Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Kecelakaan


__ADS_3

Seminggu pun berlalu


Dihari ini hari dimana Tomy dan Dian akan melangsungkan pernikahan mereka. Pernikahan yang digelar dikediaman Dian semua keluarga teman dekat sudah berkumpul, begitu pun penghulu sudah siap hanya tinggal menunggu mempelai pria datang.


Sudah satu jam berlalu hingga dua jam berlalu mempelai pria tak kunjung datang. Membuat keluarga Dian panik terlebih lagi Dian hampir menitikan air mata. Berkali-kali ayah Dian menelepon keluarga Tomy tapi tak ada jawaban. Pak Penghulu juga sudah pergi karena masih harus menikahkan pasany lain, para saksi tetangga sekitar juga sudah mulai berkurang, Dian dikamarnya sudah menangis, Sampai hari menjelang siang akhirnya Hp ayah Dian berdering.


"haloo Dik kamu dimana,, kamu jangan main-main ya sama saya,!" ayah dengan suara marah tak bisa lagi menahan emosi nya


"Wahyu saya minta maaf sekarang kami sedang ada di rumah sakit, mobil yang dinaiki Tomy mengalami kecelakaan. Sekarang kami ada di Rumah sakit Pelita,!" suara pak Wahyu pelan dan sedih


"Astaga oke oke, kita kesana sekarang.!" ayah mematikan telepon


"ada apa yah,,?!" ibu menghampiri ayah


"Tomy kecelakaan, dia ada di rumah sakit pelita, gimana Dian mau ikut gak?!" jawab ayah


Ibu segera kekamar Dian,


Tok Tok Tok


Adik Dian berjalan membuka pintu, ibu masuk kedalam melihat Dian duduk didepan cermin tanpa ekspresi. Ibu berjalan mendekat.


"Dian, kamu yang sabar ya Nak. barusan papa Tomy telepon katanya mobil Tomy mengalami kecelakaan dan sekarang Tomy dirawat di rumah sakit, apa kamu mau ikut kesana nak,,?!" ibu bercerita dengan hati-hati


Dian kaget menatap ibunya, "Hah,!! iya Bu Dian ikut ayo Bu, kita pergi sekarang.!"


Setelah Dian berganti pakaian ayah, ibu, dan Dian berjalan ke mobil.


"mama mau temana,,?" tanya Ricky


"sayang, mama mau ke rumah sakit dulu ya, Ricky dirumah sama aunty ya jangan nakal.!"

__ADS_1


"oke mah, tapi mama janan nanis dong,!"


"iya mama gak nangis,,!" Dian mencium pipi putra nya lalu mengikuti ibunya masuk ke mobil.


****


Sampai di rumah sakit, mereka bertanya ke bagian resepsionis dan langsung diarahkan ke ruang ICU. Mereka berjalan cepat dan hampir berlari mencari ruangan ICU itu. Dari kejauhan terlihat papa dan mama Tomy menunggu didepan pintu ruangan.


"Sidik,,!!" ayah berteriak memanggil


Papa Tomy melihat Sahabatnya berlari kearahnya dan dengan reflek papa Tomy memeluk ayah Dian, begitu juga dengan mama Tomy yang memeluk ibu Dian.


"bagaimana bisa ini terjadi..!?" tanya ayah


"aku gak tau jelas gimana kejadian nya, karena aku dan istriku ada dimobil lain. sedangkan Tomy dimobil itu bersama supir.!"


"lalu supir nya bagaimana,,?"


"jadi yang aku lihat mobil Tomy melesat didepan mobil yang aku tumpangi, karena ingin segera sampai dirumah mu. tapi saat pertengahan jalan aku melihat dari kejauhan mobil Tomy mulai oleng hingga tak terkendali terpaksa banting stir menabrak pembatas jalan karena menghindari orang yang menyeberang.!"


"apa ini murni kecelakaan,, atau ada konspirasi didalam nya kah.?" tanya ayah lagi


"aku gak tau, tapi kecelakaan ini sudah ditangani polisi. dan aku minta masalah ini di teliti dengan jelas.!"


"huft,, ya sudah maaf kan aku tadi sempat marah-marah dengan mu.!"


"gak pa pa aku ngerti ko, maaf ini diluar kehendak kita semua.!"


"lalu bagaimana keadaan Tomy,, om?" tanya Dian


"saat dikeluarkan dari dalam mobil dia sudah tak sadarkan diri, dan kepalanya membentur kaca dan pembatas jalan itu, entahlah Dian..!"

__ADS_1


Mereka diam duduk menanti adanya dokter yang keluar.


Setelah beberapa jam menunggu. Dokter keluar dari ruangan itu, dengan segera disambut oleh keluarga.


"keluarga dari pasien..?"


"iya dok, kami orang tua nya. bagaimana keadaannya dok,?!"


"pasien masih belum sadar, karena benturan yang sepertinya lumayan keras membuat pasien koma. tapi untuk luka dan yang lain nya tidak ada masalah. kemungkinan lusa pasien sudah bisa dipindahkan kekamar perawatan lain dengan dibantu alat penunjang kehidupan nya.!" jelas dokter


Istri pak Dicky menangis, Dian menitikan air mata dalam diam.


"sementara pasien belum boleh di temui, besok baru bisa. tapi hanya 1 orang saja tidak lebih.!" ucap dokter


Dokter pun pergi diikuti suster.


"om Tante, mohon maaf kalau saya lancang, saya mohon ijin besok saya ingin sekali bertemu Tomy.!" ucap Dian parau


"silahkan nak, semoga dengan bertemu dengan mu, bisa membuat Tomy sadar.!"


"terimakasih Tante!"


"ya sudah lebih baik kamu dan istrimu juga pulang, mengumpulkan tenang. jangan sampai kalian juga sakit.!" ucap ayah


"papa pulang aja biar mama disini menjaga Tomy,!" ucap mama Tomy


"kalau gak gini aja Tante, biar Dian aja yang jaga disini. om dan Tante juga harus istirahat.!"


papa dan mama Tomy menganggukkan kepalanya, mereka berjalan beriringan keluar dari rumah sakit, meninggalkan Dian didepan ruang ICU. Dian mengintip dari luar pintu ICU melalui kaca kecil.


"kak Tomy, kenapa harus seperti ini kak,, cepat lah sadar kak,!" Dian menangis melihat Tomy dengan selang dimana-mana.

__ADS_1


__ADS_2