Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Heboh


__ADS_3

Sampai didepan gerbang rumah Dian, Dian membuka seat belt yang menyangkut di antara dadanya. Ketika hendak membuka pintu dan melangkah keluar lengan nya dipegang Tomy.


"kamu gak berniat mengajakku kedalam,,?" dengan wajah lucu persis seperti Ricky jika menginginkan sesuatu.


"maaf kak, lain kali aja ya.." Dian belum siap untuk memperlihatkan wajah Tomy yang memang mirip dengan Ricky.


"oke masuklah," Tomy menyuruh Dian masuk tapi dia sendiri tidak berniat untuk pergi.


Dian menengok kebelakang saat dia ingin membuka pintu,


ko gak pergi juga sih,,!


bodo ah,, awas aja kalau sampai ketok pintu


dan bertamu,,!


Begitu punggung Dian tak terlihat, Tomy pun segera membawa mobilnya pergi dari rumah Dian.


"loh Di, kamu udah pulang, ko gak kedengaran suara mobil kamu,,?"


"oh itu Bu, Dian diantar pulang oleh teman, jadi mobil ditinggal di kampus." menjawab sambil mencomot sepotong kue yang baru keluar dari oven


"wah tumben, setelah hampir 5 tahun baru kali ini ibu dengar kamu diantar oleh teman, laki atau perempuan teman mu,,? kenapa gak diajak mampir,,?" bertanya panjang


"ibu ini nanya aku apa interogasi aku sih judulnya,, nanya gak ada jeda nya..!" Dian pun berjalan menghindar


"ya jawab singkat aja kan bisa,,!" ibu terus aja kepo


Memang sih ayah sudah tidak lagi mempermasalahkan diriku juga Ricky akan bagaimana kedepan nya, cukup dengan aku kuliah dan menjadi Sarjana Ekonomi seperti ayah yang nanti nya bisa membantu bisnis ayah, no problem dengan status ku.


Hanya saja ibu yang terkadang aku melihat beliau merenung bahkan menangis sampai pernah aku mendengar sedang bicara serius dengan ayah mengenai diriku. Ibu hanya ingin aku berumah tangga seperti keluarga normal lainnya, tapi itulah karena cintaku pada kak Tomy masih besar sampai sekarang, aku selalu menolak laki-laki yang ibu coba dijodohkan padaku dengan cara diriku yang berpenampilan seperti wanita simpanan.


Jauh didasar hatiku, aku pun ingin memiliki kehidupan rumah tangga yang indah, rukun dan harmonis serta saling mencintai. Meskipun aku saat ini telah bertemu kembali dengan Tomy satu-satunya pria yang aku inginkan tapi aku tidak ingin menikah dengannya karena yang aku tau Tomy tidak pernah mencintaiku. Bagiku rumah tangga harus didasari oleh cinta pasangannya.


"malah bengong kaya sapi,,, bukan nya jawab,!" ibu menjentikkan telunjuknya ke dahi ku.


"Awww,,, sakit Bu,!" teriak ku yang malah mendapat mata melotot ibu yang hampir keluar


"iya iya temen ku tadi pria Bu,!" akhirnya aku menjawab dan langsung berjalan naik kekamar ku

__ADS_1


"ajak main kerumah yaaaa,,,!!!" teriak ibu dari bawah


Sampai didalam kamar segera ku rebahkan tubuhku diatas kasur, disamping ku Ricky tengah tertidur pulas. Selalu saja setiap melihat wajah polos Ricky yang tertidur, hati dan mata ku menjadi melow, memang sih sekarang Ricky belum mengerti arti kata papa, walaupun aku selalu memberi tahukan bahwa papa nya seorang pelaut, tidak pernah pulang karena sibuk menangkap ikan hiu, tapi sampai kapan aku akan berkata berbohong seperti itu.


Terasa sebuah tangan kecil mengusap usap pipi ku.


"hai boy,, kamu udah bangun dari tadi ya, maaf ya mama ketiduran." ucap ku sambil menggeliat


"mama tape ya, Liki mau banunin mama tapi mama bobo na lama." bibir mungil Ricky berbicara dengan cadel nya


"iya sayang mama capek, ya udah kita mandi yuk," ajak ku yang segera bangkit mengambil handuk sambil menggendong putra kecilku.


Sementara dibawah aku mendengar suara ramai seperti banyak orang berbincang-bincang. Masih memakaikan pakaian Ricky, tak lama aku pun berpakaian dengan santai nya piyama bahan satin dengan satu tali di masing-masing pundak dan celana pendek diatas lutut.


Ramai amat sih dibawah,


Seperti ada tamu, tumben Ibu dan Yuli kaya nya heboh banget.


"Dian, Di,,, cepat turun ada yang nyariin kamu ini,,,!!!" teriak ibu


"sayang dibawah kayanya ada tamu deh, kita liat kebawah yuk,!" sambil menggendong Ricky aku keluar kamar turun kebawah.


Tok Tok Tok


"iya sebentar,,!!"


Ceklek,,


"Halooo permisi dek, Dian nya ada,,?"


Yuli yang melongo kedapatan tamu pria tampan didepan nya, bukan masalah tampan nya yang bikin dia melongo itu wajah pria itu mirip dengan keponakannya, Ricky.


"eh,, iya ada mas,, mas nya siapa ya.! Bu,, ibu,, ada tamu,,!" tanya Yuli sambil berteriak memanggil ibu nya.


"ada apa sih Yul,, jangan teriak-teriak, kalau ada tamu suruh masuk aja..!" ibu malah jawab sambil berteriak


"masuk mas,, silahkan duduk, saya panggilkan mba Dian.!" Yuli berlari kearah ibu nya.


Tomy duduk di sofa yang ada diruangan itu, sambil menatap sekeliling, beberapa foto keluarga terpajang di dinding.

__ADS_1


"Bu, sumpah deh, ini ajaib apa aneh ya, itu tamu cowo yang di depan ganteng nya aduh, mirip Thao Ming Tse deh Bu,,?!" Yuli cerita semangat nya


"yang lebih bikin Yuli heran itu wajah nya ampun kenapa bisa mirip sama Ricky ya Bu, aneh gak sih, coba deh ibu kedepan. jangan-jangan itu papa nya Ricky Bu,,?!!" jiwa detektif Yuli mulai berkobar


"masa sih,, jangan sembarang kalau bicara, sudah ibu kedepan kamu buatkan minum ya,,!"


"tapi ibu jangan kaget ya, pas liat wajahnya.!"


Ibu segera keruang tamu, terlihat punggung seorang pria tinggi tegak sedang memandang foto keluarga.


"ehmm,,!!"


Tomy menoleh


Dan benar ibu bengong wajah nya mirip dengan cucu nya, dan yang jelas sangat tampan.


"maaf permisi Bu, saya bisa bertemu Dian, saya kekasihnya. nama saya Tomy,!" mengulurkan tangan


"oh iya nak Tomy bisa bentar ibu panggil kan Dian, silahkan duduk,,!" membalas uluran tangan Tomy


"Dian, Di,,, cepat turun ada yang nyariin kamu ini,,,!!!" teriak ibu


Astaga nih ibu kirain maksudnya manggil gimana, ternyata seriosa juga.


Sampai dibawah Dian yang masih menggendong Ricky, sungguh kaget luar biasa karena tak menyangka bahwa Tomy akan datang kerumahnya.


"wah ada om danteng,,! halooo om,,, mah tulunin Liki dong, Liki mau dipangtu Tama om mah,,!" Ricky yang antusias karena melihat kedatangan Tomy membuat Oma nya bingung.


"loh, Ricky kamu memang sudah kenal dengan om Tomy,,?" Oma Ricky masih heran


"iya dong Oma,, tita pelnah matan es tlim kan om,," Ricky menjawab dengan ekspresi lucu seketika pula sudah duduk dipangkuan Tomy.


"Dian, ini benar kekasih mu?? ko kamu gak pernah cerita sih, sejak kapan,,?" mulai lah ibu menginterogasi dirinya lagi


"apa kekasih,, gak ko Bu, dia ini temen Dian aja ko Bu,!" Dian kikuk harus menjawab apa


"jadi mana ini yang bener,, kekasih apa teman,,??" makin menambah suram wajah Dian


Tomy malah dengan tidak terlalu ketara mengedipkan sebelah matanya ke arah Dian, otomatis Dian hanya bisa melotot.

__ADS_1


__ADS_2