Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Ulah terakhirnya


__ADS_3

Bimo berhasil mengetahui keberadaan Diana. Dengan menceritakan semua kebenaran, Bimo di bantu seluruh Tuan Aran, Tuan Malik juga Tuan Zian untuk mencari Diana. Namun tetap, kejadian itu dirahasiakan dari Alea.


Dengan persiapan yang matang, Bimo ingin menangkap Diana dengan tangannya sendiri. Tuan Malik juga Tuan Zian ikut turut campur. Geram sekali dengan kejahatan yang dilakukan Diana.


Ditemani juga banyak anak buah, mereka menyergap tempat persembunyian Diana. Pagi buta mereka berangkat dari rumah. Dengan alasan perkerjaan, mereka pergi meninggalkan rumah.


Sampai di tempat Diana matahari sudah menampakan sinarnya. Beberapa anak buah langsung menyergap penjaga yang ada di luar rumah. Setelah berhasil dilumpuhkan, mereka langsung merangsek masuk. Dengan hati hati, satu per satu penjaga di dalam rumah juga dilumpuhkan.


Berada di suatu ruangan, Diana sedang asik bercengkrama dengan kekasih penjahatnya. Yang selama ini selalu mendukung aksi kejahatan Diana. Diana duduk di pangkuan lelaki itu sambil menyuapi sarapannya.


Anak buah Bimo langsung menodongkan senjata. Tak ada keterkejutan di wajah Diana saat melihat Bimo dan yang lainnya muncul di hadapannya.


"Ternyata cepat juga ya, kamu mengetahui keberadaanku." Diana terkekeh, dan masih santai menyuapi kekasihnya yang nampak pantas sebagai ayahnya itu hingga makanan di piring itu tandas.


"Cuih.." Bimo meludah, kesal bukan main. Melihat kelakuan Diana yang tidak tahu malu itu.


"Kau tidak jera juga mengusik kehidupan Alea. Kali ini kau tidak akan aku biarkan lolos." Tegas Tuan Malik.


Diana bangkit dari pangkuan kekasihnya. Bimo mengamati pergerakan Diana.


Diana hanya berdiri lalu mengambil ponselnya yang tergeletak di meja.


"Kenapa kejadian malam itu tidak kau ceritakan pada Alea. Apa kau takut Alea akan insecure dengan dirinya sendiri? Harusnya kau beritahu saja dia, bagaimana jalangnya dia malam itu. Ha ha ha. Aku akan membantumu memberitahunya."


"Apa yang akan kau lakukan?" Teriak Bimo panik.


"Tenanglah, aku hanya mengiriminya sebuah video." Diana menunjukan layar ponselnya yang berhasil mengirim sebuah video.


"Ponsel Alea sudah hilang kalau kau lupa!!" Bimo sedikit takut.


"Jangan kamu pikir aku tidak tahu kalau Alea sudah punya ponsel baru juga nomor barunya. Itu hal yang mudah untuk aku cari tahu." Diana menjentikan jarinya.


Tuan Malik yang sudah sangat geram memberi kode pada anak buahnya. Peluru langsung bersarang tepat di dada Diana, seketika membuat tubuhnya ambruk. Sedang kekasih Diana hanya diam mengamati dari tadi. Tak bereaksi apapun bahkan saat melihat Diana tergeletak di sampingnya.


Bimo mendekati Diana dan segera meraih ponsel Diana. Bimo melihat video yang dikirim Diana memang benar ke nomor baru Alea. Terlihat video itu sudah terkirim dan belum dibaca oleh. Sudah terlanjur terkirim, Bimo tak tahu apa yang akan terjadi jika Alea membuka video itu. Apalagi dilihat Bimo durasi video itu lebih lama dari yang dikirimkan ke ponsel Bimo waktu itu. Pasti video itu sudah diedit yang pasti akan membuat Alea terpuruk.


Bimo langsung menghubungi ayah mertuanya yang tetap tinggal dirumah untuk menjaga semuanya tetap aman saat yang lain pergi.

__ADS_1


Panggilan langsung tersambung dan dijawab oleh Tuan Aran.


"Halo pa, Alea dimana?" Bimo tanya langsung.


"Sedang bersama mamanya, memasak di dapur tadi. Ada apa?"


"Pa, cari ponsel Alea, Diana mengirim video. Pastikan Alea tidak melihat video itu."


Bimo tak mematikan telfonnya, menunggu apa papa mertuanya berhasiil menghapus video itu.


Terdengar dari sebrang telfon.


"Ma, Alea kemana?"


"Ke kamar."


Tap tap tap. Terdengar derap langkah tergesa gesa dari telfon itu. Pasti Tuan Aran sedang berlari. Bimo menjadi sangat cemas.


"Bim, terlambat. Alea sudah melihat video itu."


"Tuan Zian aku serahkan semua padamu. Sepertinya terjadi hal buruk. Aku harus segera mengejar putraku." Ucap Tuan Malik dan segera mengikuti Bimo.


Bimo langsung masuk ke dalam mobil dan menyalakannya.Saat akan melaju, Tuan Malik menghadangnya.


"Bim, papa ikut." Tuan Malik langsung masuk ke mobil dan duduk di samping Bimo. Dia tak ingin terjadi hal buruk jika membiarkan Bimo pergi sendiri dalam keadaan panik.


....


Di kediaman Wijaya. Alea setelah membantu mamanya memasak ingin membersihkan diri. Alea memasuki kamarnya, mengecek ponselnya yang sedari pagi dia tinggal di kamar.


Dia melihat ada notif pesan masuk.


"Video apa ini." Gumam Alea menunggu video terdownload.


Video itu langsung diputar Alea, Alea diam tak berekspresi kala melihat video itu. Alea dapat melihat dengan jelas siapa wanita yang beraksi di dalam video itu. Alea merasa dirinya kotor, dia telah melakukan hal yang seharusnya hanya dia lakukan bersama suaminya. Dan parahnya, semua yang memulai adalah dirinya.


Air mata Alea mengalir begitu saja. Mengingat dia yang telah mengkhianati Bimo bahkan di malam pernikahan mereka.

__ADS_1


"Bagaimana mas Bimo jika dia tahu.?" gumam Alea disela tangisannya.


"Al,."panggil Tuan Aran, menghentikan tangisan Alea. Alea segera menyembunyikan ponsel juga menghapus jejak air matanya sebelum menoleh ke arah papanya.


"Iya pa."


"Kamu baik baik saja?"


"Aku baik baik saja, sebentar ya pa aku mau mandi." Alea berusaha mengulas senyum. Menutupi apapun yang sedang terjadi pada dirinya. Dia belum siap jika keluarga tahu tentang dirinya.


Alea bergegas masuk ke kamar mandi dan menguncinya. Setelah melepas seluruh pakaiannya, dia segera menyalakan shower. Alea menggosok seluruh tubuhnya dengan kasar, sambil terus menangis, meratapi nasibnya yang buruk. Tak cukup sampai disitu, Alea mengisi bak mandi dengan air penuh. Menuangkan banyak sabun cair ke dalamnya. Dan Alea segera berendam di dalamnya. Masih dengan tangisannya yang tiada henti, Alea masih terus menggosok tubuhnya.


Hingga Alea merasa sangat lelah dan kedinginan. Alea merasakan keram di perutnya. Alea dengan sisa tenaganya, dengan gemetaran karena menggigil dia meraih bathrobenya. Setelah memakainya, baru dua langkah hendak keluar kamar mandi tubuh Alea sudah ambruk ke lantai.


Sedang diluar Tuan Aran masih menunggu Alea keluar dari kamar mandi. Satu jam sudah Tuan Aran menunggu, masih terdengar keran air yang menyala saat Tuan Aran mendekatkan pendengarannya ke pintu kamar mandi.


Kecemasannya memuncak, saat Alea tak merespon panggilannya bahkam Tuan Aran juga menggedor pintu kamar mandi. Takut terjadi hal buruk, Tuan Aran langsing mendobrak pintu itu. Dua kali peecobaan, berhasil membuat pintu itu terbuka.


Tuan Aran langsung membopong tubuh Alea yang lemah keluar kamar mandi. Tuan Aran langsung memanggil istrinya.


"Ma, cepat kesini!!" Teriak Tuan Aran dari depan pintu kamar Alea.


Nyonya Kartika terkesiap mendengar teriakan suaminya itu. Dengan berlari dia langsung menuju kamar Alea.


"Ma cepat, pakaikan pakaian Alea. Kita harus segera membawanya ke rumah sakit." Titah Tuan Aran.


"Pa, apa yang terjadi dengan putri kita?" tanya Nyonya Kartika disela kegiatannya memakaikan baju ke badan Alea yang terasa sangat dingin.


"Sudah pa." Ucap Nyonya Karika saat Alea sudah berpakaian lengkap.


"Tenanglah, nanti aku jelaskan. Sekarang ayo kita ke rumah sakit." Jawab Tuan Aran lalu menggendong Alea keluar dan segera pergi ke rumah sakit.


Sampai di rumah sakit keluarga Sanjaya. Alea langsung ditangani. Tuan Aran langsung memberi kabar pada Tuan Malik jika Alea dilarikan ke rumah sakitnya.


Satu jam berlalu, sejak Alea masuk ke ugd. Namun dokter yang menangani Alea belum keluar juga.


"Pa, bagaimana keadaan Alea?" tanya Bimo saat sudah sampai di depan ugd. Nafasnya nampak tersengal sengal karena berlari dai area parkir hingga depan ugd.

__ADS_1


__ADS_2