
"Sore Al, aku datang. Bagaimana harimu hari ini? Siapa yang kau mimpikan sampai kau belum mau bangun juga." ucap Aril saat menjenguk Alea di kamarnya.
"Haha aku jadi ingat panggilan terakhirku untukmu, kau mau tahu? Bumil bawel ha ha.." Aril mencoba untuk tertawa walau hatinya sedih.
"Bodoh, aku merindukanmu. Kenapa kau tidak bangun bangun dari tidurmu ini? Aku ingin mendengar suaramu yang bawel. Pasti Deni di surga juga menginginkan kesembuhanmu." Aril melihat air mata meleleh dari sudut mata Alea.
"Apa kamu merindukan suamimu? Maaf karena aku waktu itu meninggalkannya, jika saya aku menyelamatkannya lebih dulu pasti dia masih berada disini disisimu. Maafkan aku Al." gumam Aril dalam hati. Aril jadi teringat kecelakaan waktu itu. Aril masih merasa bersalah di dalam lubuk hatinya.
"Al, aku ingin jujur kepadamu tentang sesuatu. Kamu ingat pertemuan kita di SMA dulu, Sebenarnya, hari sebelum aku menyatakan cintaku, aku tahu jika Deni juga mencintaimu. Aku juga tahu, saat kamu menerima cintaku masih belum ada cinta untukku kan. Namun aku tak perduli, karena aku takut jika aku tak segera menyatakan cintaku dan menjadikanmu kekasih pasti Deni yang akan memilikimu."
"Tapi takdir memang berpihak kepadanya, walau aku menjadi kekasihmu. Akhirnya kalian bersatu juga. Malah jadi suami istri."
"Oh ya, hari ini aku membawakan kamu hadiah. Selamat ulang tahun. Aku pakaikan ya." Aril mengeluarkan hadiahnya dari kotak.
Aril membelikan sebuah kalung cantik spesial untuk Alea. Dengan perlahan Aril memakaikan kalung itu di leher Alea.
"Lihatlah, dirimu semakin cantik." puji Aril.
"Aku tinggal dulu ya Al, aku belum ketemu sama Myli." Aril pergi mencari Myli.
Aril mencari Myli yang biasanya bermain di ruang keluarga. Betul saja disana ada Myli yang sedang di asuh oleh baby sisternya.
"Mbak, bagaimana Myli hari ini? suka rewel tidak?" tanya Aril saat sudah duduk di samping Myli.
"Nggak mas, hari ini non Myli pinter. Sekarang non Myli sedang belajar tengkurap mas." jawab mbak Asih baby sisternya Myli.
"Wah, anak ayah makin lincah ya. Main dulu yuk sama ayah. Mbak Asih kalau mau istirahat nggak pa pa, biar saya yang jaga Myli."
"Baik mas, saya tinggal dulu. Nanti kalau butuh apapun panggil saya ya mas." ucap mbak Asih kemudian beranjak dari duduknya.
"Iya." Aril.
Myli sedang tiduran di karpet, tangan dan kakinya tak berhenti bergerak saat di goda Aril.
"Myli, ayo tengkurap dong sayang. Ayah ingin lihat." harap Aril bisa melihat perkembangan Myli.
Myli ikut mengoceh saat Aril mengajaknya bicara. Dia tak menuruti permintaan Aril untuk tengkurap. Malahan tangannya terus menggapai Aril seakan meminta untuk di gendong.
Aril segera meraih tubuh Myli yang terlihat lebih berisi. Pipinya yang cubby membuat Aril gemas.
"Myli tambah gembul ya, ayah makin gemes sama Myli. Pengen cium terus. Muahh muahh." Aril terus menciumi pipi Myli juga perut Myli, hingga membuat Myli tertawa kegelian.
Moment itu tak lepas dari pandangan sepasang mata, air mata meluncur tanpa di perintah. Melihat nasib gadis mungil itu harus sudah jadi anak yatim sejak lahir. Bahkan belum pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.
__ADS_1
Mama Alea segera menghapus air matanya, dia menghampiri Aril dan Myli yang bercengkerama.
"Aril." sapa Mama Alea.
"Nyonya, selamat siang." Aril sapa balik.
"Hm, Myli gembira sekali main sama ayah." ucap Mama Alea.
"Iya Nyonya, hari ini kan libur kerja. Kalau boleh saya mau ajak Myli jalan jalan."
"Tentu saja boleh. Myli pasti juga senang banget bisa jalan jalan sama ayahnya. Iya kan sayang."
Myli terus berceloteh riang seolah mengerti dia akan diajak jalan jalan.
"Terima kasih Nyonya." Aril senang bisa mengajak Myli pergi jalan jalan.
"Mbak Asih.." panggil Mama Alea.
"Iya nyonya."
"Tolong siapkan kebutuhan Myli, dia mau jalan jalan. Sekalian kamu juga ikut buat bantu ngurus Myli."
"Tidak usah Nyonya, saya ingin berdua saja dengan Myli." tolak Aril sebelum mbak Asih mengiyakan permintaan Mama Alea.
"Nanti kamu kerepotan kalau hanya berdua saja dengan Myli."
"Ya sudah kalau begitu, mbak segera siapkan tasnya Myli."
"Baik Nyonya."
Mbak Asih masuk ke kamar Myli untuk menyiapkan segala kebutuhan Myli, dari susu, popok dan baju gantinya.
Setelah siap semua, Aril meletakan Myli pada kursi mobil khusus bayi. Memastikan sabuk pengamannya sudah terpasang dengan baik, Aril duduk di kursi kemudinya.
Aril melajukan mobilnya dengan perlahan. Untuk menghibur Myli, Aril memutar musik ceria yang khusus untuk bayi. Jadi bagus untuk perkembangan otak Myli.
Setengah jam sudah perjalanan, ternyata Aril membawa Myli ke mall. Aril menggendong Myli dengan gendongan bayi jenis hip seat. Sehingga Myli dengan leluasa bisa melihat mall yang sedang ramai.
Aril menyusuri mall mencari toko tempat menjual kebutuhan bayi. Aril ingin membelikan baju baru untuk Myli.
Sepanjang jalan, Aril terus saja jadi pusat perhatian para wanita baik itu muda atau tua. Melihat wajah tampan Aril dengan pakaian casual yang melekat pada tubuhnya, membuat pesonanya semakin terlihat. Ditambah lagi dengan aura ceria Myli membuat Aril tampak seperti hot daddy yang mampu merawat anak tanpa bantuan orang lain.
Sampai di toko yang menjual perlengkapan bayi, Aril segera masuk. Seorang pelayan di toko itu menghampiri Aril. Menanyakan apa yang dibutuhkan oleh Aril.
__ADS_1
"Saya mau beli baju untuk anak saya. Di sebelah mana ya? saya mau pilih sendiri."
"Mari saya tunjukan." Aril pun mengikiti pelayan itu.
Sampai di jejeran baju bayi perempuan, Aril langsung dengan antusia memilih. Myli pun tak berhenti berceloteh. Myli seperti bisa memilih sendiri. Saat Myli suka dengan baju yang dipegang oleh Aril, maka Myli akan segera meraihnya dengan tangan mungilnya. Sedangkan kalau tidak suka, Myli akan menendang nendang sambil merengek.
Aril sungguh heran, bayi belum genap berumur 4 bulan ini sudah bisa memilih baju baju yang bagus. Pasti nanti saat besar dia akan sangat fashionable.
Setelah memilih beberapa baju, Aril juga membeli beberapa pasang sepatu bayi. Dan aksesoris lainnya. Tentu juga sesuai keinginan Myli.
Aril sangat senang bisa membawa Myli belanja, Myli terlihat sangat bahagia ketika mendapatkan apa yang diinginkannya.
Selesai berbelanja, Aril membawa Myli istirahat di sebuah cafe. Sepertinya juga Myli haus, dengan cekatan Aril menyiapkan susu botol Myli. Dan membantu Myli memegangi botolnya ketika Myli menyedot susunya.
Aril sangat gemas saat melihat pipi Myli yang kembang kempis saat meminum susunya.
...
Aril membawa Myli ke toko baju wanita.
"Sayang, coba kamu pilih satu baju yang cocok untuk kado mommy kamu. Mommy ulang tahun hari ini."
Myli terlihat semangat mendengarnya. Seperti cara Myli memilih bajunya sendiri tadi. Myli hanya terpikat pada satu gaun cantik. Aril langsung menyuruh pelayan itu untuk membungkus gaun itu dengan kotak kado. Aril juga memberi kartu ucapan di dalamnya.
"Myli sayang, kamu pasti capek, kita pulang ya." ucap Aril saat sudah keluar dari toko baju itu. Dengan menenteng beberapa tas belanjaan di tanganya.
Aril menuju ke parkiran mobil, karena melihat Myli sepertinya sudah mengantuk. Aril mengatur kursi bayi Mylk jadi rebahan dan meletakan Myli disana agar Myli bisa tidur dengan nyaman.
Aril mengemudikan mobilnya dengan perlahan. Agar Myli terasa nyaman.
Isi kartu ucapan yang ditulis oleh Aril.
***Selamat ulang tahun mommy, ini hadiah dari Myli. Semoga mommy suka ya. Ini aku yang pilih sendiri lho.
Myli***
☘️☘️☘️☘️
Kapan sih Alea sembuh??
Tuh cocok kan Aril jadi ayahnya Myli.
lanjut besok lg ya...
__ADS_1
terima kasih yang sudah mau membaca novelku ini.. tinggalkan jejak kalian ya lkie komen vote juga boleh.
buat pembaca setiaku..love you forever..🤗😊😊😘😘😘