang saja, tim pengacara juga akan ke sini lagi, kamu tenang saja, yaa," ucap Alisa yang berusaha menenangkan hati Marissa walaupun ia sendiri juga merasakan kekhawatiran yang sama.


Sementara itu Mario mengumpulkan Jovan, Bian dan tim keamanannya untuk persiapan akad di hari Ahad pagi.


"Raka, kamu sudah booking kamar hotel untuk acara Icha dan Jovan?" tanya Mario.


"Sudah, Pak. Saya sudah booking 3 kamar president suite, untuk 2 malam," jawab Raka.


"Pastikan keamanannya, jangan sampai lengah," ucap Mario.


"Kami sudah menghubungi pihak keamanan hotel dan sudah meminta kerjasamanya. Jum'at pagi kami akan mengadakan rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk dari kepolisian," jawab Raka.


"Saya akan bertanggungjawab dengan keamanan keluarga dan tamu-tamu bapak, nantinya," ucap Jafran sebagai kepala keamanan di rumah Alex.


"Pastikan semua tamu undangan sesuai dengan identitasnya, untuk tamu dari keluarga juga tetap harus diperiksa. Silla, kamu bertanggungjawab atas Icha, jadi kamu harus mendampingi dia kemanapun dia pergi, jangan sampai lengah. Keselamatan Icha adalah prioritas utama kamu," ucap Mario.


"Baik, Pak," jawab Silla.


"Satu hal lagi, pastikan alat komunikasi kalian berfungsi dengan baik. Oiya, siapa yang akan bertugas memantau dari ruang CCTV??" tanya Mario.


"Saya, Pak," jawab Jafran.


"Baik, saya percayakan masalah keamanan keluarga dan seluruh tamu undangan ke kamu. Saya ingin acaranya tetap berjalan dengan baik tanpa ada kendala," ucap Mario.

__ADS_1


"Selama acara, semua laporan keamanan koordinasikan ke Raka, dia wajib mengetahui semua," lanjut Mario.


"Siap, Pak!!"


Persiapan keamanan acara pernikahan Marissa dan Jovan dilakukan secara detail. Setiap sudut hotel dan ruangan tidak lepas dari pengawasan tim keamanan.


Kekhawatiran Mario akan keselamatan putrinya bukanlah tanpa alasan, mengingat apa yang terjadi pada Riska sebelumnya.


Malam harinya, Mario mendapat telepon dari Aiptu Adi.


"Pak, kami mendapat informasi bahwa ibu Winda beserta putra dan putrinya telah sampai di Jakarta. Saat ini mereka menginap di rumah orang tua Bu Winda di Pantai Indah Kapuk. Saya akan kirimkan foto-foto yang berhasil kami diambil."


"Terima kasih atas laporannya, Pak. Saya tunggu foto-fotonya," jawab Mario.


Mario pun segera memanggil Jafran dan Alex, untuk memberi tahu akan kedatangan Winda di Jakarta.


"Kita siaga 1. Saat ini Winda sudah berada di Jakarta, untuk itu saya harap kalian semua merapatkan barisan, memperkuat keamanan," ucap Mario.


"Baik, in syaa Allah tim keamanan kita sudah siap, Pak!!" jawab Jafran tegas.


"Anak-anak bagaimana??" tanya Mario.


"Mereka kelihatan sehat dan baik-baik saja, sepertinya tidak ada masalah dengan Mariska dan Marendra, tetapi kita lihat saja nanti setelah bertemu," jawab Alex.


"Winda tidak akan melakukan tindakan yang bodoh, dia adalah wanita cerdas tetapi penuh intrik dan licik," ucap Mario.


"Tetapi dengan kembalinya ia ke Jakarta, menunjukkan bahwa emosinya mengalahkan akal sehatnya, Mas," Alex mengingatkan.


"Intinya kita harus tetap waspada, semoga polisi dapat menangkapnya dengan barang bukti yang cukup, sehingga tidak mudah untuknya bebas kembali," ucap Mario.


"Satu hal yang akan menjadi permasalahan baru adalah Marendra dan Mariska, yang hak asuhnya akan jatuh ke tanganku. Mereka sudah remaja, sehingga boleh memilih, yang aku khawatirkan adalah jika mereka menolakku setelah menghilangkan diri selama 5 tahun," ucap Mario penuh rasa kekhawatiran.


"Semoga Icha dapat menjadi kakak yang menyatukan kita semuanya," lanjut Mario.

__ADS_1


"Semoga tidak ada pertentangan untuk hal asuh mereka," tambah Alex.


Sementara itu di sebuah perumahan mewah Pantai Indah Kapuk, Winda sedang bersantai bersama kedua anaknya di pinggir kolam renang.


"Ma, kita ngapain kembali ke Jakarta sih??" tanya Marendra.


"Mama dapat kabar penting, tentang ayah kalian. Mama mau konfirmasi aja," jawab Winda.


"Konfirmasi apa, Ma??" tanya Marendra lagi.


"Nanti Mama beri tahu, sekarang kita santai aja dulu," jawab Winda.


Kedua anak kembarnya pun tidak bertanya lagi, karena mereka tahu jika mereka bertanya lagi Winda akan mulai emosi.


Karakter Winda yang mudah panas telah dipahami oleh kedua anak kembarnya. Mereka tidak pernah berani bertanya berulang-ulang untuk mendapatkan jawaban yang jelas dari Winda, karena Winda pasti akan mulai emosi dan berteriak-teriak bahkan sampai memaki. Untuk itu Marendra dan Mariska memilih diam dan menyimpan pertanyaan mereka dalam hati saja.


Tak lama, seorang pria berbadan besar dan berkacamata hitam mendekati Winda.


Winda pun segera menarik lengan pria itu, untuk berbicara empat mata di ruang kerja ayahnya.


"Ngapain kamu kesini??!! kan saya sudah bilang, everything is by phone!!"


"Maaf Bu, tapi saya curiga kalau kedatangan ibu sudah diketahui oleh Pak Mario," ucap pria itu.


"Well kalau dia sudah tahu, it's good. Jadi dia sudah mempersiapkan diri untuk melawanku. Hah!! bisa apa dia?? kucing kok mau melawan singa!!!"


"Bay, kamu terus mata-matai pergerakannya. Ingat, disaat resepsi nanti kita bergerak, agar mereka tahu siapa yang mereka lawan!!" ucap Winda penuh emosi.


"Baik, Bu. Saya permisi," ucap Bayu.


Bayu adalah pengawal pribadi Winda yang telah bekerja untuknya selama 7 tahun, ia pun bertugas untuk memata-matai Mario setelah Winda mengetahui jika Mario masih hidup.


Bayu pun kembali berkoordinasi dengan anak buahnya untuk menjaga keamanan Winda dan keluarganya.

__ADS_1


Menjelang acara pernikahan Marissa dan Jovan, kedua kubu mulai sibuk mengatur rencana untuk menyerang dan melindungi diri.


Semua mata dan telinga mereka pasang baik-baik untuk melindungi diri mereka. Monitor CCTV pun tak lepas dari pengawasan mereka. Seluruh area tempat tinggal Alex dan lokasi acara pernikahan pun telah dijaga ketat dengan pengawasan berlapis dan juga dengan pemasangan pintu metal detector.


__ADS_2