Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
kejutan kecil


__ADS_3

Setelah melakukan pertemuan keluarga Aril dan Ika , diputuskan akan menikah secara sederhana dua bulan lagi. Seluruh anggota keluarga merasa bahagia. Berharap semuanya bisa berjalan sesuai rencana, tidak ada kendala apapun.


Sekarang Aril sedang pergi bersama Ika, ke salah satu mall. Untuk membeli cincin pernikahan. Sesampainya di toko perhiasan, salah seorang penjaga toko langsung menyapa keduanya.


"Selamat siang tuan dan nona."


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya penjaga toko itu.


" Emm, kita mau cari cincin pernikahan. Sayang kamu mau model yang seperti apa?" Mata Aril beralih pada Ika.


"Sebaiknya yang sederhana saja mas. Kamu tahukan aku tak begitu suka memakai perhiasan yang terlallu mewah." Saran Ika.


"Baiklah. Mmbak carikan yang bentunya sederhana saja tapi tetap harus indah ya." Pinta Aril pada penjaga toko itu dan wanita itu langsung mencarikan apa yang diinginkan Aril.


Setelah beberapa menit, panjaga toko itu kembali dengan membawa beberapa kotak cincin. Dibukanya satu persatu saat sudah sampai di depan Aril. Menunjukan isi dari kotak itu. Terdapat banyak pilihan cincin disana. Namun pandangan Aril langsung tertuju pada pada calon istrinya.


"Bagaimana?? Kamu suka yang mana?" Tanya Aril sambil melihat lihat cincin di hadapannya. Aril sebenarnya tertarik pada sepasang cincin emas putih, yang dihiasi permata di sekelilingnya. Namun dia mau tahu pendapat Ika terlebih dulu.


"Bagaimana kalau yang ini mas? Simple aku suka." Tunjuk Ika pada sepasang cincin yang ternyata sudah mencuri perhatian Aril juga.


"Pilihan yang tepat, aku juga suka ini." Aril mengambil cincin itu, kemudian mencoba memasangkan di jari Ika. Ukurannya pas, jadi tak perlu memesan ukuran baru lagi. Begitupun juga dengan Aril.


"Kami pilih yang ini iya mbak." Tutur Aril pada penjaga toko.


β€Œ


Penjaga toko segera membereskan cincin cincin itu, lalu membungkus cincin yang telah dipilih Aril. Sementara menunggu, Ika nampak melihat lihat ke arah lain. Aril juga, pandangannya tertuju pada sebuah kalung cantik, dengan liontin dua hati yang terdapat permata di tengahnya. Aril segera mengkode penjaga toko untuk mengambilkan kalung itu. Aril akan menjadikan kalung itu sebagai kejutan kecil untuk Ika nanti. Aril melirik sebentar ke arah Ika yang tidak memperhatikannya.


"Bungkus ini juga mbak." Bisik Aril pelan sekali agar hanya penjaga itu yang mendengar.


Si penjaga toko tentu saja tersenyum sumringah ketika pembeli menambah barang yang dibelinya. Langsung saja dia menuruti sabg pembeli.


Aril kemudian menyodorkan kartunya untuk membayar belanjaannya.


Selesai membeli perhiasan, Aril mengajak Ika untuk jalan jalan sebentar mengelilingi mall. Singgah ke beberapa toko, walau hanya untuk melihat lihat niat awalnya. Lalu Ika menemukan kaos couple an, Ika tertarik untuk membeli kaos itu.


"Yang buat apa?" Tanya Aril penuh curiga saat tahu Ika membeli kaos pasangan.

__ADS_1


"Buat kita pakai lah." Jawab Ika santai, lalu menarik Aril menuju ruang ganti di toko itu. Ika memberikan kaos yang berukuran besar untuk Aril pakai.


"Cepat ganti. Aku juga mau ganti." Ucap Ika lalu memasuki ruang ganti.


Aril mengesah pelan lalu ikut masuk ke ruang ganti di sebelahnya.


"Masa iya aku harus pakai kaos ini." Gumam Aril pelan sekali takut Ika mendengarnya. Aril sebenarnya tak masalah jika pakai kaos berpasangan seperti ini, tapi yang membuat Aril sedikit enggan adalah warnanya yang mencolok, merah terang dengan ada tulisan I Love you di dada.


Walau agak terpaksa, Aril memakai kaos itu juga. Lalu keluar dari ruang ganti. Sesaat dia menjadi pusat perhatian pengunjung toko.


Walau terkesan lebay, tapi pengunjung wanita di toko itu tetap mengagumi ketampanan Aril. Namun pandangan pengunjung wanita terhenti ketika ada lengan wanita cantik yang memakai baju sama melingkar di lengan Aril.


Aril menoleh ke sampingnya.


"Cantik." Satu kata yang mampu membuat tersipu malu wanita di sampingnya.


"Ayo, kita mau kemana lagi?" Tanya Aril kemudian.


"Emm,, kita makan ya mas. Di cafe seberang itu. Aku pernah mencicipi makanan disana. Enak lho." Ucap Ika setelah keluar toko pakaian dan menunjuk ke salah satu gerai di mall itu.


"Baiklah."


Waktu berlalu dengan cepat seharian berputar putar di mall terasa tidak melelahkan. Baru saat akan melangkah pulang keduanya baru merasakan lelahnya.


"Pegal juga ya mas." Ucap Ika sambil merenggangkan otot kakinya. Kini keduanya sudah duduk di dalam mobil, siap untuk pulang.


"Lumayan lah, tapi kamu senang kan?"


"Iya dong mas, aku senang sekali.


Aril mengulas senyumnya, dan mulai melajukan mobilnya.


Saat sudah sampai di rumah Ika, Aril membukakan pintu untuk Ika keluar. Aril tak langsung membiarkan Ika pergi. Setelah menutup pintu, Aril menyudutkan Ika di samping mobil. Dengan menaruh kedua tangannya di samping kanan dan kiri mobil.


"Ada apa mas?" Aril tak menjawab namun malah mendekatkan wajahnya ke wajah Ika. Ika seperti tahu kalau Aril akan menciumnya menjadi gugup spontan dia memejamkan mata.


Aril yang melihatnya hanya tersenyum kecil lalu dengan segera merogoh saku celana. Aril mengeluarkan kalung yang tadi dibelinya, lalu memasangkan kalung itu pada leher Ika. Ika yang tak merasakan ciuman di bibirnya dan malah merasakan sentuhan di lehernya merasa tambah gugup apalagi sangat terasa nafas Aril yang menerpa lehernya.

__ADS_1


"Aduh, mas Aril ngapain sih buang nnafas di leher aku. Nggak tahu apa jantungku rasanya dag dig dug gini." Gerutu Ika dalam hati namun tak mampu membuka matanya. Dia yakin kini pipinya pasti sudah merona.


Lalu terasa kecupan di leher Ika. Serrr...darah Ika langsung berdesir mendapat kecupan di leher. Ika lalu membuka matanya.


Aril sudah kembali di posisinya dengan baik. Sedang Ika merasa ada yang aneh di lehernya. Seketika Ika terkejut saat meraba lehernya, kini lehernya tak kosong lagi seperti sebelumnya. Ada sebuah kalung melingkar di lehernya.


"Bagus mas, aku suka. Makasih iya." Ika memuji kalung itu saat melihat liontinnya juga.


Aril bahagia, Ika memuji barang pemberiannya.


"Selalu dipakai ya. Liontin dua hati ini melambangkan hati kita berdua yang akan terikat dalam ikatan pernikahan. Aku sudah tidak sabar menunggu waktu pernikahan kita."


"Sabar mas, kan tinggal beberapa minggu lagi."


Aril mencium sekilas bibir merah jambu Ika.


"Aku pergi ya." Ucap Aril kemudian menyingkir dari hadapan Ika.


"Tidak mampir dulu?" Tanya Ika memastikan. Sebenarnya Ika masih tak ingin Aril pulang.


"Ini sudah sore. Sepertinya juga sedang tak ada orang di rumah. Aku tak mau berduaan saja dirumah. Aku takut nanti khilaf." Aril lebih baik jujur atas pemikirannya. Karena dirinya saat ini benar benar sedang menahan hasratnya. Salah dia juga yang tadi hanya berniat menggoda dengan mengecup leher Ika. Tapi malah dirinya yang terjebak gairah.


"Ah, mas ku sayang. Ya sudah hati hati ya di jalan." Ika mengerti akan pemikiran Aril, dia pun takut bila terjadi yang berlebihan dalam masa pacaran mereka. Selama ini ciuman bibir saja hanya sekilas saja. Tak pernah melakukan hal hal lainnya selain berpelukan juga berpegangan tangan.


Setelah Aril keluar dari halaman rumahnya, Ika juga masuk ke dalam rumah. Benar saja dugaan Aril, suasana rumah sedang sepi. Tak ada orang tuanya di rumah.


Ika segera menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Saat menatap pantulan gambarnya di cermin, Ika kembali melihat area lehernya. Ika mengulas senyum lebarnya. Lalu segera melenggang ke kamar mandi.


...


Di tunggu like dan komennya.


Terima kasih bagi yang selalu setia dengan novelku yang pertama ini. Sungguh sangat senang rasanya bisa menuangkan pikiran haluku sebagai penulis novel ini. Rasanya tak percaya bisa menulis seperti ini. Awalnya hanya ingin sekedar coba coba. Semakin kesini semakin senang aku melakukannya. Saat pertama kali mendapat komen dan like. Itu sangat membahagiakan untukku. Tak menyangka ada juga yang mau membaca novelku.


Terima kasih semuanya..


Baca juga novelku yang lain ya..

__ADS_1


"Jodohku "


Love you readers setiakuπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2