
Akad nikah yang diselenggarakan di taman belakang hotel dengan konsep rustic tampak mewah dan anggun.
Tamu-tamu undangan dibuat terkesima dengan keindahan dekorasinya, tak terkecuali dengan dua pihak keluarga.
Bunga-bunga berwarna lavender menghiasi setiap sudut taman dengan untaian kain-kain putih panjang di sekitar area akad.
Video dan foto-foto akad nikad Jovan dan Marissa beberapa hari sebelumnya ditayangkan pada layar putih.
Beberapa kameramen dan fotografer dari beberapa media juga tidak ketinggalan untuk mengabadikan momen sakral tersebut.
Bahkan ada yang menayangkan siaran langsungnya di media sosial, untuk menjawab rasa penasaran para penggemar Jovan.
Pembawa acara telah membuka acara dengan membacakan susunan acaranya.
Jovan berjalan gagah dengan setelan jas koko panjangnya menuju meja akad, diiringi dengan tepuk tangan meriah dari para tamu undangan.
Sambutan demi sambutan juga telah disampaikan oleh kedua belah pihak keluarga.
Tepat pukul 10.00, acara yang ditunggu pun tiba, yaitu ijab qabul antara Mario dan Jovan.
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau, Jovan Ahmad Chen bin Jorrian Chen dengan putri saya, Marissa Shafeeya binti Mario Sofyan dengan mas kawin sebuah cincin platinum seberat 4,5 gram bermata berlian dibayar TUNAI."
"Saya terima nikah dan kawinnya, Marissa Shafeeya binti Mario Sofyan dengan mas kawin yang tersebut dibayar TUNAI."
Lantunan do'a pun dipanjatkan untuk keberkahan dan kebahagiaan pernikahan Marissa dan Jovan.
Walaupun ini adalah kali kedua bagi Jovan untuk mengucapkan kalimatnya, tetapi tetap tidak mengurangi rasa syukurnya.
Setelah itu, ia pun menjemput Marissa yang menunggunya di teras dengan wajah yang tak lepas dari senyum.
Jepretan kamera baik dari tamu undangan dan media, tak lepas mengabadikan setiap momen bahagia tersebut.
__ADS_1
Sementara itu, Jordan, si Abang yang bijak, turut menjadi pusat perhatian media, apalagi jika bukan karena parasnya yang tampan.
Acara demi acara pun berlanjut, hingga yang paling dinantikan adalah pemotretan pengantin.
Jovan dan Marissa pun harus kembali berpose mesra, tentu saja dengan cara mereka yang tidak biasa dan penuh dengan unsur komedi. Alhasil, para tamu undangan dan media mendapatkan tontonan komedi tak biasa dari kedua pengantin.
Dari pose Jovan yang meletakkan telapak tangannya di atas kepala Marissa, sebagai tanda ukur perbedaan tinggi mereka yang nyaris setengah meter, yang tentu saja segera dibalas oleh Marissa dengan berdiri di atas kursi dan melakukan pose yang sama seperti Jovan.
Lalu pose yang memamerkan buku nikah mereka, yang tentu saja, tidak dipamerkan dengan anggun oleh keduanya, melainkan dengan saling beradu punggung kemudian menggunakan gaya selayaknya polisi ketika menunjukkan lencananya.
Kemudian pose yang memamerkan cincin pernikahan mereka, yaitu dengan cara mengepalkan tangan ke arah kamera, seolah-olah sedang meninju.
Jovanka hanya dapat menggelengkan kepalanya sambil mengelus dada, melihat putra bungsu dan menantu ajaibnya itu berpose.
Sementara itu, Jordan tak henti tertawa dan bertepuk tangan melihat kedua adiknya ini berpose, sambil sesekali ia meneriakkan kata-kata yang membuat Marissa melirik tajam ke arahnya dan tentu saja membuat acara semakin meriah.
"Ciiieeee, peluk dong!!"
Sementara itu Bian, asyik mengabadikan momen tersebut dengan handphone-nya, yang tentu saja semuanya segera ia posting di jejaring media sosial milik Jovan.
Kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dengan kedua orang tua dan keluarga, Marissa pun segera menghampiri Mario untuk berfoto bersama.
Adegan foto ajaib pun berlanjut dengan adegan seakan-akan Jovan merebut Marissa dari tangan Mario.
Lalu seperti foto pertama tadi, dimana Jovan dan Marissa duduk tegap di tengah pelaminan, kali ini, Mario berdiri di belakang mereka berdua. Dilanjutkan dengan berfoto bersama orang tua Jovan dengan pose yang sama.
Tak lupa, Jorrian dan Jovanka pun turut menjadi korban keisengan Jovan dan Marissa, dengan melemparkan bouquet ke arah Jovanka yang membuat Jovanka terkejut dan memberikan tatapan tajam kepada mereka berdua.
Begitu juga dengan keluarga Jordan dan Alex yang juga turut serta dalam sesi pemotretan bersama keluarga.
Setelah selesai pemotretan, Marissa baru menyadari banyaknya awak media yang meliput pernikahannya. Ia pun terpukau melihat antusias media yang meliput, karena setelah acara akad selesai, Jovan telah dijadwalkan untuk melakukan jumpa pers.
Jovan pun membisikkan sesuatu di telinga Marissa, "siap-siap besok muncul di infotemen, itu lihat Bian juga sudah posting di medsos, selamat Anda pun terkenal."
__ADS_1
Marissa pun membalas bisikan Jovan, "itu kan baru infotemen, kita nanti bikin saingannya, infodemen. Isinya kita berdua aja, Bang."
Keduanya pun sama-sama tertawa, momen tersebut tak dilewatkan oleh fotografer, sebagai momen romantis Jovan dan Marissa.
Acara pun berlanjut dengan pemberian ucapan selamat kepada pengantin, tetap dengan cara Jovan dan Marissa yang tidak mau berdiri menjadi pajangan, melainkan mereka memilih untuk menemui tamu undangan dan menyalaminya satu-persatu.
Hal ini tentu saja membuat para pengawal kewalahan, karena baik Jovan ataupun pihak WO tidak memberitahukan tentangnya.
Sementara itu pihak WO juga tidak tahu-menahu, jika Jovan menginginkan acara pemberian selamat yang berbeda, sehingga mereka pun sama kewalahannya dengan pengawal pribadi Jovan dan Marissa.
Adanya Jovan berbaur dengan tamu undangan, sesi foto pun bersama berubah menjadi ajang wefie. Fotografer dan kameramen pun harus rela bersaing dengan para tamu undangan.
Sedangkan Jordan, ia kembali tertawa melihat perilaku Jovan dan Marissa, yang kembali membuat ulah.
"Perasaan dekorasinya sudah cantik, manis, eksklusif, trus pengantinnya gagah dan anggun, eeeeeh ternyata itu cuma kamuflase semata, karena mereka tiba-tiba keluar dari cangkangnya tanpa babibu. Bang, mereka berdua enaknya diapain yaa?? Aaahh pemberitaan mereka bakalan seperti apa??!!" ucap Jovanka yang tak habis pikir melihat perilaku putra bungsunya.
"Santai aja, Yang. Biarkan mereka menjadi diri mereka sendiri di momen spesial ini, yang hanya terjadi sekali seumur hidup. Let them enjoy their special moment," jawab Jorrian sambil mengelus-elus punggung Jovanka untuk membuatnya tenang.
Sementara itu, Mario tampak sangat berbahagia dengan pernikahan putrinya. Wajah yang penuh senyum dan sesekali tertawa kecil, menunjukkan kebahagiaannya.
Di saat momen bahagia yang disaksikan oleh kerabat dan teman, para pengawal pribadi dan petugas terkait memperketat keamanan mereka, di saat hidangan mulai disajikan di atas meja.
Mereka memperhatikan satu persatu pelayan yang menghidangkan makanan, jangan sampai terdapat wajah yang tidak terdapat dalam daftar pelayan.
Makanan yang dihidangkan pun telah dipastikan aman, tidak mengandung racun atau zat berbahaya lainnya.
Kekhawatiran mereka pun tidak terbukti, hingga acara selesai, semua anggota keluarga dan tamu tersenyum bahagia dan puas dengan acara akad Jovan dan Marissa yang unik ini.
Setelah acara berakhir, para media sudah tidak sabar untuk mewawancarai Jovan. Akan tetapi, hanya Bian menemui mereka.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih atas kedatangan rekan-rekan media semua. Saya Bian, selaku manajer Jovan, ingin memberitahu bahwa jumpa pers ditunda setelah dzuhur, yaitu pukul 13.00 nanti. Saya mohon maaf atas ketidaknyamanannya dan sekali lagi, terima kasih atas kerjasamanya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."
Para media pun harus menelan kekecewaan, tetapi mereka pun memahami alasan yang syar'i tersebut.
__ADS_1